
Disisi lain
Beberapa waktu sebelumnya.
Khan yang meninggal kan Ashley langsung bergerak berjalan menjauh dari istrinya, membiarkan Ashley untuk mewakili dirinya membuka acara perayaan ulang tahun perusahaan, sedangkan dia lebih memilih untuk menenangkan dirinya atas rasa yang tidak menentu di dalam tubuhnya tersebut menuju ke arah kamar yang telah dipesan dia dan Ashley sebelumnya untuk menginap di sana dengan sengaja dan menghabiskan waktu malam ini setelah pesta perayaan ulang tahun perusahaan.
Bisa dia dengar suara istrinya mulai menggema membuka acara pesta perayaan ulang tahun perusahaan, tanpa begitu serius dan juga penuh dengan kewibawaan dalam suaranya yang membuka acara tersebut.
Khan yang mendengar suara Ashley terlihat menaikkan ujung bibirnya kemudian tiba-tiba dia terlihat berpegangan pada arah dinding ketika dia hampir tiba di kamar hotel di mana dia dan Ashley akan tinggal, laki-laki tersebut mencoba untuk menetralisir seluruh keadaan di dalam dirinya sejenak sembari dia mencoba untuk memejamkan bola matanya beberapa waktu.
Keringat dingin terlihat membasahi bagian kening dan pelipis laki-laki tersebut karena lagi-lagi dia merasa perutnya dalam keadaan tidak baik-baik saja, Khan mencoba untuk menarik nafasnya sejenak hingga pada akhirnya dia kembali berjalan menuju ke arah pintu kamarnya tersebut dan laki-laki itu mulai membuka pintu kamar yang ada di hadapannya dengan gerakan perlahan.
Setelah itu Khan langsung masuk ke dalam kamar tersebut tanpa banyak bicara namun begitu masuk ke dalam kamar di mana dia berada sembari memijat-mijat kepalanya laki-laki tersebut langsung bergerak menuju ke arah kasur dan mencoba untuk membaringkan tubuhnya di sana. rasa yang ada di perutnya sungguh luar biasa, membuat dia benar-benar cukup tepar bahkan Yaris tidak bisa bernafas dengan baik saat ini mual dan pusingnya dirinya saat ini.
Laki-laki itu perlahan mencoba untuk memejamkan bola matanya tanpa banyak bicara dan memutuskan untuk mengistirahatkan dirinya, karena Khan pikir, mungkin dengan tidur seluruh rasa yang ada di dalam dirinya akan menghilang begitu saja dan dia akan melupakan rasa mual diperut nya dan juga pusing di kepalanya. Khan perlahan menenggelamkan bola matanya dan membiarkan dirinya untuk terlelap di dalam tidurnya sejenak, namun belum juga dia benar-benar mampu melakukannya tiba-tiba saja suara pintu diketuk oleh seseorang dan hal itu membuat laki-laki tersebut langsung mengerutkan keningnya dengan cepat dan dia langsung membuka bola matanya begitu saja.
"Siapa?," itu yang ada di dalam pikiran laki-laki tersebut.
Terlalu aneh ada yang mengetuk pintu kamarnya saat ini karena jika itu adalah istrinya maka dia pikir tidak mungkin karena Ashley jelas memiliki kunci kamar sendiri untuk masuk ke dalam kamarnya. Pada akhirnya laki-laki tersebut bergerak dengan enggan menuju ke arah pintu depan dan mencoba untuk membuka pintu tersebut untuk melihat siapa yang mengetuk di luar sana.
Begitu laki-laki tersebut membuka pintu seketika laki-laki tersebut membulatkan bola matanya ketika dia menyadari siapa sosok yang berdiri di ambang pintu tepat di hadapannya saat ini.
"Kau?," laki-laki itu bertanya sembari mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu.