
Zoya bicara pada Ashley sambil menatap ke dalam layar laptop nya.
"Tebak apa yang akan dilakukan pe_lacur itu?,"gadis tersebut bertanya sembari dia berita lurus pandangannya ke arah depan.
Bisa dia dengar sahutan di ujung sana, Ashley menjawab ucapannya dengan begitu santai dan juga tenang, tidak sedikitpun menampilkan ekspresi terkejutnya atau takutnya.
"aku cukup jijik mendengar apa yang dia rencanakan, kau tahu apa yang dia lakukan saat ini?," kembali gadis tersebut bicara dan kemudian melesatkan sebuah tanya kepada Ashley di ujung sana.
"dia sedang bercinta dengan laki-laki sialan itu saat ini, rasanya sungguh menjijikan saat melihat mereka dengan tidak tahu malunya melakukan adegan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh perempuan dan laki-laki tanpa status." Zoya terus bicara sembari pandangannya kini beralih kembali pada laptopnya di mana dia menggerakkan jemari-jemarinya untuk beberapa waktu di atas keyboard laptopnya.
"Oh god, sepertinya aku juga tidak tahu diri karena menghubungimu di waktu yang tidak sepantasnya, maafkan aku," Dia sepertinya menyadari sesuatu jika waktu saat ini sebenarnya bukan jam yang pantas untuk dia menghubungi perempuan dengan sana, apalagi dia ingat Ashley sudah menikah dengan Khan. Bisa jadi dià membangunkan perempuan itu dengan tiba-tiba atau dia sedang mengganggu sesi percintaan kedua orang tersebut di ujung sana.
"Sungguh tidak tahu malu." Batin Zoya.
"Kamu bisa menutup panggilanku, Ash." Ucap nya kemudian.
Dan Zoya hanya mendengar kata-kata Ashley yang berkata bukan masalah, namun seketika dia yang tahu diri langsung menutup panggilannya. Zoya sejenak menghela nafas nya panjang. Dia kini berusaha untuk memfokuskan diri, kembali menatap layar laptop yang dimiliki nya didepan sana, menggerakkan jemari nya untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya tiba-tiba saja satu notifikasi masuk ke handphonenya.
Zoya menatap layar handphone nya untuk beberapa waktu.
Tidak usah dibuka, dia sudah tahu siapa yang mengirimkan dia pesan.
Pertama itu si brengsek laki-laki yang ada bersama saudara tiri nya. Laki-laki tersebut mengirimkan dia pesan dan menanyakan keberadaan nya.
Ashley beberapa kali memperingatkan dirinya agar hati-hati dengan laki-laki tersebut.
Kedua jelas yang mengirimkan nya pesan adalah Ashley. Zoya menaikkan ujung bibirnya, dia mengetik sesuatu di laptop nya dan menunggu sesuatu di layar nya yang masih bergerak menunggu dalam hitungan detik.
Perempuan tersebut baru saja mengirimkan dia sejumlah uang tidak sedikit.
Zoya menatap layar handphonenya, menggeser nya secara perlahan dan membaca pesan Ashley.
"Itu bagian mu." itu pesan pertama yang dia baca.
Zoya terlihat diam tidak bergeming saat dia membaca pesan yang kedua.
"Cari apartemen lain, aku tidak yakin kamu akan baik-baik saja tetap tinggal bersama Laura ditengah orang-orang yang mengelilingi nya, Ran."
Dan Zoya memilih untuk menutup perlahan handphone nya, dia menaikkan ujung bibirnya sambil berpikir pada akhirnya dia bisa keluar juga dari kubangan neraka tepat pada waktunya.
Bekerjasama dengan Ashley benar-benar menguntungkan dirinya dan membuat dia bisa cukup mandiri, Ashley benar-benar menepati janji nya kepada dirinya.
Gadis tersebut terlihat meletakkan handphonenya dan berniat menggeser laptop nya, namun tiba-tiba ekspresi wajah nya berubah saat dia melihat sosok seseorang yang jelas tidak asing untuk dirinya, melangkah dari ujung sana dengan langkah penuh kekesalan dan kemarahan.
Crawford!.
Seketika Zoya tercekat untuk beberapa waktu.