
Ford terus menggendong Zoya, bergerak keluar dari kamar tersebut menuju ke arah kamar yang berbeda yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sana, anak buahnya yang mengambil kursi roda yang diserahkan oleh sekretaris Rei, membawa serta tepat di belakang mereka, menggeret nya menuju ke kamar dimana Ford dan Zoya akan tinggal malam ini.
Zoya sendiri masih mempertanyakan apa maksud ucapan dari laki-laki tersebut tadi, apakah malam ini mereka harus tinggal di hotel berdua di dalam satu kamar? Ashley tidak membicarakannya padanya tadi jadi dia merasa otak nya agak bleng dan tidak sinkron saat ini.
Begitu Ford menemukan kamar hotel di mana mereka akan tinggal anak buahnya langsung membuka pintu kamar hotel tersebut dan membawa masuk kursi roda yang digunakan oleh Zoya, setelah meletakkan kursi roda tersebut sang anak buah menunjukkan kepalanya dan berpamitan keluar dari sana.
Zoya masih harus bicara pada laki-laki di hadapannya namun dia menunggu Ford meletakkan tubuhnya ke atas kasur mendominasi berwarna putih di dalam kamar tersebut, laki-laki itu meletakkan tubuhnya secara perlahan tanpa banyak bicara, sangat hati-hati memperlakukan dirinya seperti sebuah guci mahal yang gampang pecah, membenahi posisinya untung bersandar di casual mendominasi berwarna putih tersebut dan meletakkan bantal di bagian kepalanya kemudian laki-laki itu berkata.
"Katakan pada ku, bagaimana yang paling ingin kamu berikan bantal agar nyaman diantara kaki dan tangan?," laki-laki bisa bertanya karena dia ingat terdapat beberapa luka yang masih jelas belum terlalu sembuh pada kaki dan tangan gadis di hadapannya itu.
Luka gesekan yang terkena aspal karena diseret oleh laki-laki gila yang ingin menodai Zoya, hingga membuat gadis tersebut sedikit kesulitan untuk berjalan karena luka memar luka lecet dan juga kaki yang terkilir karena diseret juga sempat dipukul dan diperlakukan dengan tidak adil.
Zoya mencoba untuk berpikir atas pertanyaan yang dilontarkan oleh laki-laki tersebut hingga pada akhirnya dia berkata.
"Kaki bagian kiri butuh sandaran." gadis itu bicara apa adanya karena memang bagian kiri masih cukup sulit untuk digerakkan dan membutuhkan penyangga dari bantal yang lembut.
Ford langsung menganggukan kepalanya dengan cepat kemudian laki-laki tersebut meletakkan bantal di kaki Zoya secara perlahan.
"Aku akan mengoleskan obat yang baru dan melepaskan beberapa perban juga membersihkan luka nya, seperti biasa apakah itu membuatmu keberatan?," sudah berhari-hari laki-laki tersebut merawat nya seperti seorang ayah merawat putri nya dengan cara yang sangat tulus.
Setiap kali ingin membersihkan luka Zoya, dia pasti bertanya lebih dulu apakah saya keberatan jika bagian tubuhnya dipegang oleh laki-laki tersebut bahkan dia harus berganti celana pendek dan juga baju yang sedikit pendek gimana laki-laki itu sepenuhnya mengurus dirinya dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.
Hari pertama tidak dipungkiri dia merasa begitu risih dan keberatan, tapi pelayan tidak diizinkan untuk mengobati nya karena kecerobohan pelayan, dia sampai menangis karena luka di bagian perutnya harus di siram alkohol terlalu banyak, Ford marah besar tidak lagi mengizinkan siapapun menyentuh Zoya.
Gadis tersebut tidak pernah melihat Ford semarah itu, padahal itu tubuh nya, yang sakit dia, yang menangis dia tapi yang marah luar biasa Ford, seperti kemarahan seorang ayah di mana melihat seseorang menyakiti putri nya, laki-laki tersebut meninggikan suaranya, memaki pelayan baru yang membuat kecerobohan, dan memecat nya.
Pelayan tua tidak memiliki mata yang bagus untuk mengobati tiap luka Zoya, dan laki-laki tersebut tidak mengizinkan dokter menyentuh dirinya.
"Laki-laki terkadang berpotensi cukup berbahaya, aku tidak mengizinkan mereka menyentuh kamu," itu yang diucapkan Ford hari itu padanya.
Zoya sebenarnya agak bingung dan bertanya-tanya didalam hatinya, ada apa dengan laki-laki tersebut sebenarnya?.
"Zoya?," Ford bertanya pada Zoya, mengejutkan pemikiran gadis tersebut.
