King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Jelang makan malam bersama



Masih di mansion utama Khan dan Ashley,


Ruang makan.


"Aku pikir kita bisa memeriksa keadaan mu, besok." Khan bicara kepada istrinya dan memastikan mereka akan pergi ke dokter besok untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi kepada Ashley.


Meskipun sebenarnya laki-laki tersebut agak bingung bagaimana bisa dia yang merasa sakit dan merasa mual tapi kenapa istrinya yang harus diperiksa besok, namun di dalam jutaan pertanyaan yang ada di dalam kepalanya pada akhirnya seorang dokter tetap saja seorang dokter dan mereka tetap saja benar sedangkan dirinya yang orang awam tetap saja salah, dia mana pernah boleh diizinkan untuk protes atas diagnosa yang diberikan oleh dokter.


mendengar ucapan dari suaminya membuat Ashley mengembangkan senyumannya, perempuan itu menganggukkan kepalanya dengan cepat sembari dia sibuk meletakkan berbagai macam piring, mangkok, sendok, garpu dan juga pisau ke atas meja. tidak lama lagi akan menjadi waktu makan malam bersama antara dirinya, Khan, Ford dan Zoya. karena itu dia telah menyiapkan semuanya dengan detail dan cepat.


"He em, aku pikir bukan masalah dan kita bisa pergi besok, sayang." Ashley menjawab dengan ucapan suaminya.


Khan ikut menganggukan kepalanya dengan cepat di mana kini dia mencoba untuk membantu istrinya, namun percayalah sebelum sang istrinya mengeluarkan seluruh isi makanan laki-laki itu selalu berpesan agar jangan memberikan beberapa menu makanan yang tidak dia sukai aromanya, karena jika tidak dia bisa mengacaukan makan malam mereka semua, bisa-bisa laki-laki tersebut memuntahkan isi perutnya tanpa berpikir dua tiga kali.


Mereka pernikahan fokus menyiapkan berbagai macam menu makan malam sebagai menunggu kehadiran Ford dan Zoya, terkadang laki-laki tersebut mencoba untuk menggoda istrinya menghabiskan waktu sebelum kamu datang ke tempat mereka.


Ditengah keadaan yang terjadi pada mereka sejenak kembalikan memikirkan soal istrinya dan juga hubungan-hubungan istrinya dengan beberapa orang termasuk dengan Zoya.


Apa dia bilang? bukankah istrinya selalu memperlakukan gadis tersebut dengan cara yang sangat luar biasa, Ashley tidak pernah respect dengan siapapun bahkan perempuan manapun tapi dengan Zoya jelas terlihat sangat berbeda, Ashley bahkan mengundang gadis tersebut untuk mengikuti sesi makan malam dan juga tidur di kediaman mereka.


Khan berusaha untuk menepis berbagai macam pemikiran yang ada di dalam hatinya untuk beberapa waktu, di mana dia kembali berusaha untuk memfokuskan dirinya dalam membenahi meja dan juga mengeluarkan beberapa menu makanan yang ada di dalam lemari kitchen set dan oven.


Setelah mereka selesai menyiapkan semuanya di atas meja makan tidak lama kemudian bel pintu rumah terdengar.


"aku rasa itu mereka," Ashley bicara dengan cepat kepada suaminya kemudian dia bergerak menuju ke arah luar mencoba untuk menyambut kedatangan kedua orang tersebut dengan cepat.


Dan begitu tiba di depan pintu masuk keluar Ashley berusaha untuk mengintip siapa yang datang dan memastikan jika itu benar-benar Zoya dan juga Ford, dan begitu dia menghindar jelas saja perempuan itu mengembangkan senyumannya karena dia tahu itu benar-benar adalah kedua orang tersebut. Dia buru-buru langsung membuka pintu kediaman mereka dengan siapa kemudian menyambut kedatangan kedua orang tersebut dengan penuh perasaan bahagia.


******


catatan \= Mak Yang tanya kisah lainnya dari yang tertua bisa intip disini ya, ini masih pemula sekali aku corat-coret Mak, masih banyak kesalahan dan penempatan tanda 🤧🤧🤧😭😭😭, tapi berharap pada suka yah Mak.


Cari di be_randa ya Mak



...LANDLESS SKY...


