
Klub malam xxxxxxx
pusat kota.
Khan menatap bola mata laki-laki yang ada di hadapannya tersebut dengan tatapan yang tajam dan penuh intimidasi, dua anak buahnya mencengkeram lengan kiri dan kanan laki-laki yang duduk di hadapannya itu dengan sekuat tenaga, gaya khas Khan yang angkuh dan sombong jelas terlihat di balik wajah tampannya tersebut.
Laki-laki dihadapan nya terlihat meringis, tidak percaya Permulaan pagi ini di mulai dengan cara yang mengerikan, seharusnya dia datang keperusahaan nya dengan perasaan tenang, meskipun tidak dipungkiri sisa kemarahan kemarin masih menghantam diri nya tapi dia tidak ingin mengingat nya
"aku bukan tipe orang yang suka berbelit-belit atau berputar-putar saat bicara, aku juga tidak suka bicara hingga dua kali kepada orang asing" Ucap Khan kemudian.
Gaya santai dan tenang lagi-lagi tersebut selalu menjadi ciri khasnya, dia bicara sembari terus menatap laki-laki yang ada di hadapannya tersebut yang tidak lain adalah Alex.
Jangan ditanya bagaimana perasaan Alex hari ini menghadapi laki-laki di hadapannya tersebut, bagi nya berhadapan dengan keluarga Hillatop benar-benar membuat nya berada di ambang kematian, satu kesalahan terjadi, resiko besar akan menghantam perusahaan nya.
Dia tidak paham dan cukup terkejut dengan Ashley, dia pikir bagaimana bisa gadis tersebut memiliki koneksi pada sedangkan dia tahu sudah sangat lama sekali sejak dulu hingga kini, yang menjadi pertanyaan besarnya adalah bagaimana cara gadis tersebut mengenal Khan, dan bagaimana bisa Khan tertarik pada gadis yang masih menjadi istrinya tersebut.
"Urus perceraian kalian secepatnya dan jangan sampai aku belum menerima surat perceraian itu besok pagi" Lanjut Khan lagi kemudian.
"aku ingin surat perceraian tersebut sudah naik ke atas mejaku sebelum aku tiba di perusahaanku besok" lanjut laki-laki tersebut lagi.
Dia tidak suka bicara dalam keadaan berbelit-belit, cukup langsung pada intinya jika dia ingin laki-laki yang ada di hadapan tersebut menandatangani surat perceraiannya dan Ashley secepatnya.
Alex jelas tidak bisa menolak keinginan laki-laki berkuasa di hadapannya tersebut, memangnya dia siapa hingga harus menolak dan tidak mau memenuhi keinginan Khan. meskipun realitanya dia sama sekali belum siap untuk menceraikan Ashley, nyatanya tekanan dari kan jauh lebih besar daripada apa yang dia pikirkan.
setelah berkata seperti itu Khan langsung berdiri dari posisinya, membiarkan Alex kini berada di bawah telapak kakinya di mana kedua anak buahnya masih mencengkeram lengan kiri dan kanannya dan membuat Alex tunduk kepada dirinya nyaris bersimpuh di bawah kakinya tersebut.
"Aku tidak tahu kenapa kamu begitu tertarik pada istriku, tapi aku akan memberikanmu satu cerita, dia tidak pantas menjadi istrimu untuk ukuran laki-laki sehebat mu Khan " Alex berusaha bicara sembari menahan ringisan nya, dia bicara sembari berusaha untuk mendongakkan kepalanya namun sayang satu pengawal tidak mengizinkannya untuk mendongakkan kepalanya ke atas.
"dia adalah wanita bekas yang bisa bergerak dari satu laki-laki menuju ke laki-laki yang lainnya, bahkan aku telah menidurinya berkali-kali bagaimana bisa kau tertarik padanya?" laki-laki itu terus berusaha bicara membuat panas Khan agar melepaskan Ashley.
Nyatanya, begitu mendengar apa yang diucapkannya tiba-tiba kan menurunkan tubuhnya kemudian laki-laki itu mencengkeram wajahnya dengan erat.
"Mau aku beritahukan soal sesuatu, Alex?" kali ini laki-laki tersebut yang bicara kepada Alex.
"Kau tahu, Alex? kau benar-benar bodoh melepaskan permata hanya demi sebongkah sampah" Ucap Khan tiba-tiba.
"Dan aku harus berterima kasih padamu karena kau belum menyentuh Ashley sama sekali hingga hari ini" lanjut laki-laki tersebut sambil menaikkan ujung bibirnya, dia melepaskan cengkeramannya sambil terkekeh dengan suara yang begitu dingin dan datar.
Mendengar ucapan Khan seketika membuat laki-laki tersebut membulatkan bola matanya.
"Apa?" Alex cukup terkejut saat dia menyadari jika Khan tahu jika Ashley seorang perawan yang belum.
Hasutan nya tadi benar-benar sia-sia.
"Kau...." Dia mengeram, Alex marah karena dia pikir dia saja tidak pernah menyentuh Ashley, bagaimana bisa laki-laki tersebut tahu Ashley belum terjamah sama sekali.