"Ah? ah iya, baiklah itu tidak masalah, aku perlu berganti pakaian." Zoya pada akhirnya menjawab, dia pikir dia tidak mungkin menggunakan gaun, menaikkan gaun nya hingga ke atas perut kelas bukan pilihan bijak, dia butuh baju kaos dan celana pendek.
"He em, aku akan menggendong mu ke kamar mandi," Ford bicara, laki-laki tersebut mendekati Zoya dan menunggu tangan Zoya naik ke bahunya.
"Come naik dan aku akan menggendong mu." ucap Ford kemudian.
Zoya seperti nya lupa untuk mempertanyakan soal hal yang ingin dilontarkan tentang mereka tidur di kamar yang sama didalam kamar hotel tersebut, karena fokusnya teralih pada Ford yang akan mengobati luka-luka nya.
Secara perlahan gadis tersebut mulai meletakkan tangan nya pada bahu Ford, laki-laki tersebut secara perlahan menggendong kembali Zoya saat ini, dia bergerak membawa gadis tersebut menuju ke arah kamar mandi tanpa banyak bicara.
Zoya pada akhirnya mencoba untuk membiasakan diri berada di ruang lingkup laki-laki tersebut dan membiasakan diri untuk diperhatikan oleh Ford, meskipun awalnya risih tapi lama-lama dia merasa seolah-olah dia diperhatikan oleh ayah dan juga kakaknya yang tidak pernah dia dapatkan dari sisi manapun di rumahnya selama ini, bahkan Laura saja tidak pernah memperlakukannya dengan baik karena itu saat mendapatkan cara Ford yang memperlakukan dirinya dengan baik dia tidak tahu hatinya selalu berbunga-bunga dan merasa dia menemukan teman dan keluarga yang baik yang mampu memahami rasa kehilangan nya selama ini.
"Paman."
"Hmmm?,"
"Apa aku tidak berat?,"
"Tentu saja tidak."
*******
Catatan \= Agak keteteran tiap akhir bulan up kisah kiri kanan harus sesuai ketentuan, Mak mau yang udah end Mak? ingat udah end ga perlu menunggu-nunggu lagi Mak, alur lebih santai dan bikin bucin juga Baper? coba di sini makkk, dijamin cengar-cengir kuda baca nya ❤️❤️❤️❤️ dan ga bisa move on 🤭🤭🤭.
Senja menatap dalam wajah tampan laki-laki yang ada dihadapan nya tersebut tanpa mengeluarkan sedikit pun suaranya, memperhatikan ritme kata-kata yang di ucapkan oleh laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.
Membiarkan laki-laki tersebut terus menyampaikan apa yang memang seharusnya dia dengar kan dan dia setujui dalam kesepakatan yang mereka lakukan bersama.
Dia mendengarkan dengan baik apa saja yang di ucapkan laki-laki tersebut tanpa pernah berpikir untuk menjawab atau membantah nya di kala laki-laki tersebut terus bicara.
Di hadapan gadis tersebut terdapat beberapa lembar surat yang berisi tulisan-tulisan yang sebenarnya cukup memberatkan dirinya, tapi dia lebih memilih diam dan menyelesaikan membacanya tadi.
Entahlah bagaimana permulaan mereka bertemu, bagaimana bisa mereka pada akhirnya duduk ditempat ini saling berhadapan wajah antara satu dengan yang lainnya.
apakah ini takdir atau hanya sebuah kata kebetulan di mana mereka sama-sama dalam posisi menginginkan sesuatu dan juga membutuhkan sesuatu.
seolah-olah sejak awal ada ikatan benang yang menarik mereka berdua untuk berkumpul di sini dan menyepakati sesuatu yang senja tidak tahu apakah ini menguntungkan dirinya atau merugikan dirinya namun jelas menguntungkan laki-laki yang ada dihadapannya tapi dia tidak paham apakah itu juga akan merugikan laki-laki di hadapannya tersebut satu hari nanti.
Senja, begitu orang-orang memanggil nama nya.
Mereka bilang Senja merupakan momen indah saat sore hari sebelum matahari terbenam. Datangnya senja bisa dikatakan waktu favorit menjelang malam dan menjadi momen yang sering ditunggu-tunggu banyak orang.
Senja atau magrib adalah bagian waktu dalam hari atau keadaan setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam, ketika piringan matahari secara keseluruhan telah hilang dari CAKRAWALA.
Apakah Senja memiliki manfaat untuk orang-orang disekitar nya?.
yah tentu saja ada.
Mereka bilang Senja Memberi persepsi baru tentang waktu. Pernahkah Anda merasa waktu berjalan sangat cepat? Biasanya hal ini akan Anda rasakan ketika sedang melakukan hal yang menyenangkan hingga waktu terasa berjalan cepat. Atau mungkin saat Anda sedang dikejar deadline pekerjaan yang sangat banyak. Dalam kondisi tersebut, saat memandang sunset Anda akan merasa seolah waktu sedang berjalan dengan lambat. Hal ini terjadi karena Anda terpaku pada keindahan pemandangan tersebut sehingga merasa waktu berjalan lebih lambat. Selain itu, luasnya langit yang tidak terbatas semakin memberi kesan yang sama.
