King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Seketika jijik menerjang



Bayangkan bagaimana perasaan Laura saat ini, dia tidak bisa mengejar wanita yang ada di hadapannya tersebut karena keadaannya jelas tidak memungkinkan mengingat dia hanya menggunakan bagian penutup dalam saja tanpa menggunakan pakaian luarnya sama sekali.


Ditengah kepanikan Laura seketika dia menyadari Tata sesuatu ia ingat jika ada Khan diantara semua orang dan juga Ashley. Laura seketika membulatkan bola matanya saat menyadari hal tersebut, perempuan itu masih menggelengkan kepalanya mengubah ekspresi wajahnya dengan cepat kemudian seolah berkata jika ini tidak seperti yang Khan pikirkan.


"Khan....aku....dijebak," Laura terlihat bergetar, dia bicara dengan ekspresi wajah penuh kesedihan dan juga seolah-olah penuh intimidasi atas perbuatan orang di sekitar nya, dia berharap Khan mau dibantu nya dan percaya kepada dirinya saat ini.


"semalam aku seharusnya tidak ada di sini," Laura mencoba mencengkeram kedua tangan laki-laki yang ada di hadapannya itu memohon agar mempercayai dirinya seperti dulu lagi dan berharap laki-laki tersebut tidak langsung berpikiran buruk atau berspekulasi.


"Mana mungkin aku dan..," Laura pada akhirnya menoleh ke arah suami dari bibi nya, dia cukup histeris menatap laki-laki tersebut, tidak percaya dia tidur dengan pamannya, suami dari bibinya, dimana Wanita hampir paruh baya tadi adalah adik dari ayah nya di mana ayah nya juga merupakan ayah Zoya.


"Paman menjebak ku, paman apa yang kau lakukan?," dan Laura seketika histeris, dia langsung mendekati laki-laki yang berusia 40 tahunan lebih tersebut dan mencoba untuk memukul laki-laki itu dengan kemarahan besar nya.


Dia pikir bagaimana bisa semalam bukan khan yang berada di kamar tersebut tetapi pamannya itu yang ada di kamar yang dia masuki, Khan dia laki-laki tersebut memang memiliki perawakan tubuh yang sama, seharusnya dia curiga kenapa laki-laki yang bersamanya malam tadi sama sekali tidak mengeluarkan suaranya selama sesi percintaan panjang mereka. seharusnya dia tidak terlalu menggebu, dia seharusnya menyalakan lampu kamar lebih dulu, dia seharusnya juga melihat lebih dulu siapa semalam yang bersama dirinya apakah benar-benar Khan atau orang lain.


"Akhhhhhhhh,". Laura seketika berteriak histeris, dia langsung dengan cepat menjambak rambut nya sendiri, merasa sangat marah dengan keadaan. benar-benar jijik ingat pada percintaan mereka, laki-laki hampir paruh baya itu gila, memang pernah berkali-kali mencoba menggoda nya, hubungan pernikahan nya dan bibi nya tidak bisa dibilang baik-baik saja karena pernikahan mereka berdasarkan perjodohan. Laki-laki yang menjadi suami bibinya tersebut adalah player pemain perempuan, mungkin jika dia berselingkuh dengan orang lain bibinya masih memaafkan karena berkali-kali laki-laki itu kepergok berselingkuh dan bahkan tidur dengan beberapa perempuan yang ada di luar sana. Tapi kali ini Laura jelas yakin bibi nya pasti memilih untuk berpisah dan bercerai karena yang ditiduri oleh laki-laki itu adalah dirinya yang tidak lain adalah putri dari kakak kandung bibinya sendiri. Bahkan yang lebih mengerikan para wartawan telah mendapatkan fotonya bahkan bisa jadi beritanya pecah hari ini juga.


Laura benar-benar histeris, dia seperti orang gila mendapati kenyataan tentang semuanya.


Khan terlihat menatap Laura dengan tatapan yang cukup rumit, dia sengaja memundurkan langkahnya, merasa cukup jijik melihat perempuan yang ada dihadapan nya tersebut. Ingatan nya soal semalam membuat nya sama sekali tidak iba dan kasihan terhadap perempuan yang kini histeris berteriak dan menangis di kehidupannya tersebut.


"Minuman yang diberikan pada mu berisi afrodisiak, Khan,"


"Kau tidak percaya, aku akan menunjukkan bukti nya pada mu."