
Masih di hotel xxxxxxx,
pusat kota.
Laura terlihat mencoba membuka bola matanya secara perlahan ketika dia menerima silaunya cahaya matahari yang menerpa kulit, suara berisik di sekitar agak membuat dia terganggu seolah-olah suara-suara tersebut merupakan suara orang-orang yang berdatangan sejak tadi. Ditengah cahaya matahari yang mengganggu pandangannya tiba-tiba dia merasa terdengar suara-suara jepretan dan juga cahaya lain dari arah yang berbeda.
Laura jelas saja langsung mencoba untuk menutup bola matanya dengan punggung tangannya, terlalu silau merasakan cahaya yang menerpa bagian wajahnya sejak tadi, tubuh lelah yang dia rasakan menghantam dirinya, dia sebenarnya tidak baik-baik saja setelah pergulatan semalam yang dilakukan nya dengan Khan.
Perempuan tersebut masih berusaha untuk menetralisir keadaan nya namun tiba-tiba saja dia merasa tubuhnya ditarik oleh seseorang dan hal itu membuatnya sangat terkejut setengah mati karena dia dibangunkan dengan paksa dan di beberapa detik kemudian,
plakkkkkkk.
Sebuah tamparan telak menghantam wajah perempuan tersebut hingga membuat Laura yang tadinya masih memejamkan bola matanya seketika langsung terbelalak kaget dan membuka bola mata lebar-lebar.
Dia masih berusaha untuk memahami keadaan namun tiba-tiba saja rambutnya dijambak dengan paksa oleh seseorang di hadapannya, seorang wanita berusia hampir paruh baya yang berteriak dan memakinya tiba-tiba di mana ada banyak sekali barisan wartawan yang ada di sekitar mereka.
"Pe_lacur sialan, dasar tidak tahu malu, kau bagaimana bisa kau menggoda suami orang, wajah mu tidak setara dengan kelakuanmu dan juga hatimu, sangat tidak manusiawi-," wanita itu berteriak begitu histeris, dia masih berusaha menjambak rambut Laura dengan kemarahan yang begitu luar biasa.
Laura jelas terkejut setengah mati, masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi kenapa dia dikatakan pela_cur atau penggoda suami orang. Dia pikir bukankah semalam dia tidur bersama Khan?.
Laura berusaha untuk menarik tangan wanita di hadapannya tersebut agar tidak menjambak rambutnya karena terasa begitu perih dan menyakitkan bahkan dia baru menyadari jika dia hanya menggunakan pakaian dalam'an nya saja.
"Ini sebuah kesalahpahaman," laki-laki itu bicara sembari bicara ke arah wanita yang menjambak rambut Laura dan berusaha menyeret perempuan itu untuk segera keluar dari kamar tersebut.
Laura jelas saja langsung terkejut setengah mati dan dia terbelalak kaget menatap para laki-laki yang ada di hadapan mereka saat ini di mana bersamaan itu kamera dan para wartawan terus berdatangan juga memotret keadaan mereka dan di beberapa waktu kemudian Khan terlihat menyeruak masuk ke dalam kamar tersebut bersama beberapa orang yang mencoba untuk mengusir para wartawan dengan cepat agar segera keluar dari sana diikuti oleh Ashley.
"Ada apa ini, bibi?," Khan bertanya pada Wanita yang ada dihadapan Laura dengan cepat, menampilkan ekspresi penuh dengan tanda tanya.
Bayangkan bagaimana terkejutnya Laura saat dia menyadari kehadiran Khan diantara semua orang.
"Kau-," Laura terlihat bergetar ketika dia menatap Khan yang buru-buru mencoba menarik wanita tua dihadapan nya dimana Ashley langsung cepat-cepat meraih selimut dan membantu menutup tubuh Laura dengan cepat, sepasang suami istri tersebut mencoba melerai keadaan yang jelas sangat kacau balau.
"Kau lihat? aku sudah bilang dia perempuan tidak tahu malu yang berani-beraninya menggoda suamiku," jawab wanita tersebut dengan penuh kemarahan menatap ke arahkan dan juga laki-laki hampir paruh baya yang ada di hadapan mereka.
Laura langsung menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.
"Bibi ini-,"
plakkkkkkk.
Dia belum sempat menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja kembali sebuah tamparan telak menghantam wajahnya.