Bahkan berkat melihat Senja membuat kita lebih bersyukur, indahnya pemandangan sunset akan membuat Anda merasa lebih bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menikmatinya.
"Jangan memimpikan pernikahan penuh cinta, aku dan kamu hanya menyepakati surat perjanjian kedua belah pihak untuk saling membuat keuntungan antara satu dengan yang lainnya"
Laki-laki dihadapan Senja terus bicara, menatap datar kearah Senja sembari menyesap minuman nya.
mungkin dari seluruh sosok laki-laki yang pernah dia temui di muka bumi ini, laki-laki di hadapannya ini merupakan laki-laki yang cukup datar dan tidak memiliki hati.
dia tidak tahu apakah laki-laki itu memiliki permasalahan hidup yang sangat berat sama seperti dirinya, tapi saat mereka melakukan kesepakatan seperti ini bisa saja pastikan jika laki-laki di hadapannya tersebut memang tidak memiliki sedikitpun hati.
bagaimana bisa laki-laki tersebut menjanjikan pernikahan tanpa hati dan juga tanpa cinta?!.
Cakrawala adalah nama laki-laki tersebut, yang baru dua hari dia kenal, datang membawa harapan atas keputusannya dalam beberapa waktu ini.
ketika dia berpikir dia tidak lagi memiliki jalan dan dia sudah berpikir jika jalan yang akan ditempuhnya menjadi buntu seolah-olah Tuhan mengirimkan malaikat penolong untuk dirinya namun juga laki-laki di hadapannya tersebut seolah-olah menjadi malaikat yang siap mencabut nyawanya kapan saja.
Cakrawala, bukankah sangat kebetulan sekali nama laki-laki tersebut cakrawala? bayangkan bagaimana ketika Senja dipertemukan dengan Cakrawala, padahal dalam realita Cakrawala tidak bisa hidup tanpa Senja begitu pula sebaliknya.
Tidak pernah terpikirkan jika dua nama tersebut dipisahkan dari bagian ciptaan tuhan tersebut.
Cakrawala laki-laki dingin dan datar, yang tidak pernah menggunakan hati nya dalam beberapa tahun belakangan, bagi nya Perempuan tidak menjadi kebutuhan nya, dia menutup hati dan mata nya untuk makhluk bernama perempuan, dia lebih suka membuat kesepakatan untuk mendapatkan kemauan nya.
Kehilangan membuat dia melupa bagaimana rasanya mencintai, jatuh cinta bahkan di cintai.
Tekanan keluarga untuk menikah lagi dan mendapat kan keturunan terus menggila dalam setengah tahun belakangan, karena itu mau tidak mau dia mencari cara untuk membebaskan diri dari perjodohan yang akan diciptakan oleh orang tuanya, dia mencari seorang gadis yang bisa dia bayar dan saling memanfaatkan antara satu dengan yang lainnya demi sebuah keuntungan.
"Hanya hingga kamu melahirkan bayiku, kita akan membuat sebuah konflik hingga terjadi perceraian di antara kita, bisa siapapun yang akan menjadi salah di antara kita nanti, sebelum itu akan menjadi cara untuk kita berpisah"
Cakra kembali Bicara, menatap wajah Senja dengan tatapan tajam bagaikan elang.
wajah tampan mendominasi meskipun usianya jelas telah jauh lebih matang daripada usia para laki-laki yang pernah sejak kenal, tapi percayalah laki-laki itu merupakan laki-laki paling tampan dari seluruh laki-laki yang pernah Senja di dalam seumur hidupnya.
"Apa kamu sudah memahami semua kontrak perjanjiannya?"
Ketika laki-laki tersebut bertanya ke arahnya Senja mencoba menelisik bola mata laki-laki tersebut, kemudian gadis itu hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Ada yang ingin kamu tanyakan atau ada yang ingin kau sampaikan dalam perjanjian pernikahan kita selanjutnya?"
laki-laki tersebut bertanya sambil menelisik lawan bicaranya, memastikan jika sebenarnya surat perjanjian yang dibuat sudah sangat jelas tanpa cacat.
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Cakra seketika membuat Senja kembali menatap dalam bola mata Cakra, dia menelisik mimik wajah laki-laki yang ada di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu.
"Apakah aku bisa minta uang muka nya?"
Hanya itu barisan pertanyaan yang ingin dia tahu,dia hanya membutuhkan uang nya untuk operasi ayah nya saat ini tidak lebih.