*******


Apa kau tahu? ketika kecil aku,kau atau pun mereka terlahir tanpa dosa kemudian berkelana di dunia ini mencari dan mencoba bertahan hidup dengan cara kita masing-masing.kemudian setelah dewasa aku,kau ataupun mereka menjadi orang kacau yang dipertemukan dalam rute berbeda menuju ke 2 jalan berbeda yang pilihan nya hanya dua "surga atau neraka".dan jangan lupa yang membuat kita berubah adalah mereka yang dewasa lebih dulu, memperebutkan sesuatu untuk kenikmatan sesaat dan mengorbankan yang kecil yang tidak punya kesalahan apa-apa hingga menciptakan badai dalam bencana yang panjang.


satu kali ambisi dapat melupuhkan cinta kemudian mengubah mereka menjadi manusia serakah hingga pada akhirnya dapat membunuh perasaan yang tersisa lantas mengubah semua nya menjadi dendam panjang yang tidak pernah berkesudahan.


"mama....papa...."


teriakkan itu tertahan oleh sebuah tangan besar yang ada dibelakang nya seakan tidak boleh menggema ditengah malam dalam hujan lebat tidak berkesudahan.gadis berpakaian anak SMP itu tidak berani bergerak,orang yang ada dibelakang nya terus membekap mulutnya meminta nya untuk diam dan tidak bergerak.entah ada berapa pasang kaki tampak berlarian kesana kemari mencoba mencari sesuatu sesuai perintah tuannya, mereka hanya mampu mengintip dari celah lubang yang ukurannya tidak lebih dari kelingking bayi yang baru lahir dan berdoa agar tidak ketahuan dan tertangkap disana,jika tidak mungkin nasib buruk juga akan menerjang mereka.


tidak ada tetangga yang mendengar kekacauan ini,selain rumah besar berhalaman luas,tiap ruangan dipasang kaca kedap suara.keluarga kaya raya namun begitu dihormati banyak orang karena kebaikan ayah dan ibunya.gadis itu sejak kecil tidak tinggal di Indonesia,dia tinggal bersama kakek dan nenek dari pihak ayahnya di Amerika dan mengenyam bangku pendidikan disana.sedangkan kakek dan nenek dari pihak ibunya telah lama tiada.saat neneknya meninggal saat dia berusia 10 tahun ayah dan ibunya berencana membawa dia dan kakek nya pulang ke Indonesia,tapi karena kakek nya bersikeras tidak ingin pulang ke Indonesia, akhirnya gadis itu memilih untuk tetap disamping kakeknya dan menyelesaikan secondary school y di Amerika,tapi rupanya takdir berkata lain,2 tahun di secondary school dia lagi-lagi kehilangan kakek nya dan pada akhirnya harus pindah dan sekolah SMP di Indonesia.tapi baru 2 bulan kepulangan nya, tragedi ini terjadi tanpa diduga.


"bereskan semua nya dengan baik,buat sebersih mungkin dan buat beritanya mencuat besok pagi"


suara bariton seorang pria tampak terdengar jelas dari arah depan


"zuu bersihkan tangan mu dari darah itu"


tubuh gadis itu bergetar, bola matanya membulat dan air matanya sejak tadi tidak berhenti turun membasahi wajahnya.sebuah wajah tampak terlihat dari celah lubang itu,dia dapat melihat dengan jelas wajah yang dipanggil pria bersuara bariton itu dan dia tahu siapa laki-laki yang dipanggil zuu itu, meskipun tidak pernah bertemu tapi dia tahu betul siapa laki-laki itu,dan laki-laki itu adalah idola kakaknya yang selalu kakaknya banggakan bahkan banyak informasi soal laki-laki itu terpampang di album notes kakaknya


"kenapa?"


laki-laki yang dipanggil zuu bicara sambil menatap depan kearah depan,tidak jelas terlihat bagaimana raut wajahnya.tapi suaranya terdengar begitu dingin dan tajam.usianya mungkin sekitar 22 tahun


"didunia ini, untuk menjadi seorang penguasa kau harus memilih diantara satu, menggenggam atau digenggam"


laki-laki bernama zuu itu mengepalkan erat tangannya,entah ekspresi apa yang ingin disampaikan nya


"bawa tuan muda pulang,sisa nya kau urus semua Zain"


"baik tuan"


2 orang bertubuh kekar membawa paksa zuu


"anak gadis nya sudah ditemukan?"


mendengar ucapan pria itu, tubuh gadis itu kembali bergetar hebat.dia fikir apakah ini waktunya kematian dia juga setelah orang-orang yang dicintainya? apakah orang yang ada dibelakang nya ini adalah sekutu para penjahat ini?


