
Perjalanan menuju ke arah markas Vander
Mobil Van putih.
Didalam mobil Van berwarna putih tersebut terlihat orang-orang telah siap pada posisi mereka masing-masing, mereka bergerak melewati malam menuju ke arah markas Vander dan akan mencuri lukisan yang telah lama diinginkan oleh mereka. Meksipun tidak dipungkiri mereka telah menyelidiki keberadaan lukisan tersebut sebelumnya, tapi Ashley tetap saja tahu lebih dulu dimana posisi lukisan tersebut.
Dan kini di mana bisa Khan lihat istrinya telah siap dengan keadaan di mana bola mata Ashley terus fokus pada satu layar monitor yang ada di hadapannya.
"Aku akan meretas sistem keamanan mereka begitu kita tiba di lokasi mereka, ini tidak akan lama, hanya bisa bertahan tidak lebih dari 15 menit." perempuan tersebut bicara, dia melirik kearah suaminya.
"Aku akan turun dan bergerak, kamu tetap didalam." Khan mencoba mencari kesempatan dan cela, ingin istrinya tidak ikut masuk ke sarang mafia, baginya membiarkan Ashley masuk ke markas rahasia Vander yang lainnya sungguh berbahaya.
"Kakak ipar, aku harap kamu membantu ku untuk terus memantau layar nya," Ashley mengabaikan ucapan suaminya dan dia langsung menoleh ke arah Nyx.
"sangat sulit sekali mempercayai orang asing selain kakak saat ini karena itu jangan pernah berikan pada siapapun komputernya karena jika ada sedikit saja kesalahan pada sistem peretas keamanan nya, itu sama saja akan membunuhku dan suamiku." Lanjut Ashley lagi.
Khan ingin sekali berdebat dengan istrinya tapi dia mencoba menahan nya, tatapan mata Ashley beralih pada perempuan yang ada di sisi kanannya. Entahlah apa yang dipikirkan Ashley soal Laura, tapi dia pikir Ashley cukup tidak mempercayai Laura dan Laura juga tidak mempercayai Ashley, dua perempuan itu seolah-olah menyimpan satu rahasia antara satu dengan yang lainnya sembari menatap tidak suka pada masing-masing diri.
laki-laki tersebut sama sekali tidak menolak ucapan dari Ashley, dia hanya menaikkan sebelah bahunya kemudian membuang pandangannya.
"Pergilah dan di sini akan menjadi urusanku." pada akhirnya laki-laki itu menjawab dengan cepat.
"Kau mencurigai ku,?" Pada akhirnya Laura bertanya sembari mengernyitkan dahi nya, dia menatap dengan rasa tidak suka ke arah Ashley.
"dari cara bicaramu dan juga cara memandangnya kau seolah-olah berpikir aku akan menjadi pengkhianat di antara semua orang!." perempuan itu selalu tidak terima atas apa yang diucapkan oleh Ashley, dia langsung mengeluarkan ekspresi yang begitu mengerikan dan juga tidak bersahabat.
mendengar ucapan dari Laura seketika membuat Ashley langsung bergerak mendekati perempuan tersebut.
"Aku tentu saja tidak pernah berkata aku mencurigaimu atau berpikir kau akan menghianati kami tapi siapa yang pernah tahu jalan pikiran seseorang apalagi ketika dia kehilangan cintanya dan tidak berhasil mendapatkan laki-laki yang dia inginkan." lanjut Ashley lagi kemudian.
Khan yang mendengar ucapan istrinya nya jelas saja merasa sedikit terkejut, dia mengernyitkan dahi sambil menoleh kearah Ashley dan Laura secara bergantian.
"Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui sebelumnya?." dia jelas saja langsung bertanya seperti itu, karena baginya apa yang diucapkan Ashley cukup mengejutkan dirinya.
"Laura?." Laki-laki tersebut kembali bertanya dengan pandangan tidak bersahabat pada Luara.
Bisa dia lihat, Laura menampilkan wajah merah padam, seolah-olah dia baru saja kepergok mencuri oleh seseorang.