
Disisi lain.
Alex bergerak cepat menuju ke arah sisi kanannya, tanpa mengeluarkan sedikitpun suaranya laki-laki tersebut terus bergerak maju menuju ke arah lantai atas, mencari keberadaan seseorang yang tidak lain adalah Ashley.
Anak buahnya berkata jika mereka telah menangkap perempuan tersebut dalam beberapa waktu yang lalu dan itu jelas saja membuatnya bahagia, dia tidak benar-benar mengizinkan Nyx Zaighum dan Ashley tidur bersama, memilih untuk sedikit memutar rencana yang tidak akan menggagalkan rencana asing dirinya dan Laura untuk menghancurkan hubungan Khan dan Ashley juga menumbangkan Nyx atau bahkan menjebak Khan.
Hanya sedikit memutar rencana dia pikir bukanlah hal yang buruk, itu jelas hal yang biasa yang tidak perlu dikhawatirkan oleh siapapun. Selama konsep rencana mereka benar dan kamar yang mereka tempati adalah benar juga dia bisa mengatasi segalanya maka tidak ada yang perlu membuat dia merasa terbebani oleh rencana Laura. Dia saya merasa tidak sedih melihat Ashley pergi bersama Nyx.
Setelah perceraian nya dengan Ashley, jujur saja Alex merasa keadaan tidak baik-baik saja, dia belum ya dari tentang perasaannya dan itu sangat buruk karena dia menyadari tentang cintanya setelah mereka berpisah dan perempuan itu memilih untuk menikah dengan Khan. karena itu senyum semuanya terlalu terlambat dia ingin membuat sebuah rencana yang berbeda agar perempuan itu kembali kepada dirinya.
"Tuan," ketika dia melangkah maju tiba-tiba seseorang bergerak mendekati dirinya dan menundukkan kepalanya kepada Alex.
Alex langsung menghentikan gerakan kakinya kemudian dia menetapkan oleh laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
"ada apa?," tanya Alex dengan cepat pada laki-laki di hadapannya itu.
"Nona Ashley sudah berada di kamar yang tuan inginkan," ucap laki-laki yang berdiri di hadapan Alex tersebut.
Mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki itu membuat Alex merasa sangat puas saat ini.
"Itu bagus, setelah ini jangan lupa tukarkan perempuannya dan bulan dia masuk ke kamar milik Nyx," Alex pada akhirnya bicara cepat dan memerintahkan laki-laki di hadapannya untuk membawa perempuan berbeda yang akan menggantikan Ashley.
"Baik sir." laki-laki tersebut menunjukkan kepalanya dengan cepat kemudian dia menganggukkan kepalanya ke hadapan Alex. Laki-laki tersebut memilih untuk beranjak pergi dari hadapan Alex.
"jangan sampai salah dan pastikan semua berjalan sesuai rencana," sebelumnya Allah memberikan pesan pada laki-laki yang ada di hadapan tersebut.
"Yes sir." setelah berkata seperti itu, laki-laki tersebut benar-benar langsung bergerak menjauhi Alex.
Alex pada akhirnya kembali melangkah ke arah depan menuju ke arah kamar di mana mantan istrinya tersebut berada sekarang ini, dia terus melangkah maju ke arah depannya dengan perasaan bahagia, dia benar-benar puas dengan rencana yang dia buat saat ini.
Ashley jelas telah menunggu di dalam kamarnya, dan Alex dalam rasa tidak sama bergerak dengan cepat menuju ke arah kanan di mana sang mantan istri berada. Hingga pada akhirnya laki-laki tersebut telah mencapai pada titik di mana kamar Ashley berada.
seseorang berjaga di depan kamar di mana Ashley berada, Alex terlihat bergerak menuju ke pintu kamar di mana laki-laki yang berjaga tersebut menundukkan kepalanya kemudian membuka pintu kamar itu secara.
"Selamat menikmati makan malam istimewa anda, sir." laki-laki yang ada di hadapan Alex bicara sembari menundukkan kepalanya.
Alex sama sekali tidak menjawab, dia langsung masuk ke dalam kamar tersebut tanpa berpikir terlalu banyak.
*******
Mak mohon dukungan karya milestone ku ya makkkk, hari ini up banyak agak keteteran juga di akhir bulan๐๐ป๐๐ป๐๐ป๐คง๐คง๐คง.
