
Dalam misi.
Begitu mobil berhenti ditempat yang mereka inginkan, Khan dan Ashley bergerak cepat menuju kearah bagian sisi kanan bangunan villa tersembunyi yang ada dihadapan mereka.
Begitu berhasil masuk dengan aman dimana sejak awal telah ada orang dalam yang membantu mereka untuk mempermudah agar bisa masuk ke sana, Khan dan Ashley saling mengangguk kepala mereka, memilih masuk dengan hati-hati, menggunakan tali dan carabiner dimana alat yang biasa digunakan untuk memanjat tebing, mereka bergerak keatas diam-diam secara perlahan tanpa mengeluarkan suara mereka.
Kedua orang tersebut bergerak dengan sangat hati-hati dan tidak mengeluarkan suara mereka sama sekali di mana headset bluetooth terus terpasang di balik telinga mereka dan orang-orang yang mengawasi pergerakan dari tempat berbeda mencoba untuk memberitahukan di mana saja lokasi para penjaga yang mungkin berbahaya untuk mereka.
hingga sejauh ini tidak ada kekhawatiran harus dirasakan oleh mereka di mana para penjaga jelas terlihat sangat lengah dan lemah, sistem pengamanan dari Vander yang mulai dimatikan.
Disisi berbeda beberapa orang-orang Khan ikut bergerak dengan tenang, naik dari sisi kiri mereka menuju ke atas, dan dari beberapa penjuru arah beberapa orang-orang Khan juga telah bersiap di atas pohon mengunakan senjata mereka untuk melumpuhkan lawan, siapa tahu orang-orang Vander akan keluar dan mengetahui pergerakan Khan dan lainnya jika waktu yang mereka butuhkan melampuai batasan.
15 menit bukan waktu yang lama, membuat sebuah plan B jelas bukan masalah, jika plan A gagal maka mereka masih memiliki rencana lainnya untuk bergerak pergi dari sana membawa lukisannya. Orang-orang seperti mereka jelas selalu berpikiran mata sebelum melakukan aksi mereka.
Malam ini apapun yang terjadi dan bagaimanapun caranya mereka harus dapat memperoleh lukisan yang akan mereka curi saat ini, seorang pembeli telah memesan dan itu jelas merupakan keuntungan besar untuk mereka semua, selain mereka akan meraup keuntungan mereka juga berarti telah berhasil untuk mengalahkan Vander dan membuat malu mereka.
Didalam mobil beberapa waktu sebelumnya saat Khan dan Ashley baru akan turun dan melesat pergi, Nyx terlihat duduk dengan santai sembari menghisap rokoknya, sekali-sekali dia menyesap wine 🍷 yang ada di hadapannya, di mana dia tidak beranjak dari depan layar monitor yang ada di hadapannya tersebut.
Jemari tangan kanan Nyx menekan satu tombol enter sesuai keinginan Ashley tadi, dan bisa dilihat sistem pengamanan Vander perlahan mulai dimatikan dan waktu terus berjalan dengan cepat.
"perhatikan langkah kalian, 1 menit mulai berlaku." Nyx bicara dengan cepat dalam nada santainya sejenak dia melirik ke arah depan di mana bisa dia lihat Laura mulai bergerak untuk keluar dari sana. laki-laki tersebut melepaskan headset bluetooth-nya kemudian dia berkata.
"kau bisa meredam amarahmu dalam aksi ini, jika kau masih bersikap seperti itu aku takut kau akan mencelakai dirimu sendiri, baby" Dan saat laki-laki tersebut berkata seperti itu sejenak membuat Laura menatap sejenak ke arah Nyx.
"Kau seolah-olah tahu apa yang aku pikirkan." perempuan tersebut bicara, menjawab ucapan dari Nyx dengan ekspresi sedikit mengejek.
Alih-alih menjawab Nyx malah menaikkan gelas wine 🍷 nya secara perlahan, dia lantas berkata.
"Semoga kau menikmati malam indah mu, baby." Ucap laki-laki tersebut dengan tenang nya, dia meminum wine 🍷 nya kembali dan membuang pandangannya dari Laura.
"Ckckckck cinta bisa membuat orang kehilangan akal warasnya, sungguh tidak masuk akal.". Laki-laki tersebut mengejek, membatin dan kembali memasang headset bluetooth nya.
"Laura mulai bergabung." Nyx bicara dari headset bluetooth nya.