
Disisi lain,
Kediaman utama Ford.
Zoya terlihat gelisah ketika dia tiba didepan sebuah gerbang besar yang ada di hadapannya tersebut di mana Ashley berkata dia akan dibawa ke kediaman Ford pada hari ini.
Ford terlihat masih cukup fokus mengendarai mobilnya, membiarkan gadis yang duduk di sampingnya tersebut terlihat terus menatap ke arah bangunan besar ya akan mereka masuki saat ini.
begitu masuk ke dalam halaman bagian mansion besar yang ada di hadapan mereka tersebut, Ford secara perlahan mulai menepikan mobilnya di bagian sisi kiri bangunan, dia mulai masuk ke arah sebuah pintu yang telah terbuka dengan lebar di bagian sisi kiri dan membawa mobilnya untuk segera bergerak pergi dari sana tanpa berpikir dua tiga kali.
"Zoya jelas saja langsung menelan salivanya saat mereka masuk ke area parkiran yang hanya dihiasi lampu yang sedikit suram dan tiba-tiba beberapa orang berbadan tegap dan besar menghampiri mereka berdua dengan cepat dan dua pelayan perempuan juga bergerak dengan cepat untuk mendekati mereka.
"Jangan turun, tetap disini." Ford tiba-tiba saja bicara saat Zoya ingin menggerakkan tubuhnya untuk bergeser dari posisinya, dengan bingung pada akhirnya gadis tersebut tidak menggerakkan tubuhnya di mana dia memang masih cukup sulit untuk bergerak ke sana kemari atas Luka yang ada di sekujur tubuhnya saat ini karena saat ingin bergerak ke mana-mana dia harus menggunakan kursi roda.
Rupanya Ford bergerak keluar dari mobil tersebut dengan cara memutar dan laki-laki itu langsung membuka pintu mobil dari arah Zoya dengan cepat, didetik berikut nya laki-laki tersebut tiba-tiba saja langsung meraih tubuh Zoya dan menggendongnya, hal itu jelas saja membuat Zoya terkejut setengah mati. Dia refleks langsung menggenggam erat leher Ford karena takut terjatuh kebelakang, memejamkan bola matanya dengan cepat.
"Tidak apa-apa, buka matamu dan aku akan membawa mu ke kamar." Ford bicara dengan cepat ke arah dirinya.
Zoya seketika membuka bola matanya secara perlahan, dia benar-benar gugup dan berusaha berkata.
"Paman, aku bisa pergi dengan kursi roda dan-" dia berusaha untuk menolak, berpikir bisa naik kursi roda untuk bergerak sendiri tanpa harus laki-laki tersebut menggendong dirinya tapi belum selesai dia bicara tiba-tiba saja Ford menyela ucapan nya.
"kamu tidak akan bisa menggunakan kursi roda untuk berjalan menuju ke lantai atas, sangat sulit sekali untuk melakukan hal tersebut tanpa bantuan orang lain.". laki-laki itu bicara tanpa peduli dengan ocehan dari Zoya, dia terus menggendongnya masuk ke arah sebuah pintu dan bergerak menuju ke sisi kanannya secara perlahan dan bisa saya lihat terdapat sebuah tangga yang sengaja dinaikkan beberapa kaki kemudian baru menggapai ke arah sebuah pintu elevator untuk bergerak menuju ke arah atas.
Dua pelayan perempuan terlihat bergerak cepat mengikuti langkah Ford, di mana dua penjaga bertubuh besar langsung mengambil barang-barang milik Zoya.
Mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika membuat Zoya terdiam, dia pada akhirnya memilih untuk tidak melanjutkan ucapannya sama sekali. Memasrahkan diri sebuah terus menggendongnya untuk naik dari bangunan asing yang belum pernah dia datangi tersebut. Rasanya cukup malu ketika dua laki-laki dan perempuan di sisi kiri dan kanan mereka sempat melirik ke arah Zoya dan juga Ford, membuat wajah gadis tersebut memerah sembari dia mencoba untuk memejamkan bola matanya.
