
Disisi lain.
Laura yang sudah memberikan minuman pada Nyx bergerak menjauhi laki-laki tersebut, dia bergerak menuju ke arah tempat berbeda dan mencoba untuk mencari keberadaan para tim nya di antara semua tamu undangan, sembari memegang sebuah gelas minuman yang baru saja diambil kembali dari salah satu pelayan yang membawa nampan berisi minuman perempuan itu menghabiskan yang ada di tangannya dengan cepat kemudian dia mengatakan gelas tersebut ke arah salah satu pelayan yang bergerak menuju ke arah dirinya di mana pelayan tersebut menyebarkan minuman pada para tamu undangan.
Laura kemudian bergerak akan menuju ke arah lantai atas di mana pada akhirnya dia berpapasan dengan seseorang.
"Dimana dia?," perempuan itu bertanya pada saat yang ada di depannya.
"Khan kembali ke kamar hotel yang di pesan oleh Khan dan istrinya, Ashley akan memimpin pembukaan acara sejenak dan kamu bisa menyelesaikan semuanya pada malam ini juga." Jawab sosok tersebut dengan cepat pada Laura.
Mendengar apa yang diucapkan oleh sosok di hadapan nya tersebut seketika membuat Laura menaikkan ujung bibirnya.
"Itu Bagus, mari melakukan permainan nya dan nikmati semuanya malam ini." jawab Laura kemudian dengan penuh kebahagiaan.
Setelah berkata begitu, perempuan tersebut bergerak naik menuju ke lantai atas, dia sengaja beranjak menjauh untuk melihat pergerakan Ashley dari jauh, setelah itu memastikan dimana posisi Khan dan dia akan pergi menemui laki-laki tersebut seperti rencananya. Dia yakin obat yang dia butuhkan telah bekerja untuk semua orang.
Bola mata gadis tersebut mencari satu sosok lainnya, Nyx. Dia ingin tahu apakah Nyx juga sudah merasakan efek dari obat yang dia berikan.
******
Disisi lain.
Egalita yang mendengar ucapan Nyx masih menatap laki-laki disamping nya tersebut untuk beberapa waktu, mencoba menimbang dengan baik apa yang disampaikan oleh laki-laki tersebut. Sambil menarik pelan nafasnya, gadis itu memejamkan sejenak bola matanya. Kemudian dia membuka kembali bola matanya dan pada akhirnya sejenak tangan gadis tersebut langsung masuk ke dalam lengan laki-laki di samping nya itu secara perlahan.
Nyx yang melihat Egalita memasukkan telapak tangan nya ke lengannya seketika langsung menaikkan ujung bibirnya, dia senang dengan keputusan Egalita. pada akhirnya perjuangan panjang nya tidak berakhir sia-sia. Tapi selain rasa bahagia menghantam dirinya, Nyx tiba-tiba merasakan satu sensasi aneh saat dia mencoba menyentuh permukaan kulit tangan Egalita.
"Ada apa?," Nyx membatin.
Dia mengernyitkan dahinya, agak merasa aneh dengan respon tubuh nya ketika Egalita dan dia saling menyentuh antara satu dengan yang lainnya.
"Aku tidak yakin kamu akan bertahan lama berada di samping ku, Nyx." Egalita membuyarkan pemikiran dan perasaan Nyx.
Mendengar ucapan Egalita, Nyx berusaha untuk menepis perasaan aneh di dirinya.
"Benarkah?," Nyx bertanya sambil menggerakkan tubuhnya, membawa Egalita secara perlahan untuk masuk ke dalam.
"Aku bukan gadis yang mudah dan sesimple yang kamu bayangkan." Lanjut Egalita, menatap Nyx dalam penuh tantangan.
Nyx menaikkan ujung bibirnya.
"Aku tentu saja menyukai nya Egalita." jawab Nyx cepat.
"Semakin rumit semakin membuat ku tertarik, semakin sulit semakin membuat ku menggila."
"Cihhh." Egalita terlihat berdecih.
"Aku tidak heran dengan kegilaan kamu, Zaighum." dan Egalita bicara, membawa langkah mengikuti Nyx secara perlahan.