Yang masih cilik ga usah merapat khusus yang sudah berumah tangga saja yah Mak sebab agak bahaya juga kalau masih kecil baca ini ๐๐ป๐๐ป๐๐ป๐๐๐๐.
"Daddy...."
Seketika bola mata indah itu terbuka saat sebuah teriakan panjang di pagi hari cukup membuat terkejut Aland, setelah hampir 4 tahun tidak kembali ke Indonesia, meninggalkan sang putri sendirian bersama pelayan wanita kepercayaan, akhirnya Aland kembali juga malam tadi.
Dia bahkan belum juga melihat wajah putri nya selama 4 tahun ini, bahkan enggan melihat foto apalagi melakukan Vidio panggilan bersama, mereka hanya melakukan panggilan melalui telpon biasa, memberikan semua kebutuhan sang putri tanpa kekurangan sedikit pun selama ini.
Sebab dendam dimasa lalu nya jelas masih membenam di hati nya, dia hanya enggan menambah dendam jika melihat wajah yang sama itu lagi nanti.
17 tahun bukan waktu sebentar untuk memendam dendam yang terus membara, bahkan harus merawat putri nya dengan rasa yang bercampur aduk menjadi satu. dia mengurus bocah itu sejak usia 5 tahun hingga 12 tahun dengan perasaan yang sulit dijelaskan, wajah sang ibu jelas mendominasi perasaan nya hingga acapkali dia berlaku kasar pada gadis itu dulu.
Karena itu ketakutan yang luar biasa dalam penyiksaan yang tidak masuk akal hingga membuat gadis itu acapkali menangis karena. mendapatkan pukulan dari nya, pindah dari Indonesia selama 4 tahun, menetap di Manhattan dan mengurus perusahaan disana adalah pilihan paling bijaksana menurut Aland.
Aland laki-laki dewasa berusia 37 tahun itu pada akhirnya lebih memilih tidak menikah dari pada kembali terluka seperti dimasa lalunya. Memilih hubungan percin..taan dengan perempuan bayaran ketimbang mengikat tali per..cintaan yang mengerikan.
Hati nya telah mati dan dipenuhi kebencian pada masa lalu nya, dan kegilaan yang terjadi kini, Aland berencana membalaskan dendam sangย ibu kepada putri kesayangannya setelah dia dewasa.
"Kau gila"
kalimat itu yang selalu di ucapkan Farhan pada nya.
"Yeah anggap saja aku sudah gila"
"Daddy .."
Tanpa mengetuk pintu, tiba-tiba seorang gadis berpakaian seragam SMA menyeruak masuk ke dalam kamar dan secepat kilat menyambar tubuh Aland.
"Daddy"
Tawa bahagia jelas terpancar diwajah gadis itu, Aland Seketika membeku, 4 tahun meninggal kan gadis itu, kini gadis itu benar-benar Tumbuh kembang secara luar biasa.
Wajah dewasa, indah, cantik, dengan tubuh penuh berisi dari atas hingga ke bawah.
Oh damn it, Seketika dibawah sana bergejolakย tidak karuan, meronta-ronta dalam keadaan tidak menentu, apalagi ketika gadis itu memeluknya dengan erat, mencium seluruh bagian wajahnya berkali-kali.
"Ailee"
teriak Aland kesal
"Daddy"
kali ini Ailee yang berteriak kesal.
"4 tahun begitu lama, membuat aku begitu merindukan Daddy"
seketika bola matanya berair dan sepersekian detik kemudian air mata itu tumpah tidak karuanan.
"Aku sangat merindukan mu Daddy, apa Daddy tidak merindukan ku sama sekali?"
tangis nya terus pecah, dia terisak di balik dada bidang Aland.
"Kenapa Daddy begitu jahat pada ku?"
oh tuhan.
Pada akhirnya gadis itu sama sekali tidak mau beranjak dari kamarnya, memilih tidak sekolah bahkan terus menempel di samping nya.
"Kau Kan kembali meninggalkan ku bukan?"
jelas saja Ailee menatap curiga ke arah Alan, dulu sejak kecil mulai usia 7 tahun hingga SMP kelas 1 Aland acapkali membohongi diri nya, berkata pergi sebentar rupa-rupa nya menghilang selama 6 bulan hingga 1 tahun, menitipkan dirinya pada bibi pelayan rumah dan mang Rahman,kembali ke rumah hanya beberapa Minggu saja.