Ford terlihat terus menatap lurus ke arah depan tanpa menghiraukan bagaimana ekspresi gadis yang ada di dalam gendongannya tersebut, dia menunggu pintu elevator tersebut bergerak menuju ke arah kamar utama tempat tinggalnya. hingga pada akhirnya secara perlahan pintu elevator terbuka dan mereka tiba di lantai atas bangunan tersebut di mana kamar utama milik Ford berada. Dia sengaja ingin meletakkan Zoya di kamar utama karena baginya tempat tersebut memiliki perlindungan yang jelas begitu akurat dan juga sangat terpercaya.
selain kamar itu dilengkapi dengan perlindungan ganda anti peluru, desainnya juga terlihat sangat indah ditambah Zoya akan bebas bergerak ke sana kemari mengingat kamar tersebut yang memiliki keluasan cukup besar yang bisa menampung hingga ratusan orang, terdapat kamar mandi yang memiliki dua pintu penghubung dan juga ada ruangan khusus untuk bersantai serta terdapat beberapa fasilitas yang memang sudah ada di dalamnya sehingga tidak sulit membuat Zoya untuk mendapatkan sesuatu di dalam sana.
begitu tiba di lantai atas dua laki-laki berbadan kekar dan besar tersebut memilih menundukkan kepalanya dan mereka bergerak untuk segera pergi dari sana sedangkan dua pelayan tampak menyeret barang-barang milik gadis tersebut ke dalam kamar.
Dia bergerak menuju ke arah kamar utama dan membawa gadis itu masuk ke dalam sana, hingga pada akhirnya setelah berada di dalam kamar tersebut laki-laki itu meletakkan Zoya secara perlahan ke atas kasur king size yang ada di sana.
"Pastikan kalian membawakan beberapa makanan kemari, dan jika gadis ini membutuhkan sesuatu pastikan kalian akan mengerjakannya dengan cepat." Ford bicara kepada kedua pelayannya sembari menatap dua perempuan tersebut secara bergantian.
mendengarkan perintah Tuhannya setelah mereka meletakkan cover dan beberapa barang milik Zoya seketika kedua orang tersebut langsung menganggukkan kepala mereka dan menundukkan tubuh mereka secara perlahan, bergerak keluar dari sana dan memastikan apa yang diperintahkan oleh Ford segera terlaksana untuk membawakan makanan pada gadis yang dibawanya.
"Aku belum lapar, paman." Zoya terlihat bicara dengan pelan dia menatap kearah Ford sejenak kemudian menundukkan kepalanya.
gadis itu cukup takut untuk melihat dan menatap wajah dari laki-laki yang ada di hadapan tersebut di mana Ford mencoba untuk membenahi posisi nya di atas kasur.
"Bukan masalah, mereka hanya mempersiapkan. kamu bisa memakainya nanti ketika kamu merasa cukup lapar." Jawab Ford dengan cepat, dia berusaha untuk menyamankan posisi tubuh gadis terhadapnya itu secara perlahan.
"Tapi-" Zoya ingin menjawab namun kembali laki-laki tersebut berkata.
"Sangat sulit sekali untuk kamu melakukan pergerakan apapun jadi jika makanan sudah ada di sini itu akan membuatmu cukup tenang pada malam hari ini." lanjut laki-laki tersebut kembali kemudian.
Dan lagi Zoya kehilangan kata-katanya dan dia tidak bisa membantah apapun yang diucapkan oleh laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
"Ini adalah tombol yang terhubung langsung menuju ke arah kamar samping, jika kamu membutuhkan sesuatu aku akan ada di sebelah dan langsung bergerak untuk datang membantu kamu hmmm." Ford pada akhirnya menunjukkan satu tombol kecil ke arah Zoya, dia bicara sambil menoleh ke arah pintu yang ada di sisi kanannya dimana disana terdapat sebuah pintu yang terhubung di kamar dimana Zoya berada.
Setelah berkata seperti itu laki-laki tersebut berusaha untuk berdiri dan beranjak pergi meninggalkan Zoya, namun tiba-tiba saya berkata.
"Terimakasih banyak, paman."
dan hal tersebut membuat Ford menghentikan gerakan, dia menatap karya untuk beberapa waktu kemudian mencoba untuk melengkung kan bibirnya.
Senyuman mahal yang tidak pernah diberikan kepada siapapun seketika membuat Zoya menatap Ford dengan tatapan tidak percaya, ini untuk pertama kalinya dia melihat senyuman tipis yang sangat berbeda dari sosok seorang Ford yang dia ketahui.