Cakra terlihat tidak bergeming mendengar ucapan yang dilontarkan oleh gadis di hadapannya.
"Aku akan mengirimnya ke rekening mu sekarang juga.
*******
Pernah bertanya apa impian yang diinginkan Senja?!.
Menjadi ratu sehari dalam pernikahannya.
Semua perempuan mengimpikan momen sekali seumur hidup ini. Tampil cantik jadi ratu sehari di panggung pelaminan.
Tidak cuma gaun dan riasan, perempuan juga punya impian tentang kehidupan pasca menikah. Menjalani hari-hari manis berdua sebagai sepasang suami-istri.
jadi sepertinya pasti memikirkan banyak hal di hari pernikahan mereka, ingin mendengar keriuhan dan juga canda tawa dari para teman-teman yang mungkin akan merasa iri dengan pernikahan yang digelar sekali dalam seumur hidup mereka.
Tapi nyata nya dia harus menelan semua impian nya hari ini, karena pada akhirnya impian seseorang terkadang harus kandas karena keadaan, bahkan terkadang apa yang direncanakan di masa lalu tidak akan terlaksana sesuai harapan di masa sekarang.
Pernikahan sederhana dengan mas kawin seadanya, seperangkat alat sholat dan ucapan janji suci didepan penghulu, selebihnya tidak ada, karena itu dia memilih diam dan membuang semua impiannya.
"Saya terima nikahnya, kawin nya....."
Sayup-sayup suara Cakra terdengar memenuhi ruangan mendominasi berwarna putih tersebut, dimana beberapa saksi dan juga tamu menghadiri akad nikah mereka.
Tidak ada lamaran penuh cinta, tidak ada tawa bahagia atau godaan demi godaan yang terlontar untuk calon pengantin baru.
semua berjalan begitu lurus dan datar tanpa ada rasa di dalamnya, persis seperti sayur jadi masak tanpa garam dan micin, hambar juga tawar.
"Sah.?"
"Sah"
"Sah"
"Sah"
Bola mata Senja sejenak menatap kearah depan, pandangan kosong menerjang pemikiran, di beberapa detik berikutnya bola mata gadis tersebut terlihat berkaca-kaca ketika kata sah terlontarkan dari banyak orang yang menyatakan dirinya telah menjadi milik seseorang.
Meskipun janji suci diikat secara keagamaan bahkan disaksikan para saksi dan juga wali realitanya itu bukanlah pernikahan sesungguhnya di antara dirinya dan Cakra.
Seketika air mata gadis tersebut turun membasahi pipi, dia sama sekali tidak bisa mengekspresikan perasaannya saat ini apakah sebenarnya saat ini bahagia atau dia terluka, tapi terkadang hidup itu adalah sebuah pilihan yang terasa tidak adil untuk dijalani.
Ketika kamu berharap berjalan ke arah kanan realitanya kamu dipaksa menuju ke arah kiri, kamu berharap berjalan ke arah depan tapi terkadang kamu akan ditarik oleh Allah SWT ke belakang.
Sesungguhnya Kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, melelahkan, penuh liku-liku, dan melalui tahapan demi tahapan. Berawal dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam barzakh, sampai pada alam akhirat yang berujung pada tempat persinggahan terakhir bagi manusia, surga atau neraka. Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan setiap fase dari perjalanan panjang manusia itu.
Dia menunjukkan kepalanya, terisak didalam diam kemudian Senja menaikkan kepalanya yang tertunduk sejak tadi, menatap kearah depan nya untuk beberapa waktu,dia menatap wajah ibunya yang terus menangis di samping dirinya, dia tahu wanita itu tidak ikhlas melepaskan dirinya tapi sama sekali tidak berani bicara, menutup rapat-rapat luka di hatinya sembari mencoba mengembangkan senyumannya dan berkata dia bahagia dengan pernikahan yang dia lakukan saat ini.
Dia ingat apa yang dikatakan ibunya kemarin.
"Menikah itu bukanlah sebuah permainan neng, di mana kamu bisa memulai permainan Ketika siap dan mengakhiri jika sudah mulai bosan. Menikah itu bukan hanya sekedar ikatan janji suci atas kedua belah pihak atara dua orang itu. Tapi ikatan juga terhadap sang pencipta. "
"Pernikahan itu bukan hanya sekedar Buku Nikah, Ijab dan Resepsi, tapi janjinya sama Allah, malu neng sama Allah karena mempermainkan ibadah yang paling di sukai Allah"
Senja sama sekali tidak bergeming, memilih diam sembari sibuk menyiapkan makanan di dapur sederhana beralaskan tanah.
"Bismillah Mak, InsyaAllah"
Dan kini realita nya dia menikah dalam permainan, menganggap ibadah ini hanya perantara mereka untuk saling mendapatkan keuntungan.
