
Masih di kediaman Ford,
ruang keluarga.
Zoya langsung mengembangkan senyuman nya dan meminta Ford mendorong kursi roda nya begitu dia melihat Ashley datang, tidak tahu kenapa tapi gak di situ merasa begitu senang setiap kali perempuan tersebut datang mengunjungi dirinya. Dia merasa seolah-olah dia mendapatkan seorang ibu setiap kali dia berdekatan dengan Ashley.
"Kak..." Ashley langsung memeluk perempuan itu dengan perasaan senang dimana Ashley membiarkan tubuhnya sedikit menunduk karena posisi Zoya berada di atas kursi roda.
"Aku senang kakak datang kemari." ucap gadis tersebut dengan cepat sembari dia mengembangkan senyuman terbaiknya, saat melepaskan pelukannya dia menatap dalam wajah perempuan yang ada di hadapannya tersebut.
"Ckckckck lihat Ford, aku sudah bilang dia begitu manja," Ashley bicara dengan cepat pada Ford yang menatap ke arah mereka berdua.
laki-laki itu terlihat mengembangkan senyumannya, memperhatikan kedua orang tersebut dengan seksama. Di mana Ashley kini mendorong kursi roda yang dinaiki oleh Zoya untuk mendekat ke arah kursi di ruang tengah. Yakinlah setiap kali Ford menatap wajah kedua orang tersebut dia selalu berpikir mereka benar-benar mirip antara satu dengan yang lainnya, ada beberapa bagian wajah yang tidak bisa untuk di bohongi.
"Aku membawakanmu oleh-oleh," Ashley pada akhirnya bicara kemudian dia melirik ke arah pelayan yang sejak tadi berdiri di ujung sana, pelayan tersebut tanpa memegang beberapa paper bag di tangan kiri dan kanannya.
"Oleh-oleh? untuk ku?," Zoya bertanya sembari mengerutkan keningnya.
Ashley mengangguk kan kepalanya dengan cepat.
"Ohhh ini terlalu berlebihan, aku tidak butuh oleh-oleh yang banyak asalkan kakak datang kemari itu bagiku sudah cukup," gadis itu berucap dengan cepat kemudian dia menggenggam erat telapak tangan Ashley.
"Katakan pada ku, apa yang terjadi pada Ashley?," kali ini raut wajah Zoya terlihat sedikit serius, sebenarnya sejak semalam dia ingin mempertanyakan hal tersebut namun dia cukup takut untuk bertanya karena dia pikir waktunya memang belum tepat tapi saat ini mungkin menjadi waktu yang paling tepat untuk mengetahui apa yang terjadi kepada kakak tirinya tersebut.
Meskipun Laura tidak pernah memperlakukannya dengan baik dan juga perempuan itu seringkali mengintimidasinya atau memanfaatkan dirinya tapi setidaknya Laura masih memiliki satu sisi baik lainnya di mana perempuan itu tidak pernah berusaha untuk menjual dirinya setelah kejadian peristiwa di masa lalu. Perempuan itu tidak pernah mengizinkan teman-temannya untuk menyentuh Zoya dalam keadaan apapun, jadi setidaknya dia tahu masih ada satu sisi manusiawi yang dimiliki oleh Laura meskipun sebenarnya ada banyak sekali sisi tidak manusiawi yang terjadi di mana perempuan itu memanfaatkan dirinya mengambil hak yang seharusnya menjadi miliknya dan bahkan membuat ibunya terusir dari kediaman mereka.
Saat mendengar pertanyaan dari Zoya bisa dilihat Ashley tampak menatap dalam bola mata gadis tersebut untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya Ashley berkata.
"ini mungkin terdengar begitu kejam tapi yang jelas kami tidak menjebloskannya ke penjara, mereka membawanya ke luar negeri dan mencoba untuk menyadarkan Laura tentang kejahatan nya, membuat dia membuka mata dan mengetahui tentang sebuah kenyataan yang sebenarnya." ucap Ashley kemudian.
Zoya yang mendengar penuturan dari perempuan di hadapannya tersebut sejenak diam dan memilih untuk tidak melanjutkan pertanyaannya.
"Apa kamu sudah makan siang?," Ford pada akhirnya mencoba menyeruak masuk kedalam pembicaraan kedua orang tersebut, sengaja melakukan nya agar tidak ada lagi percakapan yang mempertanyakan soal Laura sementara waktu.
Ashley langsung menoleh ke arah laki-laki tersebut ketika dia bertanya apakah dirinya sudah makan atau belum.
"aku akan langsung berputar kembali pulang ke rumah, tidak lama untuk datang kemari. Khan akan pulang ke rumah untuk makan siang bersama, maafkan aku." perempuan itu menjawab dengan cepat dan meminta maaf karena tidak bisa ikut makan siang.
Zoya yang mendengar apa yang diucapkan oleh perempuan di sampingnya tersebut seketika langsung merubah ekspresi wajahnya, cukup sedih saat tahu jika Ashley tidak akan tinggal terlalu lama di tempat mereka. padahal dia sangat senang sekali saat mengetahui perempuan itu datang karena berpikir itu artinya dia memiliki teman untuk diajak bicara antara satu dengan yang lainnya.
Melihat ekspresi wajah Zoya yang berubah sejenak membuat Ford diam, dia menelisik wajah gadis itu untuk beberapa waktu.
Ford menghela pelan nafas nya.
"Apakah malam nanti kalian akan menerima tamu di rumah?," tiba-tiba saja laki-laki tersebut melesatkan tanya ke arah Ashley.
Mendengar pertanyaan dari laki-laki yang ada di hadapan mereka jelas saja membuat Ashley langsung mengerutkan keningnya.
"Ya?," Ashley bertanya sedikit bingung.
"Apa kalian jangan pergi makan malam bersama keluar atau memilih itu di rumah dan menerima tamu malam ini?," Ford kembali melesatkan tanya kepada Ashley.
Dan seketika Ashley pada akhirnya paham dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh laki-laki tersebut, dia langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat kemudian menjawab.
"Tidak ada, kami akan melaksanakan makan malam di rumah bersama dan aku pikir itu bukan masalah jika ada yang ingin datang pertama karena aku paling suka jika ada yang datang dan meramaikan suasana." perempuan itu menjawab dengan penuh keyakinan, seolah-olah paham dengan apa yang diinginkan oleh laki-laki di hadapan nya tersebut.
Ford langsung mengembangkan senyumannya di mana saya terlihat bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Ford.
"Apa kami bisa datang ke kediaman kalian untuk melewati makan malam bersama?," dan laki-laki tersebut bertanya sembari melirik ke arah Zoya.
"apakah kamu mau kita bertandang ke sana Zoya? mungkin kita bisa sekalian mencoba untuk menginap di kediaman mereka." lagi-lagi itu memberikan satu alternatif solusi agar membantunya cukup senang dengan pendapat dan permintaan yang dia berikan.
mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut jelas saja langsung membuat Zoya mengembangkan senyumannya.
"Bolehkah? benarkah?," gadis itu jelas langsung bersemangat.
Ford menganggukkan kepalanya.
"Tentu saja, kalian bisa makan malam bersama dengan kami dan menginap di tempat kami juga," Ashley ikut menjawab dengan penuh semangat, dia senang karena pada akhirnya kedua orang tersebut cukup memiliki interaksi yang hangat dan juga memiliki komunikasi yang baik antara satu dengan yang lainnya.
Zoya jelas aja langsung bersemangat dengan keadaan, gadis itu tidak akan melewatkan kesempatan malam ini untuk datang ke kediaman Ashley dan menginap disana.