King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Tubuh yang terasa aneh



Disisi lain,


kediaman Khan.


Beberapa jam sebelum ulang tahun perusahaan.


Laki-laki tersebut menatap kearah istrinya untuk beberapa waktu, perempuan tersebut baru akan pergi untuk membersihkan dirinya saat ini. Mereka akan menghadiri perayaan pesta ulang tahun perusahaan Hillatop yang di miliki oleh Khan untuk beberapa jam kedepan.


"Aku akan pergi membersihkan diri, sayang tidak kah kamu ingin mendapatkan cemilan sebelum pergi? aku pikir kamu belum menyentuh makanan sejak siang tadi.". Ashley bicara dengan cepat kearah Khan sebelum perempuan itu masuk ke dalam kamar mandi.


Khan menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"aku pikir memiliki nafsu makan yang cukup buruk dalam beberapa hari ini, tidak perlu baby, mungkin disana aku baru berselera untuk makan." Khan menjawab dengan cepat.


Ashley terlihat menganggukkan kepalanya meskipun tidak dia pungkiri istrinya terlihat menatap khawatir ke arah dirinya, seraut wajah cemas terlihat jelas menghiasi wajah cantik tersebut. Pada akhirnya Ashley memilih untuk menutup pintu kamar mandi secara perlahan.


Khan hanya mengulum senyumannya melihat ekspresi istrinya, dia memilih berbalik dan mulai menggunakan pakaian nya secara perlahan.


Beberapa hari ini nafsu makan nya terlihat cukup buruk, entah kenapa dia tidak tahu, perasaan nya terlihat cukup tidak baik, temperamental nya agak kurang baik, dia bisa marah pada siapapun di manapun dia berada, tidak jarang beberapa karyawan terkena ocehan dan kemarahan nya. Belum lagi terlalu sulit untuk nya menyesuaikan keinginan perut, padahal sang istri memasak makanan yang jelas nikmat setiap hari. Belum lagi beberapa aroma mulai terasa aneh dibalik hidungnya.


Khan pikir pasti ada yang salah dengan perut nya saat ini, terlalu gila dan membuat nya tidak nyaman dengan banyak hal.


"Kau harus memeriksa kondisi mu ke rumah sakit." Nyx menyarankan hal tersebut pada nya sejak kemarin.


Percayalah Satu-satunya aroma yang dia sukai hanya Ashley, satu-satunya wajah yang dia sukai Ashley. Dia seolah-olah tidak bisa jauh dari istrinya saat ini, seperti sebuah dopamin yang membuat nya candu pada kehadiran istrinya.


Khan terlihat menggelengkan kepala secara perlahan dia memijat pelipisnya sembari mengulum senyumannya, laki-laki tersebut bergerak menuju ke arah meja rias dan berusaha untuk merapikan kancing kameja nya secara perlahan, memastikan diri jika penampilan nya akan sempurna setelah di tambah jas di balik lapisan luar kameja nya tersebut.


Ketika dia baru selesai membenahi kameja nya tiba-tiba saja handphone milik nya terdengar mengeluarkan suaranya, membuat Khan buru-buru menoleh kearah lemari nakas dimana handphone nya berada. Laki-laki tersebut bergerak mendekati bicarakan secara perlahan untuk meraih handphone dia tersebut.


Dia biarkan tangan kirinya Bray handphonenya kemudian secara perlahan laki-laki tersebut menatap nama yang ada di layar handphonenya untuk beberapa waktu, bisa dia lihat nama Nyx muncul di sana. Khan menaikkan ujung alisnya.


"Ada apa?." Laki-laki tersebut langsung bicara begitu dia mengangkat panggilan tersebut.


Cukup lama dia mendengar jawaban dari seberang sana, hingga akhirnya Khan mengubah ekspresi wajahnya, laki-laki tersebut terlihat mengeratkan rahangnya untuk beberapa waktu.