"mereka bilang telah membawa manyat nya ke taman belakang"


yang ditanya menjawab sambil membungkukkan tubuhnya kearah tuannya


"hmmm,aku ingin tidak ada satu pun yang tersisa dari para pengkhianat ini"


"baik tuan"


dia tidak tahu apa yang terjadi,tapi yang dia tahu semua anggota keluarga nya dibantai tak tersisa malam ini.ayah,ibu,paman,bibi,kakak,adik, keponakan semuanya tewas tak tersisa


kini gadis dengan seragam SMP itu bersembunyi dibalik rerimbunan bunga mawar beraneka warna di ujung malam pekat ketika hujan petir tidak berhenti melanda bersama orang asing yang tidak dia kenal.mereka mengendap-endap pergi disaat semua penjahat itu lengah dengan cara yang luar biasa


sebuah mobil mendekati mereka, orang yang membekap mulutnya tadi melepaskan tangannya dari mulut nya, gadis itu baru melihat sosok orang buang membekap mulutnya itu, seorang wanita seumuran ibunya


tiba-tiba dari dalam mobil muncul seorang anak Laki-laki yang usianya lebih tua beberapa tahun dari gadis itu, tubuhnya ditutupi jaket bulu-bulu dan kepalanya ditutupi topi tapi terlihat jelas wajah anak laki-laki itu tampak terluka di beberapa tempat


seketika gadis itu ingat dia mencoba untuk melarikan diri, disini dia bingung harus melakukan apa, dia fikir dia harus kembali kerumahnya dia fikir bisa jadi masih bada harapan yang tersisa didalam sana, setelah itu satu-satunya cara adalah menghubungi polisi untuk melaporkan semua kejadian itu.dia tampak panik,dia menangis sesenggukan,dia kehilangan semua keluarga nya


"apa yang kau lakukan,nak?"


"lepaskan, lepaskan"


gadis itu menangis berteriak histeris


ditengah derasnya hujan dan petir dia mulai kehilangan kendali.


"dengarkan aku,aku menyelamatkan nyawamu,kau ingin kembali kedalam dan menyerahkan nyawa mu kepada mereka?"


wanita itu panik dan marah


"semua kelurga ku ada didalam"


dia terus terlihat panik


"mereka sudah mati"


gadis itu mencoba menutupi telinga nya


"tidak,tidakkkkk kau bohong"


"kita adalah orang yang sama,kau lihat bocah ini? dia putra ku,kau Fikir apa yang terjadi pada kami? sama,kita mengalami hal yang sama"


wanita itu bicara penuh kemarahan


"kau berhadapan dengan orang berkuasa di negara kita,kau ingin melaporkan semua nya pada polisi?kau sama saja ingin cari mati nak,siapa yang akan mendengarkan cerita seorang anak gadis dari pengusaha yang di cap penipu dan pembohong? ayah mu dijebak,ditipu dan dibohongi oleh mereka, keluarga mu ditempat kan dalam posisi untuk menyelamatkan para penguasa lainnya, begitu juga suami ku dan keluarga ku"


gadis itu tercekat,dia kehilangan kata-kata nya


"apa?"


"kau tidak membaca koran nak? ayah mu telah menggelapkan dana triliunan rupiah,ayah mu mencuri proyek,ayah mu membunuh para pekerja proyek perusahaan dan ayahmu juga telah menandatangani kontrak hutang triliunan rupiah dengan memalsukan tanda tangan pemilik perusahaan"


gadis itu terduduk lemas,air matanya jatuh tak terhentikan


"tidak mungkin,ayah ku tidak seperti itu.bahakn seekor nyamuk pun dia tidak mampu membunuh nya, bagaimana mungkin ayah ku bisa membunuh para pekerja,bahkan saat kakak bilang untuk memberi tips kepada pekerja kantor pemerintahan untuk mengurus kartu tanda pengenal ku ayah bilang itu tidak baik,Baa...bagaimana mungkin ayah ku melakukan hal sebesar itu"


"orang-orang berkuasa mampu melakukan nya"


"kita harus pergi sekarang,hanya kau yang tersisa jika kamu kembali itu artinya kamu menyia-nyiakan kesempatan ini."


gadis itu masih tampak Bingung,dia terus menangis dan berharap kejadian malam ini hanya mimpi buruknya saja


"aku harus kembali,bibi Ayo kita laporkan semua nya pada polisi"


dia terus berteriak panik


wanita itu berusaha menahan tubuh gadis itu


"kita harus pergi,kau dan aku ditempat kan pada posisi yang sama,kita harus pergi,jangan bodoh dan mati dalam ke sia-siakan"


