
"Tapi aku benar-benar serius dengan ucapanku Nyx, aku tiba-tiba memikirkan untuk menyelesaikan misi terakhir kita dan mungkin menjalani hidup normal seperti layaknya laki-laki pada umumnya." Dan Khan kembali bicara kepada Nyx, dia membuka bola matanya dan menatap lurus ke arah depan untuk beberapa waktu.
Tatapan nya menembus bagian kaca menuju ke arah jalanan yang ada di hadapannya memecah padatnya jalanan yang terjadi di sekitarnya saat ini.
"Benar kata daddy ku, ada satu masa kita tiba pada fase di mana kita merasa lelah dengan permainan kita di mana kita tidak ingin lagi berada di dunia gelap di mana kita berpikir ini mungkin waktunya serius untuk menjalani kehidupan yang kita cintai layaknya kehidupan normal yang dimiliki oleh orang-orang yang ada di sekitar kita." saat Khan mengatakan hal tersebut, dia ingat nasehat dari daddy Gao.
"Nikmatilah masa mudamu hingga kau benar-benar merasa tidak ada yang kurang di dalam masa mudamu namun jangan sampai kau merusak diri, jangan menciptakan kerugian untuk keluargamu atau membuat malu mereka. Cukup buat masa mudamu berwarna dan buatlah Kapuas untuk pergi kemanapun dan melakukan apapun dan setelah menikah yakinlah tahu akan sampai pada titik jenuh dan lelah mengingat masa mudamu sehingga kau berfikir kau ingin fokus menjadi seorang suami seorang ayah dan seorang laki-laki yang bekerja keras untuk keluargamu." Bola mata daddy Gao nya kalau itu menatapnya begitu hangat dan juga penuh dengan nasehat bijak seorang ayah kepada putranya.
Orang tua Khan tipe kalau orang tua yang benar-benar membebaskan putra-putrinya untuk melakukan apapun namun dia tetap membelenggu kaki putra-putrinya dengan erat. Jadi istilah adalah daddy dan mommy mereka memberikan kebebasan pada putra dan putrinya namun dia tetap mengikatnya dalam beberapa aturan. Mereka tidak pernah memberikan larangan ini dan itu namun tetap dibawa sebuah pengawasan dan juga aturan tentang norma dan juga tata krama. Karena itu dia merasa orang tuanya tidak pernah gagal mendidik mereka bertiga hingga hari ini.
Meskipun Khan dibebaskan untuk menikmati dunia malam, hidup dalam ruang lingkup mafia tapi daddy nya selalu mengawasinya dengan mata elang laki-laki tersebut, satu peringatan yang selalu dikatakan oleh daddy dan mommy nya.
"Kau boleh berpetualang dari satu perempuan ke perempuan yang lainnya tapi ingat jangan merusak anak perawan orang lain tapi kau membelinya karena memang itu adalah pekerjaan mereka." Daddy Gao bicara memperingati dirinya.
"Kamu boleh hidup di dunia mafia tapi ingat Khan, jangan pernah kau menyentuh sedikitpun obat-obatan terlarang, karena mereka seperti candu yang akan membawamu merasakan betapa nikmatnya surga sementara namun kemudian hal itu akan menjerumuskanmu dan menjatuhkanmu hingga membuatmu hancur berantakan dan merusak seluruh organ tubuhmu kemudian kau akan ditinggalkan oleh orang-orang yang kau cintai secara perlahan." Dan mommy Ayana nya selalu memperingatinya akan hal tersebut.
"Jika kau tertangkap karena kasus narkoba atau benda terlarang lainnya, Maka jangan bermimpi mommy mau untuk menjual satupun aset berharga atau mengeluarkan satu sen pun uang untuk menebus kamu dipenjara. Dan mommy pastikan kau tidak bisa berdiri dengan gadis manapun kecuali dengan istri mu sendiri."
Kedua orang tua nya memang begitu lembut dalam mendidik dan tidak pernah memukul mereka atau membentak mereka namun peringatan yang diberikan jelas tidak main-main, kedua orang tuanya tidak akan pernah mau menggelontorkan dana untuk membebaskan anak-anak mereka dari jeratan hukum yang berlaku seandainya dirinya terlibat pada kasus obat terlarang atau melecehkan perempuan.
Karena itu hingga hari ini, meskipun dia hidup di naungan dunia kelam dia tidak pernah menyentuh dua hal tersebut didalam hidup nya. Jangankan untuk menyentuh gadis perawan, menyentuh perempuan penjual harga diri saja dia gagal. Orientasi seksual nya bermasalah sesuai dengan ucapan mommy nya.
Namun Khan cukup bersyukur, karena hal itu dia terhindar dari yang nama nya urusan perempuan, jika tidak dia cukup takut memiliki permasalahan dengan yang nama nya perempuan setelah mereka menikah.
Khan belum menjawab ucapan sepupunya tersebut dia terlihat diam untuk beberapa waktu.
"aku pikir kau cukup masih muda untuk keluar dari semua hal." Lanjut Nyx lagi.
Khan terdengar menghela nafas yang sejenak kemudian dia berkata.
"ini sebenarnya bukan tentang uang, perusahaan sudah memberikan aku uang, dan aku mulai masuk pada fase titik jenuh terus bermain-main dengan hal-hal yang mengancamnya, ini lebih tepatnya bukan soal nyawaku tapi yang aku pikirkan adalah keselamatan istriku, Nyx." dan ketika Tuhan berkata seperti itu Nyx terlihat dia membisu dan tidak membalas ucapan dari sepupunya tersebut.
"Aku sedang merancang masa depan dan sedang menimbang semuanya saat ini, Mari selesaikan satu misi terakhir dan mari menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi pada istriku dan juga Alex di masa lalu." Lanjut Khan kemudian di mana tatapan bola matanya terus menatap lurus ke arah depan untuk waktu yang cukup lama.
"Aku pikir kau harus memikirkan ulang semuanya Khan, dua tiga kali sebelum memutuskan untuk berhenti." dan Nyx mencoba untuk memperingati sepupunya tersebut.
"Perasaanmu itu hanya perasaan cinta yang menggebu sesaat, aku pernah merasakannya pada fase itu ketika menikah dengan mommy J, hanya bertahan beberapa waktu kemudian menghilang ditelan angin, itu bukan cinta tapi lebih tepatnya seperti sebuah nafsu semata."
Khan belum menjawab ucapan dari sepupunya tersebut dia masih membiarkan pandangan yang menetap ke arah jalanan yang ada di bawah sana di mana dia melihat berbagai macam kendaraan seolah-olah hanya sekecil mainan.
"Mungkin ini terdengar gila Nyx." dan kini dia mulai kembali membuka suaranya.
"Tapi aku terus mengalami mimpi berulang seolah-olah aku berusaha untuk menghidupkan istriku kembali sebanyak ribuan kali di mana aku berpikir dia tiba-tiba pergi meninggalkanku dari muka bumi ini." Ucap Khan kemudian pada sepupunya tersebut.
"Dan saat kematian itu datang, Bukankah kamu sudah tahu bagaimana rasanya?." Lanjut Khan lagi.