Dan puncaknya jelas saja saat dia kelas 2 SMP Aland lagi-lagi membohongi dirinya, berkata pergi sebentar tahu-tahu menghilang selama 4 tahun, tidak ada kontak-kontak Vidio call, tidak pernah pulang, hanya telpon bik Sumi menanyakan keadaan nya,tiap dia ingin bicara Aland selalu langsung mematikan panggilan nya.
Kali ini dia tidak akan tertipu, dia harus memiliki sejuta trik untuk bisa membuat Daddy nya agar tetap tinggal di rumah.
Menyembunyikan Pasport nya dan...
"Mulai hari ini, aku akan tinggal di kamar Daddy"
seketika bola mata Aland membulat, dia jelas saja melotot kaget.
"Apa?"
Secepat kilat seluruh barang-barang milik Ailee benar-benar telah berpindah kekamar nya.
"Ailee.."
"Aku tidak akan tertipu lagi kali ini"
Ailee bicara sambil mengedipkan sebelah matanya.
Oh damn it
*******
Ailee terus bernyanyi bahagia sejak pagi, memutar tubuhnya berkali-kali saking senangnya. Sang Daddy benar-benar kembali. Rasa rindu yang membuncah jelas terlihat menggebu-gebu bahkan Ailee terus memeluk dan mencium Daddy nya dengan penuh kebahagiaan.
Ailee tampak berfikir apa yang harus dia masak untuk maka malam, sang bibi pelayan rumah sudah kembali ke rumah belakang yang terletak di mansion belakang, Ailee jelas-jelas sengaja ingin agar dirinya yang membuat semua menu makan malam sang Daddy.
"Ahhh"
seketika Ailee mendapatkan ide, sup daging merupakan makanan favorit sang Daddy.
Secepat kilat Ailee meng'eksekusi seluruh bahan dan perlengkapan untuk membuat sup daging kesukaan sang daddy
dan hasil akhir pasti tidak mengecewakan
Taraaaa....
Ailee Terus memperhatikan Daddy nya yang tengah makan di depannya, Sesekali jantung nya berdetak begitu kencang, takut-takut kalau masakannya tidak enak dan membuat kecewa sang Daddy.
"Bagaimana?"
ailee bertanya setelah Aland menghabiskan makan malam nya.
Sejenak Aland menarik pelan nafasnya, dengan perasaan enggan menjawab.
"Lumanyan"
seketika wajah aile tertekuk sempurna
lumanyan...!!!
hmmm
dia menghela pelan nafasnya, membereskan semua sisa makanan dan mulai mencuci semua piring serta mangkok berkas mereka makan.
Tanpa bicara apa-apa sang Daddy langsung melesat naik ke atas, menuju ke kamarnya. Ailee melirik sejenak langkah kaki daddynya kemudian kembali menarik nafasnya.
Sejak kecil Daddy nya selalu bersikap dingin padanya, padahal Daddy sahabat-sahabatnya begitu hangat dan baik kepada mereka,acapkali Ailee iri kepada mereka, karena dikaruniai seorang Daddy yang luar biasa hangat, jauh berbeda dengan Daddy ailee.
Padahal jelas-jelas Ailee buruh perhatian dan cinta dari Daddy nya, karena sejak kecil dia sama sekali tidak tahu siapa mommy nya.
Bibi Sumi bilang jika mommy nya orang Indonesia asli, sedang kan Daddy nya laki-laki keturunan Eropa+timur tengah, tidak heran Ailee memiliki kulit dan wajah ke bule-bule'an.
Tapi... yang membuat Ailee acapkali bingung, kenapa perlakuan Daddy nya disaat dia kecil selalu saja kasar dan acapkali sering memukul nya tanpa alasan yang jelas.
Kadang dia bertanya-tanya didalam hati apakah Daddy nya membenci kelahiran nya? hingga membuat sang mommy meninggal setelah melahirkan diri nya!. karena itu Daddy begitu Jijik pada nya sejak dulu.
Mungkin saat dia masih kecil dia hanya akan diam dan memaklumi, menangis terisak sambil mengurungi diri dikamar, tapi kali ini Ailee bersumpah akan membuat Daddy bangga dan sayang pada nya dengan cara apapun itu hingga bisa membuang seluruh kebencian Daddy nya terhadap diri nya.
