King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Dalam tantangan



Wilayah kekuasaan Khan


Club malam xxxxxxx.


Khan bergerak cepat masuk kedalam club malam yang menjadi pusat kekuasaan nya tersebut, begitu dia perlahan masuk ke dalam semua orang tampak langsung menundukkan kepala mereka, memberikan hormat mereka kepada laki-laki tersebut tanpa berani bicara.


Tidak sedikit tatapan mereka beralih pada sosok perempuan yang berjalan tepat di sisi kanan laki-laki tersebut di mana mereka belakangan baru tahu jika perempuan itu merupakan istri dari sang tuan mereka. Meskipun sebenarnya desa-desus terus berhembus mereka berpikir dan bertanya-tanya bagaimana caranya perempuan itu meluluhkan hati seorang kan dan juga dapat membuatkan bertekuk lutut pada perempuan itu di balik gosip center yang terus berkembang yang menyatakan jika laki-laki itu memiliki gangguan pada orientasi seksualnya. Tapi meskipun pertanyaan demi pertanyaan tersebut terus menggantung di atas kepala masing-masing daripada mereka, nyatanya mereka sama sekali tidak berani untuk mengeluarkan pertanyaan tersebut secara, langsung karena mereka tahu jika mereka melakukannya maka tidak dijamin mereka bisa bernafas dengan baik saat ini.


Ashley terlihat berjalan tepat di samping sang suami nya, mengikuti langkahkan masuk ke dalam klub malam tersebut dan bergerak menuju ke satu ruangan khusus di mana laki-laki itu biasa berada. Begitu mereka tiba disebuah pintu ruangan dimana dua laki-laki bertubuh kekar berjaga, seketika mereka membuka pintu ruangan tersebut dan membiarkan serta istrinya untuk segera masuk ke dalam sana tanpa banyak bicara. Khan menggenggam telapak tangan asli dan langsung masuk ke sana dengan cepat. laki-laki tersebut selalu bisa bersikap dengan baik pada sang istrinya.


mereka bergerak masuk ke dalam dengan ucapan kemudian setelah itu akan memilih untuk membiarkan istrinya duduk lebih dulu di atas kursi sofa kemudian laki-laki itu secara perlahan.


"So katakan pada ku rencananya" Khan bicara dengan siapa dan menoleh ke arah sisi kanannya di mana rupanya telah terdapat dua orang yang duduk dengan santai di atas kursi sofa mendominasi berwarna merah di dalam ruangan tersebut.


Seorang laki-laki dan seorang perempuan terlihat duduk dengan gaya santai mereka menatap ke arah kanan kemudian melirik ke arah Ashley secara bergantian.


"itu bukan masalah kalian bisa langsung bicara karena istriku yang memberikan informasi soal keberadaan barang tersembunyi nya" seolah-olah tahu kegelisahan dari kedua orang tersebut Khan langsung bicara.


"Jadi dia yang memberikan informasi nya?" perempuan yang ada di samping Khan bertanya sembari menaikkan ujung alisnya.


"jika tanpa informasi istriku kau pikir kita akan berada di sini dan berusaha untuk membuat rencana?" Khan bicara dan menatap tajam lawan nya.


perempuan itu terlihat mendengus kemudian menaikkan kedua belah bahunya dan di detik berikutnya perempuan tersebut berkata.


Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan satu barang secara bersamaan, sejak dulu Khan dan Crawford jelas merupakan musuh dalam banyak situasi, apapun yang ingin dimiliki Khan harus dimiliki Crawford dan karena itu apapun yang Crawford incar harus Khan dapatkan lebih dulu untuk membuktikan betapa berkuasa nya Khan dan orang-orang nya.


Khan terlihat menaikkan ujung bibirnya, cukup tahu tentang keraguan perempuan yang ada di hadapan tersebut soal istrinya. Meskipun sebenarnya dia juga sempat meragukan Ashley ketika pertama kali mereka bertemu tapi beberapa kali pembuktian yang diberikan oleh Ashley jelas saja pada akhirnya membungkam mulutnya, karena baginya istrinya selalu tahu satu langkah lebih cepat daripada dirinya dan dia secara perlahan memangkas keraguan terhadap Ashley sedikit demi sedikit karena setidaknya sedikit banyak Ashley jelas sangat banyak membantu dirinya untuk mendapatkan banyak hal. Bahkan perempuan itu berjanji kepadanya akan merobohkan Crawford dan membuat dia naik menjadi penguasa dalam segala kejayaan dunia Mafia.


"Mari membuat sebuah taruhan" Dan Khan bicara dengan cepat.


Perempuan tersebut menaikkan ujung alisnya.


"jika kamu meragukan istriku maka kau bisa melewatinya satu kali ini dan mengikuti permainan nya, jika terbukti apa yang diucapkannya salah maka kamu boleh memimpin untuk aksi berikut nya" Ucap laki-laki tersebut kemudian.


mendengar apa yang diucapkan oleh Khan, perempuan itu menaikkan ujung bibirnya, dia seolah-olah meremehkan Ashley kemudian perempuan itu langsung berkata.


"dan jika apa yang diucapkan nya sebuah bualan dan kita gagal mendapat kan nya, apa kau bersedia untuk menganggap nya tidak ada dan menggantikan dia menjadi aku untuk terus berada di sisi mu ?" percayalah gadis tersebut bicara dalam penuh tantangan, menatap ke arah Ashley dalam pandangan tidak suka dan cukup menatapnya dalam sebuah permusuhan yang besar.


Khan jenis cukup keberatan dengan apa yang diucapkan oleh perempuan itu, dia ingin bicara dan menolak apa yang dikatakan oleh nya, tapi Ashley langsung menyentuh lembut paha nya kemudian perempuan tersebut menjawab.


"Baik, dan jika aksi ini berhasil dan kita menemukan apa yang kalian inginkan, maka apa kau mau menundukkan kepalamu pada diri ku sebagai istri dari pemimpin mu?" tanya Ashley kemudian.


Percayalah, apa yang diucapkan Ashley jelas cukup membuat Khan terkejut, laki-laki tersebut langsung menoleh kearah Ashley, menatap khawatir atas ucapan istrinya, tapi Ashley terlihat menampilkan ekspresi biasa-biasa saja dia, melirik kearah Khan sambil mengembangkan senyuman nya.