"bagaimana aku hidup,bagaimana aku bisa hidup..."


suara gadis itu mulai serak dan menghilang dia terduduk lemas dilantai


"kami dan kau masih bisa membalaskan dendam atas kematian keluarga kita satu persatu pada mereka,tapi jika kau kembali sekarang aku jamin nak kamu juga akan ikut mati sia-sia"


gadis itu menatap wajah wanita itu sambil terus mengeluarkan air matanya


wanita itu mengulurkan tangannya


"percaya lah pada ku,kita harus pergi sekarang sejauh-jauhnya dari negara ini untuk sementara waktu"


gadis itu menatap wajah wanita itu, kemudian pandangan nya menuju ke bocah laki-laki tadi,bocah itu mengangguk kan kepalanya pelan.gadis itu kembali menatap tangan wanita itu,ditengah kekacauan, perasaan hancur,takut, marah,benci dan dendam dia membalas uluran tangan wanita itu secara berlahan


*****


Maret 2021


Bandara Soekarno Hatta


Jakarta


Sore


Langkah kaki gadis berhenti sejenak, pandangan matanya mengedar kearah depan dia mencoba mencari sosok yang dia rindukan selama 2 bulan ini.beberapa pasang mata melirik kearah gadis itu, mereka menatap kagum dengan sosok gadis itu dari ujung kaki hingga ujung kepala.wajah cantik yang disapu polesan make up halus tidak berlebih dengan rambut panjang bergelombang nya tampak terawat dengan baik, kuku-kuku nya tampak rapi dan indah, kulit nya tidak terlalu putih bagaikan porselen tapi bukan juga gelap atau langsat.saat gadis itu membuka kaca mata nya tampak bola mata berwarna coklat gelap itu terus mengedarkan pandangannya,bulu mata indah tampak berkedip Beberapa kali.


dia kembali menarik koper ukuran sedang milik nya menuju kearah ruang tunggu bandara Soekarno Hatta,dia tidak mengenal siapapun sosok orang-orang disekitarnya karena itu dia mulai sedikit gelisah.


gadis itu mencoba mencari sesuatu didalam tasnya, tiba-tiba seseorang menabrak tubuhnya.gadis itu tersentak kaget, handphone yang ada ditangannya terjatuh seketika


braakkkk


kedua pasang manik mata saling bertemu dan bertatap sejenak, seorang laki-laki rupawan bak dewa tampak mematung menatap dirinya


"bisakah anda lebih hati-hati tuan?"


gadis itu tampak kesal, mengambil handphone nya cepat kemudian memeriksa nya


"bukankah nona yang menabrak saya? harus nya nona meminta maaf"


suara laki-laki itu tampak dingin dan angkuh


banyak pasang mata menatap mereka, para petugas bandara tampak kaget, beberapa security dan polisi ingin mendekat tapi tangan laki-laki itu tampak mencoba menghentikan


gadis itu tertawa mengejek kemudian matanya mendongak keatas


"kalau tuan sedikit kurang kerjaan dan punya pengaruh penting di negara ini,tuan bisa memeriksa nya di ruang cctv dan melihat siapa yang salah di antara kita"


gadis itu bicara sambil menunjuk beberapa titik cctv bandara


laki-laki itu tersenyum angkuh


"ini lucu sekali"


dengusnya


"orang kaya memang tidak pernah mau mengalah"


gadis itu malas berdebat


"bukankah Anda sama"


laki-laki itu berkata tetap dengan nada dingin


mata gadis itu menatap tajam mata laki-laki itu


"tidak, kita bukan orang yang sama"


"seperti nya anda tampak tidak senang melihat diri ku, apakah kita saling mengenal sebelumnya?"


laki-laki itu terus memberikan pertanyaan


"aku tidak beruntung jika pernah bertemu anda sebelumnya bahkan sesudah hari ini"


rahang laki-laki itu mengeras,dia fikir belum pernah ada perempuan yang memperlakukan dirinya seperti ini dalam seumur hidupnya


"siapa nama mu?"


