
Zoya berteriak sekuat tenaga saat dia sadar seseorang mencengkeram dirinya, menangkap nya dan mencoba menyeretnya menjauh dari posisi nya semula.
"Kau....no...." Dia sekuat tenaga mencoba untuk melindungi dirinya sendiri, memberontak sekuat tenaga dalam ketakutan penuh.
Zoya lupa membawa pistol dan juga handphonenya, dia tidak tahu bagaimana cara untuk melindungi dirinya, seharusnya dia berlatih bela diri lebih cepat seperti yang di sarankan oleh Ashley pada dirinya tempo hari.
"Baji_ngan, lepaskan...," Zoya sekuat tenaga mencoba untuk melepaskan dirinya, dia mencoba menerjang laki-laki tersebut dan berusaha untuk membuat dirinya selamat dari cengkraman laki-laki itu.
Nyatanya sekuat apapun dia melakukan nya, laki-laki tersebut tetap jauh lebih kuat dari nya, berkali-kali dia berusaha untuk melarikan diri berkali-kali pula laki-laki itu mendapatkannya dan menjatuhkannya berkali-kali pula.
Tubuhnya bahkan di kunci dan dia diseret, bisa dia rasakan seluruh tubuhnya mengalami luka-luka dan lecet karena diseret oleh laki-laki tersebut menuju ke satu tempat di ujung sana. Hingga pada akhirnya,
"Aku pikir kau tidak akan mengenali ku huh." Laki-laki tersebut bicara terkekeh, dia menahan kedua tangan Zoya dibelakang dan dia berbisik di balik telinga kanan Zoya dari arah belakang, laki-laki tersebut rupanya menyeret Zoya menuju ke arah rumah yang tidak berpenghuni. Berniat buruk untuk melakukan hal tidak senonoh padanya.
"Kau pikir aku tidak tahu?, aku akan bicara pada Laura dan hmmpppp," Zoya baru akan bicara jika laki-laki tersebut adalah anak buah kekasih gelap saudara tirinya, salah satu orang bawahan Ford tapi mulutnya langsung di tutup dengan erat oleh laki-laki tersebut dengan cepat.
"Ssttttt." Laki-laki tersebut berbisik saat mereka mendengar langkah kaki seseorang bergerak di depan sana.
Zoya bisa melihat dari kegelapan siapa yang ada di depan sana. Itu kekasih gelap kakak nya, laki-laki itu seolah-olah mencari keberadaan mereka, tapi kenapa laki-laki tersebut menutup mulutnya dan tidak ingin m nemui tuan nya?. Zoya pikir artinya laki-laki yang menangkap nya tersebut pasti bekerja di belakang tuannya, dia bergerak tanpa diketahui tuannya.
Bola matanya masih bisa menatap ke arah sosok kekasih gelap kakak nya tersebut, mencoba menahan tangisan nya dan berharap bisa lepas dari keadaan.
Nyatanya sang kekasih gelap kakak nya tidak berhasil menemukan mereka, bergerak berlalu dari sana, laki-laki dibelakang nya menunggu cukup lama hingga akhirnya laki-laki tersebut membanting tulangnya ke lantai dan.
Zoya masih berusaha untuk kabur, mencoba meraih apapun untuk memukul laki-laki tersebut di gudang gelap tanpa penerangan, hanya mengandalkan cahaya rembulan di atas sana dari atap yang sudah tidak sempurna.Dia meraih kayu dan berusaha memukul nya. Tapi tenaganya jelas jauh lebih kecil dari laki-laki tersebut.
Baji_ngan itu bahkan tidak segan memukul balik dirinya.
prakkkk.
"Akhhhhh mom..." Seketika Zoya menjerit histeris saat pukulan menghantam dirinya tepat di belakang punggung nya, dia tersungkur dan laki-laki tersebut menarik kakinya, menyeret nya kembali kedalam dan memaksa untuk membuka pakaian nya.
No, no, please.... seseorang bantu aku.
Zoya sekuat tenaga mencoba melindungi dirinya ditengah ketidakberdayaan nya, tenaga nya menghilang dan dia nyaris tidak bisa mengeluarkan suaranya lagi.