King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Rumitnya cinta



The Hillatop company,


Ruang kerja Khan.


Khan terlihat mengeratkan rahangnya untuk beberapa waktu di mana dia menerima panggilan di seberang sana sembari bola matanya menatap ke arah layar laptopnya.


"Kapan waktu kejadian nya?" Khan bertanya pada orang yang menghubunginya di ujung sana, dia ingin tahu salah sesuatu karena itu merasakan tanya untuk beberapa waktu tanpa banyak bicara.


"Bagian itu setelah kita berhasil mendapatkan lukisan di markas vander." sahutan di sebelah sana kembali terdengar gimana dia memberikan informasi yang begitu signifikan bukan hanya sekedar laporan mulut melainkan juga dia memberikan laporan berupa beberapa data yang tertangkap langsung oleh kamera.


"Seseorang mendapatkan rekamannya dan melihatnya dengan tidak sengaja, itu adalah orang-orang ku yang sengaja aku selundupkan masuk ke dalam tempat itu." lanjut laki-laki diseberang sana lagi.


Khan membiarkan bola matanya menatap karena laptopnya untuk beberapa waktu di mana dia memperhatikan rekaman yang ada di hadapannya dengan seksama sembari jemari jemari di tangan kanannya terus menggerakkan kursor untuk memperhatikan dengan baik tanggal waktu dan juga rekaman serta wajah yang terdapat di dalam rekaman tersebut.


"Aku pikir laki-laki itu seolah-olah menjadi umpan untuk kesalahpahaman antara kau dan Ford." Ucap laki-laki di ujung sana lagi.


"Kesalahpahaman?." Khan terlihat bergumam dengan pelan di mana dia pada akhirnya menghentikan jemari-jemarinya untuk menggerakkan kursor laptopnya. Dia memilih mengatur-ngetik mejanya secara sembelit yang di pandangannya beralih dan dia mencoba untuk menyadarkan tubuhnya di atas kursi sofa kerjanya.


"Aku pikir belakangan terlalu banyak masalah yang menghantam kita, Nyx." Ucap Khan kemudian dimana rupanya aku laki-laki yang di ujung sana adalah sang sepupunya, Nyx.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Khan, jelas saja membuat Nyx langsung tertawa kecil.


"Apa kau mulai lelah menjadi seorang mafia?." tanya laki-laki tersebut sedikit mengejek.


"entahlah tiba-tiba saja aku berpikir aku ingin hidup normal bersama istri ku." Khan memejamkan bola matanya sejenak sembari dia membiarkan headset bluetooth terus terpasang di balik telinganya dan dia mendengarkan apa yang diucapkan Nyx diseberang sana.


"Aku pikir kau mulai dibutakan oleh cinta, Khan." Nyx terdengar mengejek.


"Dengan mommy J?." Nyx terlihat berpikir, dia menjawab cukup lama, seolah-olah sedang berpikir dengan keras.


"Yeahhhh saat kehilangan nya aku begitu merasa dunia cukup hancur dan aku terpuruk, tapi aku tidak tahu apakah aku benar-benar sudah sepenuhnya jatuh cinta padanya atau belum karena aku bisa kembali tenggelam berpetualang bersama banyak perempuan." pada akhirnya laki-laki tersebut buka suara, menyimpulkan dengan rumit tentang perasaannya atas nama cinta.


"Kau tahu sendiri Khan, aku mengenal nya sejak di sekolah, kami berteman dan sering bersama dalam banyak kegiatan, cukup dekat dan intens, tapi meskipun begitu aku suka berpetualang dari satu perempuan ke perempuan lainnya dan kami di jodohkan dengan iseng oleh daddy nya, karena aku pikir usia ku cukup untuk menikah jadi aku menikah dan yeah... hanya seperti itu." Nyx terlihat tidak bisa menyimpulkan tentang perasaannya sendiri karena dia hingga hari ini benar-benar tidak tahu kenapa orang-orang terkadang terlihat tergila-gila pada pasangan mereka bahkan termasuk daddy nya sendiri pada mommy nya tapi dia tidak bisa melakukan nya.


Ada yang bilang setelah kematian istrinya, katanya kehilangan, katanya cinta kenapa masih suka keluar masuk pada surga dunia sembarang perempuan?, cinta macam apa itu?!.


Entahlah Nyx tidak bisa menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan kepada dirinya tersebut karena tidak pikir ia tidak tahu sebenarnya apakah dia memang benar-benar mencintai istrinya atau tidak. jika dia tidak mencintai perempuan tersebut nyatanya mereka hidup berumah tangga dalam waktu yang cukup lama, mereka melewati berbagai macam rintangan dan halangan bahkan cukup kesulitan untuk mendapatkan seorang anak. mereka mencari cara bagaimana bisa mendapatkan anak pada beberapa tahun pernikahan mereka hingga akhirnya dalam satu metode mereka memiliki Nyx Junior.


setelah itu musibah besar terjadi di mana istrinya mengalami sebuah kecelakaan yang luar biasa dan dia kehilangan perempuan itu di saat J jelas membutuhkan ibunya. Dia terpuruk pasti, hanya bingung tidak terbiasa hidup sendiri dan tidak biasa lakukan segala sesuatunya sendiri lagi, dia memang merasa kehilangan tapi dia tidak bisa seperti laki-laki pada umumnya ya begitu mencintai istrinya dan rela tidak menyentuh perempuan lain setelahnya.


Terkadang Nyx berpikir, apakah dia memang tidak merasakan cinta terhadap istrinya di masa lalu melainkan sebuah tanggung jawab karena perempuan itu adalah istrinya yang telah mengabdi kepada dirinya dan menghabiskan sisa hidupnya kepada dirinya. yah kehidupan rumah tangga yang hanya berdasarkan pada tanggung jawab yang takut dilepas, meskipun dia akui selama mereka menikah dia sama sekali tidak pernah berselingkuh dengan perempuan lain tapi tidak dia pungkiri terkadang dia cukup tergoda pada godaan-godaan yang ada di hadapannya termasuk pada sekretarisnya di masa lalu bahkan beberapa pegawai di Hillatop.


Dia benar-benar merasa frustasi untuk waktu yang cukup lama.


"Kau tidak merasakan nya Nyx?." Khan malah langsung berkata dengan cepat.


"Kau mulai kehilangan akal waras mu terhadap gadis yang bernama Egalita itu." Dan setelah berkata begitu, Khan terkekeh mengejek.


Dan saat Khan menyebut nama Egalita, Nyx tidak mengeluarkan suaranya di seberang sana.


"Saat kau mulai kehilangan akal waras mu, itu nama nya cinta, Nyx." Lanjut Khan lagi kemudian.