Setelah membereskan semua sisa makanan, mencuci piring dan Merapikan meja makan, secepat kilat Ailee langsung ikut naik ke atas menuju ke kamar Daddy nya.
Aland jelas masih sibuk dengan pekerjaan nya, mengecek beberapa laporan pekerjaan di laktopnya tanpa berniat menoleh ke arah Ailee.
Ailee tampak merengut,langsung mengganti pakaian tidurnya tepat disamping daddynya.
"Apa yang kamu lakukan?"
Aland jelas terkejut, melihat Ailee membuka pakaian nya dihadapan nya, hanya menyisakan tank top dan celana ketat sepaha nya.
"Tentu saja ganti pakaian"
sungut Ailee kesal, langsung memakai kamisol miliknya.
Aland langsung memijat kepalanya yang tiba-tiba berdenyut kencang.
Ailee masih dengan perasaan dongkol langsung menjauh kemudian langsung naik ke atas kasur membaringkan tubuhnya kemudian beranjak untuk tidur.
Beberapa waktu kemudian setelah yakin Ailee terlelap, Aland langsung menutup semua pekerjaan nya, mematikan lampu kamar mereka hingga menyisakan lampu remang di atas kepala ranjang, kemudian aland ikut naik ke atas kasur, merapatkan tubuhnya ke Ailee.
sejenak laki-laki itu menatap wajah Ailee penuh seringai kejam, sesaat dia mencium bibir gadis itu dan menyesap nya begitu dalam.
"Berapa bulan lagi 17 tahun baby? Daddy masih menunggu waktunya"
bisiknya kemudian, lantas Aland segera memejamkan matanya, ikut terlelap di samping Ailee.
******
Saat terbangun dari tidurnya Ailee merasa ada yang aneh pada dada dan bibirnya, setelah selesai dengan sesi mandinya dia menatap dirinya dihadapan kaca besar yang ada dikamar mandi beberapa waktu sambil berusaha berfikir.
Kenapa tiba-tiba di atas da..danya terdapat tanda merah dan bibir nya terasa sedikit membengkak.
"Hmmm"
Ailee berusaha untuk mengingat-ingat apa yang terjadi, tapi karena dia type gadis yang kalau tidur nya tidur mati, jelas saja sulit sekali untuk nya mengingat apa yang terjadi.
"Daddy, ini aneh"
ucap Ailee cepat sesaat setelah keluar dari kamar mandi, dia masih menggunakan handuk nya, mendekati Aland sambil memperlihatkan tanda yang ada di atas dadanya.
"Kenapa tiba-tiba dada ku memerah?"
tanya nya pada sang Daddy dengan begitu polos, masih mengerutkan dahinya dengan ekspresi yang begitu bingung.
Aland langsung menoleh sesaat setelah mengancingkan seluruh kancing kemejanya.
"Ada apa?"
"Apa ada serangga di kamar Daddy?"
Ailee terus mengerutkan dahinya
"Yang ini?"
tiba-tiba Aland menyentuh lembut dada Ailee, entah kenapa Ailee merasakan hal yang aneh, seketika sebuah aliran listrik menyerang tubuhnya, tiba-tiba Ailee meremang dan merasa jantungnya berdetak kencang tiba-tiba.
Dulu saat Daddy nya menyentuh Dirinya Ailee merasa biasa-biasa saja, kenapa rasanya jadi aneh?
"Mungkin serangga yang nakal"
ucap Aland dengan pandangan mata yang sulit di artikan, bicara sambil mengelus pelan dadanya, kemudian langsung membalikkan kembali tubuhnya
"bik Sumi akan membersihkan kasurnya"
lanjut Daddy nya
Ailee hanya mengangguk pelan sambil menyentuh dada nya yang tiba-tiba terasa meremang.
******
Hari ini untuk pertama kalinya sang Daddy mengantar dan menjemput dirinya ke sekolah, ailee jelas merasa bahagia saat Aland dengan sigap mengantarkan dirinya tanpa bertanya lebih dulu.
setidaknya dia bisa berbangga hati saat tahu sang Daddy bersedia mengantarnya, sebab saat dia kecil duluย Daddy nya begitu tidak menyukai dirinya, mengabaikan nya bahkan sama sekali tidak pernah mau mengantarkan dirinya ke sekolah
Semua saat ini terasa begitu sempurna, kebahagiaan Ailee jelas bertalu-talu dan menggebu, dia jelas merasa bahagia sekali.
