
Club malam xxxxxxx,
pusat kota.
Seorang laki-laki terlihat bergerak dengan susah payah untuk masuk kedalam club malam yang ada di hadapannya tersebut tanpa mengeluarkan sedikitpun suaranya. Dia bergerak dari area luar seolah-olah habis dikejar oleh seseorang, raut wajahnya menampilkan sebuah kecemasan mendalam dan berkali-kali dia mencoba memegang leher nya. Bisa dilihat saat ini bagaimanapun usaha langkah kakinya yang tampak tidak baik-baik saja, mencoba berjalan dengan terseok-seok seakan-akan laki-laki tersebut mabuk, namun nyatanya laki-laki tersebut sama sekali tidak mabuk, tapi dia sedang kesusahan untuk menyeret langkah kakinya hingga menuju ke dalam sana agar bisa sampai tepat pada tempat tujuan yang sesuai keinginannya.
Entahlah apa yang terjadi sebenarnya tadi sebelum nya tapi sepertinya laki-laki tersebut seakan-akan ingin menyampaikan sebuah berita yang cukup penting untuk seseorang yang klub malam tersebut. Bisa dilihat dengan nafas tersengal-sengal dan juga wajah yang pucat, laki-laki itu terus memaksakan langkah kakinya untuk masuk ke dalam sana.
Beberapa kali dia terjatuh dan roboh dari posisinya, di mana beberapa orang di dalam klub malam tersebut mencoba untuk membantunya untuk berdiri dan berjalan, namun beberapa kali juga laki-laki itu mencoba untuk menepi sebagian bantuan yang ada di hadapannya karena dia cukup takut jika orang-orang yang ingin membantunya bukanlah orang-orang yang baik dan mungkin bisa mengancam nyawanya.
Meskipun sebenarnya beberapa orang mencurigai langkah kaki laki-laki tersebut, namun karena club malam itu dipenuhi dengan orang-orang yang sama seperti itu, mabuk dan semboyongan atau jatuh berkali-kali karena terlalu banyak mengkonsumsi minuman atau obat-obatan membuat mereka berpikir itu hal yang biasa dan bukan hal yang mengherankan lagi.
Dalam perjuangan panjang laki-laki tersebut, pada akhirnya dia berhasil mencapai pada titik pintu itu di dalam klub malam tersebut dengan usaha mati-matian, dia berusaha meraih pintu masuk salah satu ruangan di sudut kirinya dan menggedor nya dalam usaha mati-matian nya.
Takkkkkk.
Pintu tersebut berhasil dibuka oleh seseorang didalam sana.
"Tuan." Laki-laki tersebut bicara dengan cepat dan berusaha untuk masuk kedalam sana dalam perjuangan panjang nya.
Beberapa perempuan didalam sana yang mengelilingi seorang laki-laki berusia sekitar 35 tahunan terlihat terkejut, memilih untuk tidak merayu dan merangkul laki-laki tersebut lagi karena kedatangan seorang tamu yang tidak di undang. Laki-laki berusia 35 tahunan tersebut menggerakkan jari nya dan memberikan kode agar para perempuan tersebut keluar.
"Tuan aku-,"
Brakkkkkkk.
Belum sempat laki-laki yang datang barusan tersebut bicara, dia langsung jatuh ambruk dari posisi nya. Terbatuk-batuk dalam wajah pucat nya dan diiringi keringat dingin yang menyembur membasahi seluruh permukaan wajah dan tubuh. Didetik berikut di balik batuk nya langsung menyemburkan darah segar dari mulut nya dan,
"Akkkkhhhhh."
"Akhhhhhhhh."
"Akhhhhhhhh."
Teriakan melengking para perempuan memecah suasana.
Laki-laki tersebut mencoba mencengkeram leher nya dan sendiri seolah-olah berusaha untuk bicara namun berusaha juga untuk mencoba menyelamatkan diri nya sendiri namun sayangnya gagal. Dan tidak perlu waktu lama laki-laki tersebut meregang nyawa.
"Apa yang terjadi pada mu, sialan?."