King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Agak mencekam



Di sisi lain,


Mobil.


"Aku belum sempat menikmati kopi ku, Ford." Satu di antara ketiga laki-laki itu bicara dengan cepat, melirik ke arah Ford untuk beberapa waktu di mana dia saat ini memilih untuk duduk di belakang bersama Ford, sedangkan dua laki-laki lainnya yang merupakan anak buah mereka memilih duduk di bagian depan dan salah satunya menyetir.


"Memaksa kami untuk pulang dan tidak menikmati kopi kami bahkan kau tidak mengizinkan kami untuk bicara dengan gadis cantik itu, kau cukup keterlaluan malam ini." lanjut lagi tersebut lagi kali ini dia membuang pandangannya dan memilih untuk menatap ke arah jalanan.


Mood laki-laki tersebut langsung menurun dengan drastis, dia yang tadinya bersemangat untuk menikmati kopi dan juga roti guna menghilangkan rasa dingin di malam ini seketika langsung hancur lebur berantakan saat Ford memerintahkan mereka untuk segera pergi dari tempat tersebut tanpa banyak bicara.


"Pergi ke cafe xxxxxxx di ujung sana." Alih-alih menjawab ucapan dari laki-laki di sampingnya tersebut, Ford lebih memilih untuk bicara pada anak buahnya yang ada di depan, memerintahkan laki-laki tersebut untuk menepikan mobilnya di ujung sana pada Cafe 24 jam yang menyediakan kopi.


"Baik bos." laki-laki yang tengah menyetir mobil tersebut menjawab dengan cepat apa yang diperintahkan oleh bosnya kepada dirinya.


Dan laki-laki di samping Ford yang mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika membuat dia mendengus dengan perasaan kesal, dia kini menatap kembali ke arah Ford kemudian dia berkata.


"Kau terlihat seolah-olah melindungi Gadis itu dari kami dan takut jika kami melakukan hal-hal di luar batasan pada gadis cantik dan muda itu," dia bicara dengan cepat sembari sedikit mengejek ke arah Ford.


"Sejak awal kita datang mendekati gadis itu kau seolah-olah khawatir dengan gelagat kami pada gadis tersebut, saat David dan Ben bicara jika gadis itu sangat menarik ekspresi wajahmu menampilkan ketidaksukaan pada kedua anak buah mu itu, jadi jangan katakan padaku jika kau tertarik pada gadis itu saat kau melihatnya di acara pameran dulu." Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.


"Jangan katakan kau menyukai bocah ingusan yang usianya mungkin lebih cocok jadi keponakan mu ketimbang menjadi kekasih mu, dia tidak akan tertarik pada laki-laki tua yang lebih pantas jadi paman nya yang kehidupan nya dikelilingi oleh kejahatan di sekitar nya." Dan laki-laki tersebut kembali menekan kalimat nya pada Ford, dia bisa menebak apa yang dipikirkan oleh sang sepupu nya tersebut saat ini.


Kali ini tatapan bola matanya begitu tajam menatap ke arah Ford, dia menaikkan ujung alisnya sembari menunggu penjelasan dari laki-laki yang ada di sampingnya itu.


Ford langsung menoleh kearah sang sepupu nya, menatap tajam bola mata laki-laki tersebut dimana bisa dilihat kilatan amarah tanpa berkobar dibalik kedua bola matanya.


"Apa kau sedang menceramaiku atau sedang menasehatiku?." Dan jika font sudah bicara seperti itu siapapun pasti harus menahan nafas mereka karena itu artinya laki-laki tersebut tidak suka ada yang ikut campur dengan urusan kehidupannya dan juga perasaannya.


"aku hanya mencoba untuk mengingat kamu agar sedikit lebih sadar diri Ford, gadis itu tidak akan pernah menyukai laki-laki mengerikan sepertimu."


"Dan apa kau pikir aku cukup tidak tahu diri harus menyukai gadis yang usianya 12 tahun jauh di bawah aku?." Kini Ford balik menekan ucapannya pada laki-laki yang ada di sampingnya tersebut.


Mereka saling menatap antara satu dengan yang lain di mana tatapan Ford terlihat begitu membunuh, seketika suasana menjadi begitu mencekam dan terasa tidak enak membuat kedua laki-laki yang ada di bagian depan mobil sedikit menegang. Mereka berdua terlihat menelan saliva mereka untuk beberapa waktu di mana pada akhirnya mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya.


"Kita sudah sampai, bos." dan salah satu dari mereka terpaksa berkata seperti itu untuk mengurangi hawa panas di dalam mobil tersebut saat ini.