"Dia Daddy mu?"
saat vio menanyakan nya jelas saja Ailee mengangguk mantap sambil tersenyum sumringah.
Mina bertanya antusias, menggenggam erat tangan Ailee.
"Nggak"
"Aku jadi istri Daddy kamu mau kok, itu muka kok sesempurna itu"
Lea bicara sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Apaan sih Lea"
sungut Ailee kesal.
"Di atas kasur pasti keren banget"
Mina menimpali.
iwhhh menjijikkan, Mina dan lea benar-benar temannya yang mengerikan, di usia masih muda otaknya jelas sudah diracuni oleh fikiran me..sum yang men..jijikkan. Sejak Mina pacaran dengan Yuda dan Lea pacaran dengan Rangga, otak 2 sahabatnya itu jadi sengklek.
Rangga jelas terkenal dengan julukan Casanova, laki-laki itu bahkan katanya sering pacaran dengan janda, Ailee acapkali berfikir, mungkinkah Lea sudah tidak pera..wan lagi selama pacaran dengan Rangga?.
kalau Mina begitu suka baca novel dan nonton film yang rate 21, jelas membuat dirinya dan vio acapkali menggeleng-gelengkan kepala mereka, otak Mina jelas berisi hal-hal mengerikan soal se..x dan laki-laki CEO.
"menjijikkan ih, jangan mikir macam-macam soal Daddy ku"
sungut Ailee kesal.
dia fikir bagaiamana bisa teman-teman bicara hal jorok seperti itu pada dirinya
*********
Seketika kemarahan sang Daddy memuncak ketika melihat seorang laki-laki mencium puncak kepala nya disaat Daddy nya menjemput Ailee di depan gerbang depan pintu sekolah.
Aland jelas-jelas mengamuk, menarik tangan nya dengan paksa dan menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke atas mobil.
Ailee jelas gemetaran, dulu Daddy nya tiap kali marah saat dia masih disekolah dasar jelas-jelas akan memukulnya dengan cara yang brutal, dia fikir apakah sejarah kemarin akan terulang kembali?
rasa nya jelas begitu perih ketika ikat pinggang Daddy nya menghantam seluruh tubuhnya dulu.
"Siapa anak itu? pacar kamu huh?"
Daddy bicara sambil membentak, Daddy nya bertanya dengan amarah yang jelas membuncah, pedal gas mobil yang Daddy nya injak pun menggila.
Ailee menggeleng cepat
"Bukan Daddy, dia teman satu kelas, aku juga tidak tahu kenapa dia tiba-tiba mencium ku"
Ailee bicara sambil menangis terisak, menatap daddynya penuh ketakutan.
"Berhenti membohongi Daddy, kau fikir Daddy anak kecil huh?"
"Ailee tidak berbohong Daddy"
Ailee terus menggeleng-geleng kan kepalanya penuh dengan keyakinan
Dan ketika tiba di rumah, Daddy nya dengan cara yang kasar menyeret tubuhnya agar segera naik ke kamar atas, bik Sumi yang melihat itu jelas saja terkejut bukan main.
"Tuan..tuan...apa yang terjadi?"
"Dia sudah berani menggoda laki-laki diluaran sana"
"Tidak Daddy, aku tidak menggodanya"
Ailee berteriak histeris
jelas saja dia tidak pernah melakukan nya, hiden tiba-tiba datang memeluknya dan mencium puncak kepalanya tanpa pemberitahuan lebih dulu, seluruh sekolah tahu laki-laki itu menyukai dirinya, tapi jelas-jelas Ailee tidak menyukai laki-laki itu sejak dulu.
"Daddy bisa tanyakan pada vio, aku tidak pernah menggoda siapapun Daddy"
Ailee jelas menangis histeris, apalagi saat sang Daddy menghempaskan tubuhnya ke atas kasur dengan kasar lantas mengurung nya didalam kamar dengan cara mengunci pintu dari dalam.
Ailee tahu sekuat tenaga dia berteriak, ruangan ini jelas tidak akan mampu mengeluarkan suara apapun, karena kamar Daddy nya sudah ter setting sedemikian rupa dengan kaca dan dinding kedap suara.
