King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Kemarahan luar biasa



Apartemen Laura.


"Akhhhhhh."


Pranggggg.


teriakan menggelegar dari mulut Laura jelas terdengar memecah keadaan, belum lagi suara pecahan kaca menghantam dinding apartemen milik perempuan tersebut hingga menciptakan kesiruan dan juga heboh suasana. Gelas dan beberapa piring yang dilempar oleh Laura tampak berhamburan kemana-mana, dia mencoba melempar barang apapun yang ada di hadapannya tersebut tanpa mau berpikir apakah itu akan merugikannya atau tidak yang jelas Laura mendapatkan satu kepuasan sendiri ketika dia melakukan hal tersebut saat ini.


Kemarahannya jelas memuncak dan dia tidak bisa melampiaskannya kepada orang lain kecuali pada barang-barang yang ada di hadapannya, apa yang dilakukan oleh Ashley benar-benar membuatnya merasa malu, Marah, jijik dan kesal. Tidak menyangka jika perempuan itu bisa membuat dia tidak berkutik atas tindakannya dan dia pikir bagaimana bisa Ashley mempermalukan dirinya di hadapan Khan hingga membuatnya kehilangan muka.


Setelah berkata jika Ashley hanya memberikan nya satu kesempatan kepada dirinya, Ashley menampar wajahnya dengan cara yang begitu menyakitkan hingga membuat cap 5 jari di pipinya terlihat dengan jelas hingga saat ini. Bayangkan bagaimana perasaan perempuan tersebut.


Pranggggg.


Pranggggg.


Kembali perempuan tersebut melempar piring hias yang ada di hadapannya hingga hancur berantakan ke arah dinding di ujung sana, membuat siapa saja yang melihat perbuatan dari perempuan tersebut hanya bisa menghela nafasnya, nyatanya ketika marah sifat Laura benar-benar sangat mengerikan dan juga tidak bisa dikendalikan, dia bisa menghancurkan apapun yang ada di sekitarnya dan tidak peduli jika itu akan melukai dirinya atau juga orang-orang di sekitar nya.


"Kau tidak lihat? bagaimana warna pipiku saat ini?," Perempuan tersebut kembali bicara dengan nada tingginya.


"Ba_jingan itu dia-," Laura terlihat mengeram sembari menggenggam erat telapak tangannya.


"Aku benar-benar marah dan kesal, bahkan kau tahu aku ingin sekali menjambak rambutnya menyeretnya kemudian membunuhnya, tapi aku berusaha untuk menahan semuanya saat ini karena aku tidak mungkin menampilkan sisi burukku di hadapan Khan," ucap perempuan itu lagi dengan penuh kemarahan, dia sama sekali tidak bisa meredam emosinya saat ini saking kesalnya.


Laki-laki yang ada di hadapannya terlihat hanya bisa diam dan memilih tidak menjawab sama sekali, membiarkan Laura menumpahkan seluruh kemarahan yang ada di dalam diri perempuan tersebut saat ini dan membiarkan Laura mendapatkan apa yang dia inginkan hingga mungkin hatinya akan merasa cukup lega.


Laura terus mengumpat dan menumpahkan seluruh kekesalannya, bahkan tidak lupa di balik kemarahannya yang menggelegar dia juga mengucapkan kata-kata mengerikan dari balik bibirnya baik berbentuk umpatan dan lain sebagainya


"Aku harap kita bergerak dengan cepat untuk mempermalukan dirinya bagaimanapun caranya, malam puncak acara ulang tahun perusahaan, dia harus merasakan bagaimana rasanya ketika dia dibuang oleh Khan atas penghianatan dan kesombongannya." Kali ini tatapan Laura terlihat menembus ke arah depan.


"kali ini jangan sebut namaku jika aku tidak menghancurkannya dengan mudah, aku yakin Khan pasti akan sangat membencinya ketika tahu apa yang akan aku lakukan pada Ashley, Khan tidak akan mau lagi menerima istrinya dan dia akan tahu jika aku jauh lebih baik daripada Ashley." lanjut perempuan tersebut lagi kemudian.


laki-laki yang duduk di atas kursi sofa di apartemen tersebut terlihat menatap ke arah Laura kemudian dia berkata.


"Setelah menjebaknya pastikan kamu mengembalikan Ashley pada ku, Laura." ucap laki-laki tersebut sembari menaikan gelas minuman yang ada di tangannya.