gadis itu tertawa sedikit mengejek


"itu gaya lama seseorang ketika ingin mengenal gadis yang baru dia temui"


setelah berkata begitu dia segera membalikkan tubuhnya


laki-laki itu tampak diam,dia kemudian berkata


"kita akan bertemu lagi,nona"


gadis itu menghentikan langkahnya, kemudian berbalik


"maka kesialan menghampiri ku"


setelah berkata begitu dia kembali memutar tubuhnya, kemudian tampak sebuah wajah berjalan mendekati perempuan itu.wajah penuh kebencian dari perempuan itu tiba-tiba menghilang berganti dengan kerinduan


"apa semua baik-baik saja sayang? Bii?"


laki-laki itu bertanya sambil mengerutkan dahinya, kemudian dia menatap laki-laki yang ada di ujung sana, sejenak mata mereka beradu pandang


perempuan yang dipanggil Bii menaikkan bahunya pelan


"bukan hal penting,kenapa kamu terlambat alan?"


tanyanya kemudian


laki-laki dihadapan nya itu merentangkan tangannya, kemudian memeluk erat tubuh perempuan itu


"ada sedikit pekerjaan, hmmm aku snagat merindukan mu sayang"


laki-laki yang perempuan itu tabrak menatap dingin kearah dua orang itu sekilas, kemudian dia melangkah ke arah yang berbeda


"cari tahu soal gadis itu"


dia bicara dengan pria yang ada disampingnya


pria itu diam sejenak, dia tahu betul jika bos-nya sudah berkata begitu maka sesuatu yang buruk akan terjadi


"berikan informasi soal gadis itu dalam 1*24 jam"


"baik, tuan"


*******


Sudah berapa musim berlalu juga berapa lama waktu untuk menata perasaan benci yang mencabik-cabik hati telah di lewati, tidak akan ada yang tahu seberapa berat perjuangan diri mengubah karakter baik menjadi buruk dan mengubah karakter takut menjadi lebih berani, pongah dan penuh kebencian.


Bahkan jika ku cabik-cabik jantung mu dengan belati,atau bahkan ku hujani kalian terutama kau dan dirinya dengan jutaan kepingan amunisi diri ini tidak akan pernah kembali seperti dulu,dan orang-orang yang aku cintai itu tidak akan kembali


Pertengahan Desember 2012


10 hari sebelum Natal


07.25 am


Sebelum jam masuk sekolah


"anak Baru kata nya"


"belum 1 Minggu disini"


"bukankah wajah nya sangat manis?"


"dia cantik, bukan manis"


"kau iri dengan kapasitas kecantikan nya?"


"apaan sih"


"kelas mana?"


grasak-grusuk suara manusia memenuhi tiap denting waktu di gedung penjuru sekolah, gadis itu sedikit malu ketika banyak pasang mata menatap wajahnya.baru 10 hari berada di kelas ini membuat nya hampir menjadi artis yang mampu mencuat kan berita naik hingga ke permukaan tanpa henti,dia tidak berharap orang-orang terlalu mengenal nya karena itu membuat dirinya menjadi tidak nyaman


"dia anak dari mana? ayah nya pasti bukan orang biasa"


"seperti nya anak pejabat dari Kedubes atau pengusaha"


"apakah ada gosip baru yang aku lewati?"


suara lembut seorang anak laki-laki menggema di sepanjang ruangan kelas, tidak dipungkiri membuat semua mata memandang telah menebak pasti siapa yang datang


"ishhh kau sudah 2 Minggu tidak masuk sekolah, William"


seorang gadis cantik bicara cepat dengan nada kesal,tapi gadis lainnya tampak bersemangat dan senang dengan kehadiran anak laki-laki itu


anak laki-laki yang dipanggil William menolak ke arah kanannya, keningnya berkerut seketika menyadari ada sosok asing dikelas mereka itu


"anak baru?"


William bertanya entah kepada siapa kemudian melangkah ke arah gadis itu


gadis itu sejenak menoleh,netra mereka saling beradu.seketika William terkesima,dia fikir bukankah gadis itu cantik? dia mengembangkan senyumnya berusaha untuk menyapa


"hei hei Will, tunggu dulu"


suara seorang bocah membuyarkan perasaannya dan niatnya, sahabatnya itu merangkul cepat tubuhnya kemudian berkata


"kau harus menjelaskan kenapa menghilang dalam 2 Minggu ini? kemana kau pergi huh?"


lanjut seorang nya lagi


beberapa sosok anak laki-laki berkumpul mengelilingi dirinya, mata William Masih tertuju pada gadis itu tapi gadis itu sama sekali tidak mempedulikan nya


"Valen,ibu Anna memanggil mu"


suara bariton seorang pria terdengar dari balik pintu depan kelas


gadis itu Valen mengangguk pelan kemudian beranjak pergi meninggalkan ruangan kelas