"Awasi dia bik, kalau dia mencoba untuk keluar kemana-mana dengan akal licik nya, akan aku pastikan dia dan bibi menerima hukuman luar biasa"
bik Sumi tampak diam, hanya bisa meneguk ludahnya, dia fikir penyakit gila tuan nya kembali mendominasi.
"Non non apa lagi yang sudah nona lakukan"
desah bik Sumi pelan seketika saat Aland meninggalkan dirinya, menuju ke arah mobilnya lantas melesat pergi entah kemana.
********
Bang..sat...!!!
umpat Aland kesal saat dia masuk ke rumah Farhan
laki-laki itu tampak menaikkan alisnya.
"Very bad, sesuatu yang jelek terjadi?"
tanya Farhan sambil menuangkan segelas wine kemudian menyerahkan minuman itu ke pada Aland.
"Dia sudah berani menggoda laki-laki sekarang, persis seperti ibu nya, pe..lacur..!"
Farhan terkekeh kemudian meneguk cepat wine miliknya.
"itu kemarahan atau kecemburuan?"
"Shut up man, jangan membuat ku semakin marah"
Aland bicara sambil ikut meneguk wine miliknya
"Oh ayolah all, Jangan terlalu terbebani oleh gadis kecil itu"
"Aku benar-benar menghabisi nya ketika dia cukup berusia 17 tahun, itu masih beberapa bulan lagi"
Aland Manarik kesal nafasnya.
"Kalau begitu, sembari menunggu mari kita bersenang-senang dulu malam ini"
ucap Farhan cepat, kemudian dia membuka tirai kaca besar yang ada dihadapan mereka dengan sebuah remote control yang ada di tangan nya, secara berlahan tirai terbuka, sebuah pemandangan luar biasa terlihat disana, sebuah ruangan penuh dengan perempuan dengan suasana temaran dan lampu kelap-kelip diskotik mendominasi.
Yang jelas dari dalam sana tidak bisa melihat mereka, tapi Aland dan Farhanย jelas bisa melihat semua orang disana.
"Kau suka yang mana?"
bisik Farhan sambil menaikkan sebelah alisnya
"Barang baru, yang bisa memuaskan ku"
Farhan tertawa terbahak-bahak
"like you want, just one night stand "
Farhan berdiri cepat, kemudian bola mata nya melirik ke arah seorang perempuan berusia 21 tahunan"
"21 tahun, lincah di atas kasur, sangat liar, pemain handal, kau akan me..nge..rang sempurna bersama dengan nya"
kekeh Farhan
seketika Alan menaikkan ujung bibirnya, menatap liar ke arah perempuan yang di maksud, perempuan itu sibuk bercanda bersama teman-teman nya sambil meminum winski miliknya.
"Aku menunggu nya di tempat biasa"
setelah berkata begitu, Aland beranjak dari duduknya, melangkah pergi menjauhi Farhan.
seperti biasa, just one night stand.
Ailee wait me baby, seperti sumpah dan janji ku pada mu dulu.
"Daddy akan mengambil hak ini disaat kau berusia 17 tahun nanti"
Aland bicara dimasa laku sambil menyentuh bagian bawah Ailee, gadis itu jelas masih berusia 7 tahun saat itu.
"Why Daddy?"
"Karena kau harus membalas seluruh jasa-jasa ku juga perbuatan mommy mu"
Bola mata indah itu menatap Aland dengan pandangan tidak mengerti.
******
Bik sumi menatap panik ke arah Aland ketik laki-laki itu datang langsung memarkirkan mobilnya, masuk ke rumah lantas melesat naik langsung ke atas, membuka pintu kamar dengan gerakan cepat dan panik.
"Tuan semalam kemana?"
bik Sumi menangis panik, mengikuti langkah Aland dengan perasaan bercampur aduk jadi satu. Ailee jelas sejak siang kemarin belum makan, kunci kamar Aland yang membawanya, ingin naik dari arah depan tidak tahu menggunakan apa. bik Sumi tahu pasti hal buruk terjadi pada putri laki-laki itu.
Tubuh Ailee jelas sudah tergeletak lemas di kasur, wajah nya memucat,lemas bahkan tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
"Ailee, Ailee"
Aland berusaha menepuk-nepuk wajah Ailee, jelas kepanikan terpancar di raut wajahnya.