Senja menatap Ibu nya lantas membiarkan wanita tersebut memeluknya secara perlahan.
"Jama’allahu syamlakumaa, waas’ada jadda kumaa, wabaarik ‘alaikumaa, waakhraja minkumaa katsiiran thayyiban."
Arti:
“Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.” (HR. Anas bin Malik dalam Kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2: 183, Bab 4).
Bisik Ibu Senja kemudian.
Tangis nya kembali tumpah.
jika ada yang bertanya kenapa dia menangis saat ini, dia bukan bersedih karena pernikahannya saat ini tapi ada beban lain yang membuatnya merasa seharusnya dia tidak terikat didalam pernikahan ini seandainya dia bisa memutar waktu dan memilih di masa lalu.
Sejenak Senja menatap kearah telapak tangan nya, dimana sejak tadi dia menggenggam sesuatu di sana.
Apa kabar mu saat ini?!.
Semoga semua baik-baik saja.
*******
Setelah Cakra pergi dari hadapannya, meninggalkannya seorang diri tanpa kejelasan, pada akhirnya senja beranjak dari posisinya dan mendekati ke arah meja di mana dua kartu hitam tergeletak di sana.
dia menatap dua kartu itu tanpa banyak bicara, lantas meraihnya secara perlahan kemudian membolak-balikkannya dengan perasaan bingung.
dia pikir ini untuk apa?.
gadis tersebut tidak bergeming untuk beberapa waktu, berpikir dengan keras apa fungsi dari kartu hitam tersebut.
pada akhirnya gadis itu mengehela pelan nafasnya, dia meletakkan kembali kartu itu ke atas meja, bergerak mendekati kasurnya secara perlahan.
namun baru dia akan kembali duduk ke kasur nya, tiba-tiba saja suara ketukan pintu mengejutkan dirinya, buru-buru gadis tersebut menoleh.
"Non?"
Sebuah suara terdengar dari depan sana, samar nyaris tak terdengar, Senja menoleh menunggu siapa yang didepan sana masuk ke dalam.
Kleekkk.
rupanya itu bibi pelayan.
"Maaf non"
Wanita berusia sekitar 45 tahunan tersebut bicara cepat, menundukkan kepalanya lantas berjalan mendekati senja.
"Ya bi?"
Senja buru-buru berdiri dari posisi nya, menatap kearah wanita tersebut cepat, dia ikut menundukkan kepalanya, merasa tidak enak saat wanita yang lebih tua dari nya menundukkan kepalanya.
"Pak Rudi sudah menunggu anda di bawah sesuai permintaan Tuan Cakra"
Wanita itu menyampaikan berita, berkata jika laki-laki asisten Cakra Sudah menunggu dibawah sejak tadi.
Rudi?.
Senja mengerut kan keningnya, dia masih tidak mengerti kenapa Cakra mengirim seorang laki-laki untuk menemani nya, bukankah ada pilih lain misal nya bibi yang bekerja di rumah besar tersebut.
dia pikir mereka tidak kekurangan perempuan apalagi Wanita.
gadis tersebut terlihat diam, mencoba mengehela nafasnya secara perlahan.
Melihat tidak ada sahutan dari istri majikan nya, wanita itu pikir nona nya sudah paham maksud nya, pada akhirnya wanita tersebut berencana membalikkan tubuhnya dan berencana pergi dari sana.
Tapi tiba-tiba senja berkata.
"Maaf bi"
gadis tersebut terlihat gelisah, memanggil wanita tersebut lantas bergerak mendekati meja kecil dimana terdapat 2 kartu hitam yang diberikan Cakra tadi pada nya.
"Bisakah bibi menjelaskan pada ku, apa fungsi kartu ini sebenarnya?"
Tanya senja kemudian.
awalnya wanita tersebut cukup terkejut mendengar pertanyaan Senja, namun di beberapa detik berikutnya wanita itu mencoba mengulum senyuman nya.
"Itu nama nya kartu hitam, nona"
wanita tersebut berusaha untuk menjelaskan.
Kartu hitam?!.
Senja mengerutkan keningnya dengan untuk waktu yang cukup lama, masih tidak paham maksud dari wanita dihadapan nya itu.
"Isi nya uang semua, limit, tanpa batas"
Mendengar kata limit tanpa batas malah semakin membuat gadis tersebut bingung, bagaimana bisa ada uang didalam kartu kecil seperti itu.
"Setelah pergi dengan Pak Rudi, nona akan tahu fungsi kartu tersebut"
setelah berkata begitu, wanita tersebut menundukkan kepalanya, dia melebarkan senyuman nya lantas menundukkan kepalanya dan beranjak pergi dari sana.
