King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Para Budaknya



Tatapan mereka bertemu antara satu dengan yang lainnya, sungguh mengerikan tatapan yang diberikan Ford dimana Zoya mencoba untuk menekan akal warasnya. Jangan ditanya bagaimana perasaannya saat ini,tapi dia berusaha untuk tidak menampilkan sisi takut nya. Dia menyelipkan kembali tangan kanan nya untuk kembali mencoba menghubungi Ashley, tapi tetap gagal.


Dia pikir dia memang harus berusaha untuk melindungi dirinya sendiri saat ini bukan?!.


Ford tidak bergeming untuk beberapa waktu, masih menelisik wajah gadis dihadapannya tersebut untuk waktu yang cukup lama hingga akhirnya Ford seketika tertawa kecil mendengar apa yang diucapkan oleh Zoya.


Hal tersebut membuat Zoya membulatkan bola matanya.


Dia tertawa?!. Hah, yang benar saja.


"Aku memang bukan orang yang baik tapi aku tidak pernah tertarik untuk menjual anak gadis orang, aku lebih suka membeli mereka dan mengambil nya jadi salah satu pekerja di tempat ku atau jadi budak ku." Ford menjawab cepat, menghirup kopi coklat panas miliknya secara perlahan dimana bola matanya terus menatap kearah gadis yang ada dihadapan nya tersebut.


Zoya mendengar ucapan Ford terlihat tidak bergeming untuk beberapa waktu.


"Membeli mereka?, kau menjadikan mereka seperti budak?." Dia bertanya, kali ini berusaha untuk menyandarkan tubuhnya dengan rileks kursi yang dia duduki, menampilkan sisi tenang nya tapi tetap mengambil sifat waspada.


Bukankah dia tidak memiliki pilihan lain kecuali meladeni laki-laki yang ada di hadapannya tersebut?, memilih untuk mengikuti pembicaraan dan membiarkan semua mengalir apa adanya, Zoya ingin melihat apa yang akan terjadi berikutnya. Apa mungkin dia akan habis sebentar lagi oleh laki-laki kejam di hadapannya?.


"Orang berkata seperti itu tentang apa yang aku lakukan." Ford bicara, menyesap kopi coklat nya sekali lagi secara perlahan.


"Hah, paman memegang prinsip orang pada jaman peradaban kuno." Zoya terlihat mengejek.


"Setelah membeli mereka paman pasti memperlakukan mereka seperti budak yang hidup nya bagaikan setengah manusia setengah hewan. Meski secara fisik berbentuk manusia, namun secara nilai, status dan kedudukan, seorang budak setara dengan hewan. Boleh dibilang, budak adalah hewan yang berwujud manusia. Atau bisa juga sebaliknya, budak adalah manusia dengan kedudukan setingkat hewan." Gadis tersebut bicara sembari mereka tajam para laki-laki yang ada di hadapannya tersebut membayangkan bagaimana cara laki-laki itu membeli seorang perempuan dan memperlakukan mereka seperti budak di tempatnya.


Bisa dibayangkan bukan berapa nilai budak yang telah dibeli oleh seseorang?.


"Mereka bahkan dimiliki sebagai aset produktif. Ketika seorang tuan memiliki budak, maka kepemilikannya atas budak itu setara dengan kepemilikan atas nilai suatu harta, atau hewan ternak dan hewan peliharaan. Dengan kata lain, memiliki budak berarti memiliki investasi, karena budak termasuk harta yang produktif, yang bisa menghasilkan pemasukan, baik berupa uang atau sejenisnya. Bahkan budak juga bisa dipelihara untuk dikembang-biakkan, cihhh dikembang biakkan." Membayangkan kata dikembang biakkan Zoya menebak Ford pasti meniduri budak nya secara bergantian sesuka hati nya, memberikan nya pada anak buahnya untuk di tiduri secara bergantian.


Itu sangat menjijikkan.


Ford membiarkan gadis dihadapannya tersebut menyimpulkan sendiri apa yang ada di pikiran nya, dia sama sekali tidak memberikan kalimat pembelaan atas tuduhan yang diberikan gadis tersebut untuk dirinya karena baginya tidak ada yang perlu dijelaskan soal dirinya kepada orang lain atau bukan orang asing yang tidak mengenal dirinya.


"Kau bebas menyimpulkan apapun yang ingin kau simpulkan karena pada dasarnya seperti itu, paradigma¹ seseorang tentang orang lain yang membeli budak biasanya memang seperti itu." Ford menjawab penjabaran Zoya yang panjang lebar dengan kalimat seadanya.


"Dan apa kau kesulitan keuangan hingga berada di sini di jam malam seperti ini?." dan Ford bertanya sambil menelisik penampilan Zoya dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya.


Saat Ford menanyakan hal tersebut jelas membuat Zoya mengernyit kan dahinya.


Ford hanya menyeringai licik, dia menghabiskan sisa kopi coklat nya dan memilih berdiri dari posisi nya, menggeser kursi secara perlahan.


"Pertanyaan yang kamu lontarkan seolah-olah kau ingin membeli ku untuk dijadikan budak oleh mu." Dia menggeser tangan nya saat tiba-tiba Ford berdiri dari duduk nya, Zoya bersiap untuk menarik pistol yang ada di punggung nya.


*****


Paradigma¹ \= adalah suatu keyakinan atau kepercayaan yang mendasari seseorang dalam melakukan segala tindakan. Selain itu, hadirnya paradigma juga dapat mempengaruhi manusia dalam hal berpikir dan bersikap terhadap semua hal. Paradigma dapat berubah seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.