"Hubungi dokter Edo"
seketika bik Sumi langsung melesat turun ke bawah, mencoba menghubungi dokter pribadi tuannya.
********
"Dia mengalami dehidrasi"
dokter Edo berkata cepat setelah selesai memeriksa kondisi ailee, mm menatap Aland sambil menggeleng tidak percaya.
"Dia masih anak-anak, kau terlalu kejam pada putri mu sendiri"
"yeah"
Aland bicara sambil mengangkat bahunya.
"Dia harus tahan banting agar bisa tumbuh lebih cepat"
"Aland, usianya belum 17 tahun"
dokter Edo bicara sambil menghela kasar nafasnya.
"Karena itu dia harus mempersiapkan semuanya ketika dia berusia 17 tahun"
sungut Aland kesal
"Kau gila"
"Bisa jadi"
"Dia putri mu"
"Tapi tidak untuk ku"
Seketika dokter Edo memijat kepalanya yang tidak sakit.
"Kau benar-benar harus ke rumah sakit jiwa Aland, kau Benar-benar akan melakukan nya pada gadis sekecil itu?"
dokter Edo mendorong tubuh Aland ke luar, bicara berbisik Takut jika-jika Ailee mendengar nya.
"Dia sudah tahu sebelum nya"
"Kau bicara pada nya di masa anak-anak nya dulu Aland, memori anak-anak di usia segitu jelas menghilang seiring berjalannya waktu, bagi nya kau adalah ayahnya, bagaimana mungkin kamu berfikir hingga sejauh itu?"
Edo berusaha mengingat kan Alan atas kegilaannya
"Apa kau suka dengan dia huh?"
"Bukan masalah suka atau tidak, apa yang akan Ailee fikirkan? ayah nya sudah berani berbuat hal gila pada nya, lebih tepatnya ayah nya akan memperkosa nya"
seketika Aland tertawa terkekeh, tampak gurat kebahagiaan di wajahnya.
"Aku akan lihat betapa tersiksanya dia dan ibu nya, karena dulu telah mengkhianati aku begitu saja"
Edo jelas-jelas bertambah kesal.
"Tapi putri nya tidak melakukan kesalahan-kesalahan dimasa lalu, dia tidak berdosa Aland"
Seketika Aland menaikkan sudut bibirnya, menatap tajam bola mata dokter Edo.
"Lau siapa yang salah? aku begitu? lalu siapa yang berdosa? aku juga?"
"Bukan begitu maksud ku"
"Kau lupa bagaimana ibunya menjatuhkan diri ku? mengkhianati aku? kemudian menangis merengek dibawah kaki ku menjelang kematian nya? mempercayakan aku soal Ailee? lalu siapa yang pantas di sebut gila setelah semua keadaan?"
Aland jelas menjadi berang
"Bahkan induk perusahaan ku hancur karena perempuan sialan itu, apa aku bisa memaafkan Ailee atas segala hal yang telah terjadi?"
Seketika dokter Edo terdiam, dia menelan kasar salivanya.
Yah dia tahu sejarah masa lalu sahabat nya itu begitu kelam dan mengerikan, tapi bukan berarti harus memperlakukan putri nya seperti itu.
"Dia pasti akan kecewa pada mu Aland, dia akan bersedih dengan kehancuran nya"
Aland mendekat kan wajahnya ke arah dokter Edo, dia berbisik pelan.
"Aku memang sedang menunggu kehancuran nya, aku ingin melihat air mata itu tumpah, aku menunggu Kakak ibunya itu datang untuk memohon belas kasih ku agar melepaskan keponakan nya itu ketika saat nya tiba"
Dokter Edo hanya bisa menggeleng-geleng kan kepalanya, menatap nanar wajah sahabatnya itu.
"Kau benar-benat berubah Aland"
"Waktu dan keadaan selalu mengubah seseorang"
Jelas saja Sejumput kekhawatiran dan kecemasan menghantam perasaan dokter Edo, jelas-jelas masa Depan anak itu akan hilang begitu saja ditangan laki-laki pendendam dan dingin seperti Aland.
Ailee benar-benar hanya dijadikan umpat juga pe'muas naf'su sang Daddy nya semata pada akhirnya.