Senja masih bingung, mencoba untuk meraih kartu tersebut secara perlahan,dia menghela nafasnya berat kemudian gadis tersebut bergerak perlahan keluar dari kamarnya.
Senja buru-buru turun kearah lantai bawah, bergerak cepat setelah seorang pelayan rumah berkata asisten Cakra telah menunggu nya.
bola mata senja menatap sosok laki-laki yang duduk di atas kursi sofa big size mendominasi berwarna cream muda di dalam rumah mewah tersebut, dimana sosok laki-laki tersebut terlihat menatap kehadiran Senja yang turun secara perlahan dari tangga lantai atas menuju kearah diri nya.
laki-laki tersebut mengerutkan keningnya, seolah-olah dia mengenal gadis dihadapannya tersebut.
Dia?!.
*******
Dia cantik!.
Mata mu sangat jeli melihat seorang gadis.
itu adalah barisan pesan yang dikirimkan oleh kakak perempuannya kepada Cakra.
laki-laki tersebut terlihat diam menatap beberapa foto yang ada di hadapannya, menggeser satu persatu foto-foto tersebut secara perlahan dimana bola mata nya terus menatap tajam kearah foto-foto tersebut, itu adalah Senja dengan beberapa penampilan yang berbeda.
tidak ada sama sekali senyuman atau bibir yang dinaikkan ke atas saat membaca pujian yang diberikan oleh kakaknya.
Cantik?!.
Laki-laki tersebut menatap kaku pada foto terakhir Senja, memperhatikan gadis tersebut yang terlihat tertawa lepas sambil menatap kearah depan, seolah-olah ingin bicara dengan seseorang di sana.
Sayangnya dia sama sekali tidak peduli apapun soal gadis tersebut.
Cakra sama sekali tidak mengeluarkan suaranya, pada akhirnya dia memilih meletakkan handphonenya ke atas meja kemudian kembali berbalik ke arah jendela kaca besar, bola mata nya kembali menatap ke arah depan.
sejenak bola mata laki-laki tersebut terpejam, dia mencoba menghirup aroma di sekeliling kantornya untuk beberapa waktu, lantas mengingat beberapa kenangan yang cukup dia rindukan.
*****
kembali ke masa lalu
SMK negeri 2
Lubuklinggau 2004.
Tinggggggggg.
tonggggggggg.
ketika suara bel pulang sekolah terdengar memenuhi seluruh isi sekolah menengah kejuruan tersebut, para Murid terus sibuk membenahi seluruh isi tas mereka memasukkan satu persatu buku tulis dan buku cetak ke dalam tas masing-masing murid, bahkan tidak lupa mengecek laci yang ada di bawah apakah ada barang yang tertinggal di sana sedangkan para guru masih sibuk ingin menerangkan sisa pembelajaran di depan papan tulis mendominasi berwarna hitam di mana barisan kapur warna-warni terutama berwarna putih masih menghiasi papan belajar tersebut.

melihat para murid telah sibuk dan bersiap untuk bergegas pulang, para guru hanya bisa mengalami nafas mereka meletakkan kembali kapur tulis lantas memilih duduk di atas kursi mereka.

saat suara ketua kelas menggema memenuhi ruangan kelas masing-masing para murid baik laki-laki maupun perempuan langsung berdiri dari posisi mereka sembari mengikuti sang ketua kelas yang mulai mengaba-abakan untuk membacakan doa.
lantunan doa pulang sekolah terdengar memenuhi seluruh isi ruangan kelas baik dari kelas 1 sampai dengan kelas 3 baik kelas pilihan maupun kelas terbuang.
sebenarnya tidak ada kelas terbuang tapi terkadang anak-anak di kelas akhir menjadi penghuni yang di anggap terbuang karena tingkat kenakalan dan juga sulit nya mengatur semua anak-anak disana.
jika tidak menjadi langganan guru BP maka mereka tidak dibilang hebat sebagai penghuni kelas ujung atau kelas terakhir.
setelah lantunan doa selesai didendangkan para murid berhamburan keluar dari dalam kelas tersebut namun menunggu Sang guru mulai keluar dari pintu kelas itu.
seorang gadis cantik tanpa keluar dengan tergesa-gesa menuju ke arah depan tanpa menghiraukan orang-orang di sekitarnya.
"Jelita.....mau kemana?"
satu teriakan menggema di belakang gadis tersebut, Alih-alih menjawab dia lebih memilih untuk melambaikan telapak tangannya.
"aku yakin kekasihnya dari kota pasti datang berkunjung"
satu teman yang lainnya bicara dengan cepat sambil terkekeh.