"ah jadi namanya Valen"


laki-laki itu bicara dalam hati


"berdiri"


suara ketua kelas tampak menggema di seluruh ruangan kelas menandakan jika waktunya untuk kembali ke aktivitas normal sehari-hari seperti biasanya


******


tidak ada yang tahu dia putri siapa,seakan keluarga nya menutupi identitasnya? katanya sih dari Amerika, bukankah itu elite? kenapa kembali keindonesia?


tidak heran sebagian anak kadang menutupi identitas mereka karena takut pengaruh orang tua dapat memperburuk pandangan murid lainnya, William fikir sudut pemikiran keluarga dan gadis itu cukup sama dengan sudut pemikiran mereka


"hei"


William bicara cepat mengejar langkah kecil gadis itu


sejenak gadis itu berhenti kemudian mengerutkan keningnya


"ya?"


"William,kau bisa memanggilku Will"


gadis itu berfikir sejenak


"siapa nama mu?"


"kenapa kamu terus mengikuti ku?"


alih-alih menjawab, gadis itu malah balik bertanya


Will terkekeh,dia fikir belum pernah ditolak sebelumnya.apa pesona nya tidak baik dimata gadis itu fikir nya


"mau aku antar?".


gadis itu diam, kemudian menjawab


"kau mungkin salah mengajak orang"


ucap nya lembut


tidak lama sesuatu bergetar di balik tasnya, cepat-cepat gadis itu mengangkat nya


"kau membawa ponsel ke sekolah?"


laki-laki itu bertanya terkejut


gadis itu tampak tidak peduli


"yah kak?"


dia bicara beberapa saat dari balik ponselnya, tidak lama dia menutup panggilan nya


"aku akan menyimpan nomor mu"


Will bicara lagi kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku celananya


valen menatap wajah will sejenak


"kamu type yang tidak gampang menyerah"


Will terbahak


"aku fikir kau cukup menarik"


tanpa mempedulikan kata-kata Will gadis itu terus melanjutkan langkahnya.mereka berjalan melintasi gerbang belakang sekolah, valen sengaja menunggu semua lautan manusia menghilang dari sekolah agar tidak membuat dirinya tampak mencolok diantara semua murid sekolah.dia pergi sejauh beberapa ratus meter menjauhi gedung sekolah dan menutupi pakaiannya dengan jaket panjang


"mau aku antar?"


Will bertanya kembali kemudian menghentikan langkahnya


valen ikut menghentikan langkahnya, kemudian sebuah mobil Mercedes Benz berwarna merah berhenti tepat dihadapan nya,pintu terbuka dengan lebar


valen menggeleng pelan tidak ada sikap sombong dibalik wajahnya,dia menyatukan 2 telapak tangan nya kemudian menundukkan kepalanya


"maaf"


dia menolak halus ajakan Will


"jangan bicara kan soal ini dengan mereka,aku tidak suka tampak dibedakan"


setelah berkata begitu valen tersenyum ramah


valen naik kemobil itu kemudian berlahan mobil itu meninggalkan William seorang diri


"bukankah dia begitu unik?"


William bicara pelan sambil mengangkat bibirnya


sebuah mobil Mercedes Benz berwarna hitam gelap berhenti tepat dihadapan nya, seorang laki-laki berusia sekitar 22-23 tahun dengan mata seperti elang dan rahang wajah tegas membuka cepat pintu mobilnya.wajah tampan bak dewa Yunani itu menatap wajah William sejenak


"ada apa?"


tanyanya kemudian saat menyadari pandangan William tampak terus menatap kedepan menatap mobil dengan merek yang sama namun dengan model yang berbeda dengan milik nya melaju halus kearah entah ke arah mana


"paman melihat nya? gadis cantik yang naik mobil Mercedes Benz tadi?"


tanyanya pelan kemudian naik ke dalam mobil


laki-laki yang dipanggil paman itu menaikkan bahunya


"tidak"


"karakter nya seperti paman,tapi aku rasa kalian tidak akan akur jika bersama.gadis itu benar-benar type ku"


laki-laki dewasa itu menyeringai mengejek


"lalu?"


dia bertanya sambil melajukan mobilnya


"jatuh cinta pada pandangan pertama"


Will bicara sambil menutup pelan kedua bola matanya


laki-laki itu mengejek lagi lalu berkata


"jangan jatuh cinta,karena manusia yang jatuh cinta akan ceroboh pada waktunya "


