King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Jangan main-main dengan nya



"Kau masih punya muka memanggil ku bibi hah?," wanita di hadapan Laura tampak begitu marah, berusaha untuk menahan tangannya agar tidak menjambak perempuan yang ada di hadapannya sekali lagi, tapi meski bagaimanapun juga sebagai seorang istri siapa yang rela melihat suaminya tidur dengan perempuan muda yang jelas masih punya hubungan keluarga dengan nya.


"Benar kata Samira, pada akhirnya putri seorang pela_cur dan pelakor tetap akan menuruti perangai dari ibunya meskipun sudah diletakkan di tempat layak sekalipun, bahkan seorang pe_lacur pada akhirnya akan kembali ke rumah lama nya saat dia telah gelap dengan gelimang dunia, kau dan ibu mu sama saja," wanita tersebut terus berteriak histeris penuh dengan kemarahan menatap ke arah Laura penuh dengan kebencian dan dia siang untuk menampar Laura sekali lagi saat ini namun Ashley berusaha untuk menenangkan dirinya.


"Bibi, jangan lakukan itu, tenangkan diri bibi,"


"Bagaimana aku bisa tenang, kau....kau bajingan sialan," wanita tersebut tetap tidak ingin tenang dia meneriaki Laura kemudian kali ini meneriaki suami dengan penuh kemarahan.


Laki-laki hampir paruh baya yang ada di hadapannya tersebut terlihat mencoba menenangkan istrinya, dia masih sempat mencoba untuk memijat-mijat kepalanya untuk beberapa waktu mencoba menenangkan pikiran nya sendiri kemudian berusaha untuk mendorong istrinya agar menyingkir dari hadapan Laura.


"Aku minta kau urus perceraian kita, aku jijik melihat mu dan disentuh oleh kamu, kau benar-benar laki-laki tua baji_ngan." kembali wanita tersebut berteriak pada suaminya dan tidak ingin disentuh oleh laki-laki tersebut.


"Dan aku akan minta ayah ku mencoretmu dari daftar keluarga dan kau akan aku pastikan tidak akan mendapatkan sedikit pun warisan dari keluarga Barmingham."


Dan saat wanita tersebut berkata seperti itu jelas saja membuat Laura terkejut setengah mati, dia langsung membulatkan bola matanya dan menatap wanita yang ada di hadapannya tersebut dengan tatapan tidak percaya.


"No ..no...bibi... tidak," Laura jelas gelagapan mendengarkan apa yang diucapkan oleh sang bibi, dia berusaha menarik wanita di hadapannya tersebut agar tidak pergi dari sana dan mencoba meyakinkan ada kesalahpahaman yang terjadi antara dia dan suami wanita tersebut saat ini.


"Ada kesalahan besar pasti terjadi antara aku dan Paman, aku benar-benar tidak pernah melakukan hal yang memalukan di antara kami berdua, aku-," Laura benar-benar panik dan bingung saat ini dia tidak mengerti kenapa semua menjadi kacau balau bahkan dia bisa tidur dengan suami dirinya sendiri.


Laki-laki yang menjadi suami bibinya tersebut seolah-olah tidak benar-benar berniat untuk mengklarifikasi keadaan mereka berdua semalam, Laura bahkan berusaha untuk mencari sosok Alex juga beberapa orang-orang yang ada di sekitar sana namun nyatanya dia sama sekali tidak menemukan satupun orang yang dia kenal di dalam ruangan tersebut.


Ditengah kepanikan Laura, Ashley terlihat menaikkan ujung bibirnya dan menampilkan ekspresi wajah penuh kemenangan, dia menatap ke arah Laura yang panik setengah mati, kemudian melirik ke arah laki-laki yang ada di samping Laura saat ini.


Seulas senyuman penuh kemenangan tampil di balik wajah cantik perempuan tersebut.


"Bukankah sudah aku bilang? jangan main-main dengan ku, Laura."