"Oh emak.... seharusnya aku tidak jadi Jodi aleas jomblo ngenes"
lagi terdengar kekehan saling sahut bersahut ketika jelita telah mulai menghilang dari hadapan mereka.
gadis itu bergerak menuju ke arah gerbang depan, dengan perasaan yang berbunga-bunga dan jantung yang terus berdetak dengan kencang, percayalah tidak ada yang lebih menegangkan kecuali ketika kamu kedatangan seseorang yang begitu spesial di hati.
Cakra.
Laki-laki tampan itu telah berdiri tepat di depan gerbang sekolahnya, melebarkan senyumannya sembari menyambut kedatangan Jelita.
"Cakra..."
gadis itu melambaikan tangannya dengan penuh kesenangan, terus berlarian mendekati laki-laki yang ada di ujung sana dengan perasaan berdebar-debar.
"Kapan datang?"
Jelita bertanya dengan cepat.
"Ba'da subuh"
Jawaban penuh senyuman merekah dibalik bibir Cakra.
Mereka bergerak dengan perlahan, menuju ke arah motor RX-KING yang terparkir di sisi kiri sekolah.
Jelita mengembangkan senyumannya, memilih duduk dibelakang Cakra sembari menerima sebuah walkman yang tiba-tiba diberikan oleh laki-laki tersebut.

"Aku akan memberikan sebuah lagu untuk dijadikan kenangan sepanjang masa kita"
Ucap Cakra dengan cepat.
gadis tersebut tidak menjawab, membiarkan sebelah headset nya terpasang di salah satu telinga nya.
"Ingat lagu ini jika kamu dan aku saling merindu."
Ucap Cakra kemudian.
alunan lagu mulai terdengar dibalik walkman tersebut.
******
Chrisye
Kisah kasih di sekolah.
Resah dan gelisah
Menunggu di sini
Di sudut sekolah
Tempat yang kau janjikan
Ingin jumpa denganku
Walau mencuri waktu
Berdusta pada guru
Malu aku malu
Pada semut merah
Yang berbaris di dinding
Menatapku curiga
Seakan penuh tanya
"Sedang apa di sini?"
"Menanti pacar, " jawabku
Disepanjang perjalanan lagu tersebut terus berdendang tanpa henti, menautkan dua hati yang saling mencinta tanpa henti.
****
Kembali ke masa kini.
Aku rindu masa itu, Jelita. puluhan tahun telah berlalu.
Laki-laki tersebut bersandar di kursi kerja nya, memilih memejamkan bola matanya Sembari membiarkan buliran air mata nya jatuh begitu saja.
Aku benar-benar merindukan mu.
*******
"Apa kamu mencintai Cakra?"
"Tidak"
"Lalu Kenapa menikah?"
"Bukankah mereka bilang Hidup Itu Memilih Bukan Pilihan? tapi realitanya kita tidak bisa melakukan nya"
Manusia adalah makhluk paling sempurna diantara makhluk lainnya yang ada di dunia. Manusia memiliki akal sehat yang bisa digunakan untuk melakukan sesuatu sebelum bertindak. Akan tetapi kehidupan manusia bisa dikatakan baik dan sempurna apabila ia memperoleh kebahagiaan, baik berupa kebahagian batin, materi dsb. Sejatinya manusia ada di muka bumi tidak lain adalah untuk berbuat baik dan berguna untuk orang lain serta taat kepada-Nya agar memperoleh kebahagiaan yang kekal dan abadi.
Namun mereka terjebak dalam sebuah distorsi dimana ia pasrah akan suatu hal yang membuat hidupnya terkesan memaksa. Seandainya manusia dapat berfikir jernih ia akan memilih suatu hal yang membuat hidupnya tenang dan nyaman. Seharusnya memilih diantara pilihan adalah suatu hal yang sangat tepat, mengapa? Karena dengan memilih kita dapat siap melakukan sesuatu yang kita inginkan tanpa harus pasrah pada pilihan yang memaksa.
Tapi aku terjebak pada pilihan yang memaksa.
*****
"Mari mendiskusikan nya bersama"
tiba-tiba suara Cakra sudah terdengar di balik telinga nya, untungnya senja telah menghapus air matanya sejak tadi, dia buru-buru menoleh karena laki-laki yang ada di belakangnya tersebut, kemudian memilih membalikkan tubuhnya dengan cepat dan duduk dari posisi tidurnya.
"He em"
gadis itu menganggukkan kepalanya sembari ber'he em ria saat laki-laki dihadapan nya tersebut berkata mereka harus mendiskusikan semuanya bersama.
sejenak Cakra mengurutkan keningnya saat dia melihat bola mata senja tampak berkaca-kaca dan juga memerah.
dia pikir gadis tersebut sepertinya habis menangis, tapi masa bodoh itu bukan urusannya.
"kamu tidak menangisi pernikahan ini bukan? ini hanya kesepakatan di antara kita berdua dimana kamu setuju dan aku setuju"
laki-laki tersebut bicara dengan cepat.