William terkekeh


"ya ya aku tahu paman tidak akan pernah jatuh cinta,tapi yakinlah kau akan jatuh cinta begitu pertama kali melihat dirinya, karena dia benar-benar berbeda.dan jika itu terjadi maka aku pastikan untuk tidak mengalah"


yang dipanggil paman menekan pelan pelipisnya,dia fikir kadang keponakan nya ini benar-benar membuat nya kehilangan kata-kata


kemudian mereka larut dalam keheningan panjang, laki-laki yang dipanggil paman itu menaikkan tangan kanannya dan menyentuh pelan bibirnya sedangkan tangan kirinya tetap sibuk dengan kegiatan menyetir nya, fikiran nya menerawang jauh entah kemana.dia tidak peduli ocehan keponakan nya itu,yang dia fikirkan saat ini seperti benang kusut yang tengah dia gulung melewati jalan berputar yang semakin rumit,dia seperti menghadapi situasi besar dan berat tanpa ada solusinya.


*****


8 tahun sebelumnya


1minggu sebelum Natal


Desember 2012


Makan malam


08.00 PM


Dentingan suara jam menunjukkan pukul 08.00 malam, semua anggota keluarga berada di ruang tamu menunggu kedatangan tuan rumah utama untuk melaksanakan kegiatan makan malam seperti biasanya


"sepertinya papa akan telat lagi"


seorang laki-laki kecil berusia 8 tahunan bicara sambil matanya terus menatap ke arah tv


"sejak proyek itu berjalan,kakak selalu kembali terlambat bahkan kadang pulang cukup larut malam"


wanita berusia 45 tahunan bicara pelan ke arah seorang laki-laki berusia 45tahunan, Mereka pasangan suami istri,dimana yang wanita adalah adik kandung papa Valen Tante kandung nya


Valen sibuk berkutat dengan buku pelajaran nya, sesekali dia membalikkan halaman bukunya kebelakang kemudian membalikkan nya kembali ke arah dua halaman depan.wanita berumur sekitar 40 tahunan itu mengerutkan dahinya sejenak saat melihat gadis itu tampak membolak-balik kan halaman buku dengan perasaan bimbang


"apakah ada kesulitan, sayang?"


Wanita itu bertanya sambil mendekati Valen


"ma bukankah halamannya sama? kenapa penerbit mencetak nya 2 kali?"


valen mendongakkan kepalanya sambil bertanya pada wanita yang dia panggil mama itu


mama nya tersenyum kecil, kemudian mengelus pelan rambut Valen


"bukankah kita manusia biasa? terkadang kita membuat kesalahan tanpa disengaja"


Valen menatap bola mata mama nya dalam, kemudian tersenyum


"hmm mama benar"


"apa aku terlambat?"


tiba-tiba suara seorang laki-laki berusia 20 tahunan terdengar dari arah depan,masuk ke dalam rumah melepaskan sepatu nya dan meninggal kan begitu saja di lantai kemudian dia melepaskan jaket nya dan menggantungnya di gantungan khusus jaket yang terletak di samping pintu masuk


"aish aku fikir kita terlambat Andi"


seorang gadis seusia laki-laki itu kemudian muncul dari arah belakang bicara sambil mengibaskan rambutnya


laki-laki itu merapikan rambut gadis itu cepat, kemudian menurunkan 2 tas yang ada ditangannya


Valen tersenyum senang


"tidak,papa belum sampai"


Valen menjawab cepat kemudian beranjak dari tempat belajar nya kemudian dengan cepat memeluk laki-laki dan perempuan itu bergantian yang perempuan tidak lain adalah kakak kandungnya


"Bik Ina ambilkan handuk"


mama Valen berkata cepat pada asisten rumah tangga mereka yang tengah menata meja makan


"kenapa tidak minta jemput pak iman?"


dia bertanya lembut pada andi sambil membantu merapikan sepatu putri nya itu


"pasti berhenti di ujung halaman lagi, kebiasaan kalian itu yah"


Tante nya keluar dari arah dapur bicara sambil menggelengkan kepalanya, pertanyaan Tante nya merupakan jawaban yang tepat atas pertanyaan mamanya itu


"bukankah seharusnya kakak dan kak Andi masih di Djogja? "


dia bertanya kemudian membantu gadis itu melepaskan jaket nya


"rasanya mati jika tidak pulang segera,ini hari ulang tahun mu,dia memaksa pulang membawa hadiah"


laki-laki yang dipanggil Andi menjawab cepat sambil melirik ke arah gadis yang ada dihadapannya itu penuh cinta


