
Hotel xxxxxxx
kamar pengantin
pusat kota.
Ashley berusaha untuk menahan tubuh Khan yang mulai naik ke atas tubuhnya, mereka berada di sebuah kamar hotel suite room VVIP khusus pengantin baru dengan tarif paling tinggi dan kamar yang didekorasi dengan sempurna, sungguh luar biasa indah untuk pasangan pengantin baru seperti Khan dan Ashley.
Mereka sudah ada di atas kasur size jumbo dengan sprei mendominasi berwarna putih, hiasan kelopak mawar masih terlihat sangat sempurna bertaburan di sepanjang ruangan dan atas kasur tersebut. Bahkan lampu redup juga lilin dengan wangi khas memenuhi ruangan kamar indah tersebut. Seolah-olah sejak awal kamar itu memang telah diminta dan disetting seperti itu agar menambah kenikmatan malam pertama kedua insan yang semalam baru saja melaksanakan pernikahan mereka.
Khan menahan malam pertama untuk membiarkan istrinya mengambil waktu istirahat semalam tapi pagi ini sengaja menunggu Ashley terjaga dan mengambil waktu mandi nya lantas dia telah bersiap diri untuk memulai semuanya. Dia suka gadis itu terjaga diwaktu hari masih sedikit gelap, mendengar suara gemericik air yang menandakan jika dia menyegarkan tubuh nya dibalik pintu kamar mandi di sisi kanan mereka, menampilkan bayangan indah tiap lekuk tubuh nya di dalam kamar mandi kaca yang begitu indah, nyaris membuat Khan menelan Saliva nya berkali-kali hanya dengan melihat siluet tubuh nya dibalik kaca tidak tembus pandang tersebut.
"Khan......" Bisa dia dengar gadis itu bicara dengan gugup.
Khan telah merobohkan gadis itu diatas kasur, membuat Ashley berada dibawah kungkungan nya, Ashley nyata nya terlalu gugup, mengecilkan pupil matanya karena terkejut atas aksi Khan yang agak tidak tahu malu, tidak membiarkan nya menggunakan pakaian nya dan langsung menyambar tubuh gadis tersebut begitu saja, menjatuhkan nya ke atas kasur dan bersiap melewati pagi pertama yang begitu indah.
"Dia terjaga di pagi hari secara tiba-tiba, tidak seperti biasanya, meminta sesuatu yang lebih dari bidadari surga nya" Sungguh pandai lidah Khan bicara, nada suara nya terdengar tenang dan mengalir bagaikan air tapi sesungguhnya saat mengatakan itu dia gugup setengah mati.
Gadis tersebut memiliki wajah cantik yang tidak bisa dia tepis kecantikan nya, dia seperti dewi Aphrodite yang merupakan dewi cinta dan kecantikan dalam mitologi Yunani. Sosoknya yang sangat cantik dengan pesona luar biasa disebut-sebut dapat memikat manusia hingga para dewa. dan itu adalah Ashley bagi nya, gadis tersebut kala pertama kali datang menawarkan cinta dan kesepakatan membuat dia terpana akan kecantikan nya, dia suka melihat wajah dan tubuh nya terutama bola mata indah nya yang menatap nya tanpa pernah dia tahu arti tatapan gadis tersebut.
Penuh arti namun terbalut misteri dan Ashley bagaikan paradoks baru untuk diri nya saat ini dan berulang kali dia berpikir bagaimana bisa sosok gadis di bawah kungkungan nya ini mampu mempengaruhi segala macam pemikiran nya hingga hari ini bahkan membuat dia memutuskan untuk menikahi gadis tersebut serta membuang semua konsekuensi.
"Tidak mengizinkan ku mengganti pakaian lebih dulu?" Ashley bertanya pelan, suaranya terdengar seksi dibalik telinga Khan, menbuat pikiran nya melanglang buana karena suara tersebut bagaikan morphine untuk nya saat ini.
"Untuk apa berganti pakaian? bukankah pada akhirnya mereka akan dibuang dan tergeletak di atas lantai?" Khan bicara, membiarkan tangan kanan nya bergerak ke arah lilitan handuk Ashley dan perlahan membuka nya tanpa tahu malu.
"Khan..." Ashley menggenggam sejenak tangan Khan sebelum laki-laki tersebut menarik handuknya dan membuang nya ke sisi manapun yang laki-laki tersebut inginkan.
"Aku tahu, kamu masih perawan " Dan tanpa harus membuat Ashley khawatir, Khan bicara dengan perlahan mengingatkan diri jika dia tahu ini pertama kali nya untuk gadis tersebut.
"Aku tidak se'egois itu membuat mu memulai segalanya lebih dulu" Lanjut nya lagi kemudian.
Dan Ashley seketika menggenggam erat telapak tangan nya pada lengan Khan, terlalu gugup, meskipun dia tahu bagaimana cara menjinakkan Khan, tapi dia masih gugup karena Ingat bagaimana malam pertama mereka pernah terjadi dalam kehidupan lain di masa lalu sebelum dia diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya di masa kini.