"sejak awal kita sudah tahu kita saling mendapatkan keuntungan di dalam perjanjian pernikahan ini, dan jangan melibatkan hati di dalam perjanjian yang kita buat, pastikan kamu tidak jatuh cinta pada ku hingga harus membuat kamu tertekan dan menangis seperti saat ini"
Cakra bicara dengan sedikit sombong, mencoba membentengi diri dan tidak ingin gadis di hadapannya tersebut jatuh cinta lebih dulu pada dirinya.
mendengar ucapan Cakra seketika membuat senja tertawa kecil, gadis tersebut kemudian berkata.
"aku tidak mungkin jatuh cinta pada tuan lebih dulu bahkan jika langit dan tanah berpindah posisi sekalipun, jika tuan memiliki masa lalu maka begitu juga dengan diriku, kita sama-sama memiliki cinta pertama yang posisi nya tidak akan tergantikan pada cinta kedua, sama seperti Rasulullah mencintai Khadijah pada akhirnya tidak akan pernah sama seperti Rasulullah mencintai Aisyah"
pernah mendengarkan kalimat yang paling menyakitkan di dalam hatinya? pernah kesombonganmu dijatuhkan oleh seseorang begitu saja?!.
tidak pernah selama 35 tahun lebih dia hidup, senja menjadi satu-satunya gadis yang menjatuhkan dirinya ke dasar bumi atas ucapan sombong dan dinginnya.
Hah...!!.
Cakra seketika mendengkur tidak percaya atas ucapan gadis yang tidak banyak bicara di hadapannya tersebut.
"sedikit bicara tapi sekalinya bicara kamu lebih menyakitkan daripada diriku"
ucap laki-laki tersebut kemudian.
"aku Anggap itu sebagai kata pujian, tuan"
balas Senja kemudian.
Cakra hanya menaikkan ujung bibirnya, sejak awal pertemuan mereka dia tahu saat dia menjelaskan panjang lebar soal perjanjian mereka jawaban gadis yang ada di hadapannya sangat singkat padat yang jelas pada masa itu.
"Bisa aku mendapatkan uang muka nya?"
dia sudah bisa menebak karakter gadis tersebut, dari situ tidak akan peduli pada apapun kecuali uang dan juga orang-orang yang dianggapnya penting, dia memang lembut tapi begitu menyakitkan, dia memang patuh tapi diam-diam menghanyutkan.
"ambil jurnalmu dan Mari kita susun dengan benar tentang awal mula kita bertemu bagaimana cara kita bertemu dan siapa dulu yang jatuh cinta di antara kita"
laki-laki tersebut memerintahkan senja untuk mengambil jurnal yang memang pernah diberikannya pada gadis tersebut setelah pernikahan mereka, lu bawanya ke mana pun gadis tersebut pergi atau bahkan menyimpannya dengan rapat dengan caranya sendiri.
senja tidak menjawab hanya patuh menuruti apa ucapan Cakra, mulai bergerak mencari buku jurnal yang pernah diberikan Cakra kepada dirinya yang ada di dalam tasnya dan selalu dia bawa kemana-mana belakangan ini.
setelah mendapatkan buku tersebut gadis itu secara perlahan kembali naik ke atas kasur, menghadap ke arah Cakra dan menunggu apa yang dibicarakan oleh laki-laki tersebut.
pada akhirnya Cakra mulai berbicara menyusun setiap tanggal dan juga cara pertemuan mereka, tidak ingin ada satupun yang terlupa hingga satu saat nanti jika pertanyaan kembali menyelesaikan oleh salah satu keluarganya seperti apa yang dipertanyakan oleh papanya tadi, mereka tidak akan kehilangan komunikasi juga tidak akan klop memberikan keterangan antara satu dengan yang lainnya.
hingga pada akhirnya semua diskusi berjalan nyaris berakhir pada kata siapa yang jatuh cinta lebih dulu.
"jangan berkata akulah yang lebih dulu jatuh cinta pada tuan, seorang gadis miskin tidak akan mampu meluluhkan hati orang kaya yang memiliki segala-galanya, aku bukan Cinderella abad modern karena orang-orang tidak akan percaya jika aku jatuh cinta pada tuan lebih dulu"
Senja bicara sembari menatap bola mata Cakra, menunggu jawaban laki-laki di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu.
mendengar ucapan dari gadis yang ada di hadapan itu seperti kamu bacakan tertawa mengambang tidak percaya.
"aku baru tahu jika kamu gadis yang cukup pintar"
ucap Cakra kemudian.
setelah itu keheningan terjadi di antara mereka, masih mencari jawaban yang tepat sebenarnya siapa yang seharusnya tertulis jatuh cinta lagi dulu di antara mereka didalam jurnal mereka.