Valen membulat kan matanya


gadis yang dipandang nya tampak melotot


"kenapa kau mengatakan nya lebih awal, bukankah ini harus nya jadi kejutan"


"ya Tuhan"


Andi menepuk jidatnya


"maafkan aku Elle,aku kebablasan"


seisi ruangan tertawa,gadis yang di panggil elle tampak cemberut


Valen tampak berkaca-kaca


"ini kado paling indah yang pernah aku dapatkan"


"kan cengeng nya mulai datang"


bocah laki-laki yang sejak tadi menonton tv akhirnya angkat bicara


"kakak mu lebih cengeng dari mu,ric"


seisi ruangan kembali tertawa,Elle tampak memonyongkan bibirnya


"istirahat lah dulu di sofa selagi menunggu ayah kalian datang"


bibi Valen bicara sambil merapikan barang-barang Valen yang berserakan


"bukankah liburan nya masih lama,kita bisa merayakan nya bersamaan acara tukar cincin kalian nanti?"


Paman mereka bicara keluar dari dapur sambil membawa 2 piring buahan


Elle memeluk hangat paman nya, kemudian mencomot buah apel yang ada di atas piring


"sudah ku katakan seperti itu,tapi dia bilang takut tidak dapat melaksanakan nya nanti"


Andi menjawab cepat kemudian ikut menghampiri paman mereka dan memeluk nya


"memang nya kita akan meninggalkan Valen sendirian disaat pesta tukar cincin nanti?"


ibu nya menggelang pelan kepalanya sambil menerima 2 buah handuk dari tangan bik Ina


"dia mau di tinggalkan sendirian apa dirumah? ngomong kok suka aneh-aneh"


Tante nya menimpali


tidak tahu kenapa Elle merasa gelisah beberapa waktu ini, kadang kegelisahan itu datang tanpa bisa dihindari


"tidak tahu, selama beberapa hari Elle suka bicara ngelantur"


helaan nafas panjang Andi terdengar dalam


"biasa,itu efek mendekati hari H jadi kalau bicara ya ngelantur saja kemana-mana"


mama Valen bicara sambil mengingat masa muda mereka


"ma biar aku yang kering kan"


Valen bicara membuyarkan lamunan mamanya kemudian dengan cepat meminta Kakak nya duduk di atas kursi


"nanti buka kado nya setelah makan malam saja"


seketika tangan Elle memberikan paper bag ukuran besar pada adiknya itu


"apa aku terlambat?"


terdengar suara bariton seorang pria dari arah balik pintu


semua menoleh


Elle melirik jam di dinding,pukul 09.05 PM


"cukup terlambat papa"


"kalian sudah pulang sayang?".


wajah pria itu tampak sedikit terkejut saat mengetahui anak sulung nya telah pulang


seketika ayah dan anak itu saling berpelukan, kemudian mereka berpelukan bergantian


kehangatan ini jangan terhenti,aku mohon tuhan!


ketika darah segar mengalir dimana-mana dan orang-orang menghilang bersama bayangan mereka dan beberapa hantaman keras memukul wajah dan tubuhnya,dia sadar jika kehangatan itu benar-benar telah sirna tanpa seizin nya.alih-alih berharap semua hanya mimpi,tapi rupanya semuanya adalah kenyataan yang tak tersisa


"sayang,bangun"


tidak ini bukan mimpi,jangan bangunkan diriku saat ini


"sayang,kau baik-baik saja?"


bola mata Bii terbuka lebar, keringat dingin membasahi seluruh wajah dan tubuhnya dia menatap nanar ke arah depan,tampak sesosok wajah tampan yang menemani nya selama 8 tahun ini menatap nya dengan pandangan khawatir.dan 8 tahun ini pun semua mimpi itu tidak pernah hilang dari hidup nya


"apa kau baik-baik saja?"


tangan lembutnya mengelus hangat wajah gadis itu


gadis itu tidak bersuara,tidak menangis bahkan tidak menjerit ketakutan.baginya dia telah mulai terbiasa dengan mimpi-mimpi itu yang tidak pernah menghilang


kemudian laki-laki itu mengangkat pelan tubuh bii dan memeluk erat tubuhnya.gadis itu memegang lembut tubuh laki-laki itu tanpa ekspresi


"semua akan baik-baik saja, percayalah"