
"Apa aku menyakiti mu?," Ford bertanya cepat dengan nada khawatir, dia membawa turun Zoya sambil bertanya saat gadis tersebut berteriak ketika dia menggendong nya.
"Tidak paman, aku hanya terkejut." Zoya menjawab malu, menatap Ford sejenak kemudian berusaha untuk memejamkan bola matanya.
Sudah berapa kali laki-laki tersebut menggendong nya? tidak tahu kenapa tapi dia malu setiap kali laki-laki tersebut mengangkat tubuh nya.
"Aku pikir aku menyentuh luka mu," Ford kembali bicara.
"Tidak." Zoya kembali bicara, kali ini suara nya terdengar jauh lebih kecil dari sebelumnya.
Laki-laki tersebut mengulumkan senyumannya, dia membawa Zoya menuju kearah mobil, membiarkan pelayan membawa kursi roda gadis tersebut dan memasukkan nya ke mobil di kursi belakang, kemudian Ford membiarkan gadis tersebut duduk tepat disamping dimana diri nya duduk nanti.
Dengan sangat hati-hati laki-laki tersebut meletakkan Zoya kedalaman mobil dimana kedua tangan Zoya terlihat masih melingkar di leher Ford, menahan diri nya agar tidak jatuh saat digendong. Setelah itu Zoya terlihat mencoba membenahi diri sejenak untuk beberapa waktu.
"Nyaman atau tidak?," Ford bertanya, berusaha untuk menduduki Zoya dengan posisi yang baik, dia meletakkan sebuah bantal di punggung gadis tersebut dan meletakkan bantal di kaki paling bawah.
"Paman ini terlalu berlebihan." Zoya jadi tidak enak, dia pikir laki-laki tersebut terlalu istimewa memperlakukan nya sejak pertama kali Ford membantu nya dan membawa nya pulang kerumah laki-laki tersebut.
Bahkan nyatanya ayah nya dan Laura tidak pernah memperlakukan seperti itu pada dirinya, dia cukup malu dan merasa bersalah.
"Tentu saja tidak, ini baik untuk posisi kamu, dokter bilang harus menjaga keadaan dan kenyamanan kamu." Ford menjawab cepat ucapan gadis tersebut.
"Ok, apakah masih ada yang membuat mu tidak nyaman?," kembali laki-laki itu bertanya untuk memastikan.
Zoya terlihat menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"ini jauh lebih nyaman dari apapun, paman. Bahkan ini terlalu nyaman untukku." jawab gadis tersebut pada akhirnya.
mendengar jawaban gadis tersebut membuat Ford cukup tenang, dia berusaha untuk mengembangkan senyumannya kemudian secara perlahan laki-laki tersebut bergerak menutup pintu mobil. Ford berjalan memutar dan secara perlahan dia naik ke bagian kursi kemudi lantas mempersiapkan diri untuk melajukan mobilnya pergi dari sana. Tapi belum laki-laki tersebut melakukan nya, tiba-tiba saja Zoya terkejut saat Ford tahu-tahu bergerak kearah dirinya secara refleks.
Zoya terkejut, mengedipkan bola matanya berkali-kali saking terkejutnya, ternyata Ford menarik safety belt milik nya dan mulai membenahi nya ke tubuh Zoya. Cukup lama laki-laki tersebut bergerak membiarkan tangan nya mengencangkan safety belt tersebut hingga akhirnya laki-laki tersebut berkata.
"Ini jauh lebih aman." Ucap Ford pelan.
Zoya masih dalam posisi terkejut, dia menatap kearah laki-laki tersebut yang wajahnya cukup dekat dengan nya, gadis tersebut sedikit menegang dan tidak menjawab sama sekali ucapan Ford.
"Disana, jika merasa tidak nyaman katakan padaku, beberapa orang-orang ku akan bergerak menyebar di beberapa tempat." lanjut Ford lagi kemudian.
Zoya terlihat menganggukkan kepalanya sambil mencoba untuk membuang pandangannya dari laki-laki tersebut yang membuat nya tiba-tiba gugup setengah mati.