
Setelah selesai melewati pagi penuh peluh, kamar mendominasi berwarna putih tersebut masih dibiarkan gorden nya tidak kunjung terbuka dan tidak dibiarkan pula menerima cahaya matahari menyeruak masuk kedalam nya, ekor mata Khan menatap sosok Ashley yang bergerak perlahan berniat menuju ke arah kamar mandi.
"Tetap di sana" Khan memberikan perintah, mutlak membuat Ashley langsung menghentikan gerakan nya untuk beringsut dari sana.
Khan langsung bergerak mendekati istrinya dengan cepat dan dalam hitungan detik tanpa diduga laki-laki tersebut langsung mengangkat tubuh istrinya menggendongnya ala brida style dan membawanya menuju ke arah kamar mandi.
"Khan?" Ashley terlihat sedikit menegang, menggenggam erat bahu laki-laki tersebut dengan tatapan bola mata yang sulit ditembus artinya oleh Khan.
"Mereka bilang saat pertama kali berjalanpun sangat menyiksa bukan?" laki-laki tersebut bicara dengan cepat membawa istrinya masuk ke dalam kamar mandi secara perlahan.
"karena mereka bilang seperti itu membuatku cukup ngilu memikirkannya" Khan terus bicara dan kini dia meletakkan istrinya secara perlahan ke atas walk in closet.
Ashley sama sekali tidak menjawab apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut, bisa Khan lihat istrinya hanya mengembangkan senyumannya.
"aku sangat tidak keren karena tidak menyiapkan salap untuk meringankan rasa sakit, aku merasa menjadi suami yang payah" Laki-laki tersebut jika bicara selalu apa adanya, dia memang begitu tapi sebenarnya memiliki sisi hangat dan penuh perhatian, hanya saja sulit mengekspresikan dengan
benar tentang dirinya sendiri karena memang karakter kaku dan datarnya tercipta sejak dini.
"Bukan masalah, gendongan tadi jauh lebih berharga dan berarti daripada sebuah salap, membuat ku tidak terlalu merasa sakit saat berjalan" Ashley menjawab, menatap netra Khan dengan seksama.
"Aku bisa pergi mandi sendiri, kamu bisa menunggu diluar saat ini " Lanjut Ashley lagi.
Khan sejenak tidak bergeming seolah-olah dia berpikir apa yang harus dia lakukan setelah ini.
"Aku akan menunggu di sini, atau mungkin kita bisa mandi bersama untuk memangkas jarak yang ada" Laki-laki tersebut menjawab dengan cepat penuh keyakinan dan kemudian dia memilih untuk bergerak menuju ke arah bath tub dan mulai mengisi air nya.
Ashley terlihat menatap gerakan laki-laki tersebut tanpa banyak mengeluarkan suara nya, membiarkan bola matanya mengikuti arah gerakan sang suaminya.
"katakan padaku kamu suka aroma apa?" laki-laki tersebut menawarkan, ada beberapa aroma minyak yang akan dia tumpahkan didalam bak mandi saat ini.
Seolah-olah Dejavu, Ashley ingat mereka pernah melewati percakapan seperti ini di kehidupan sebelumnya.
"katakan padaku kamu suka aroma apa?" ketika Khan bertanya, Ashley terlihat mendengus.
"Aku jijik kamu menuangkan aroma apapun kedalam tubuh ku" dia mengeluarkan ekspresi penuh kebencian kearah laki-laki yang ada dihadapannya tersebut.
Khan mencengkeram erat wajah Ashley, kemudian berkata.
"Vanilla sangat cocok untuk mu"
"Vanilla" Dan gadis tersebut menjawab pelan, membiarkan netranya tidak melepas kan pandangan nya dari Khan.
Khan terlihat mengembangkan senyumannya, menoleh kearah Ashley sambil mengulum senyuman nya.
"Itu salah satu dari 2 aroma favorit ku" Khan menjawab cepat, kemudian laki-laki tersebut membuang pandangannya, terlihat mulai berdiri dari posisi nya secara perlahan namun satu hal tidak terduga terjadi, Ashley tiba-tiba memeluk nya dari belakang, membuat Khan cukup terkejut.
"Khan..." saat gadis tersebut berkata begitu, membuat Khan langsung diam, dia hendak menoleh tapi Ashley semakin mempererat pelukannya.
"Sebentar saja" Ucap Ashley pelan sambil memejamkan bola matanya.
Khan terlihat diam, tanpa berpikiran yang tidak-tidak dia terlihat mengulum senyuman nya, menepuk-nepuk punggung tangan Ashley yang melingkar di perutnya.