
Mansion Utama Khan
Ruang kerja Khan.
"aku cukup gugup untuk bertemu dengan orang tuamu" Ashley bicara pada Khan dengan cepat.
mendengar apa yang diucapkan oleh gadis di hadapannya tersebut seketika membuat Khan menaikkan ujung bibirnya.
Dia tengah membantu mengencangkan gaun yang digunakan oleh Ashley, pilihan warnanya pada malam ini adalah merah karena baginya merah sangat cocok untuk sosok gadis pemberani seperti Ashley. Dia suka melihat gadis seperti Ashley menggunakan warna menyala seperti itu dalam beberapa momen penting di dalam hidup nya.
gaun yang tidak terlalu panjang juga tidak terlihat terlalu seksi dan pendek tersebut menampilkan satu sisi eksotis dan juga penuh tantangan, membuat gadis di hadapannya tersebut terlihat lebih cantik dari sebelumnya di mana ditambah dengan polesan make up tipis yang tidak berlebihan yang sangat dia sukai.
bajunya gadis di hadapannya tersebut terlihat begitu elegan dan juga menggairahkan.
"kamu adalah tipe gadis yang begitu pemberani di mata ku, tapi aku cukup terkejut saat tahu ketika ingin menemui orang tuaku rupa nya bisa membuatmu menjadi berdebar-debar dan menampilkan ekspresi khawatirmu" laki-laki tersebut bicara sembari terkekeh kecil, kemudian dia menarik tali yang ada di punggung gadis tersebut secara perlahan dan mengencangkannya dalam ikatan terakhir.
dia tidak pernah menelan salivanya saat melihat kulit punggung seseorang yang mulus, nyatanya punggung gadis tersebut mampu membuatnya berulang kali menelan salivanya dan membuat dia berusaha untuk menahan nafasnya untuk beberapa waktu.
"kau tahu Khan? di dunia ini tidak ada satupun yang aku takutkan setelah aku melewati masa sulitku di masa kemarin, tapi pada akhirnya meskipun aku pernah mati berkali-kali aku bisa mengubah semua rasa takutku menjadi rasa berani terhadap siapapun, tapi anehnya aku tidak bisa mengubah rasa takutku pada sosok seorang ibu, bagiku kata ibu membuatku tidak bisa untuk bernafas dengan baik" gadis di hadapannya tersebut berkata seperti itu.
Khan secara perlahan melepaskan kedua belah tangannya pada punggung Ashley, tapi bola matanya tidak melepaskan pandangannya melalui kaca cermin di depan sana di mana dia bisa melihat kecantikan Ashley dan kini dia bisa melihat raut wajah gadis tersebut di mana Ashley bicara dalam mimik wajah yang sedikit berkaca-kaca.
"kau tahu ibuku salah satu orang yang hangat dan dipenuhi dengan kasih sayang" pada akhirnya laki-laki tersebut berkata seperti itu, dia tidak melepaskan tatapannya dari gadis yang ada di hadapannya tersebut.
"aku yakin saat kalian bertemu kalian akan saling menyukai antara satu dengan yang lainnya" Lanjut Khan lagi untuk menyakinkan Ashley.
gadis tersebut secara perlahan membalikkan tubuhnya, kini dia membiarkan bola matanya menatap ke arah Khan dengan tatapan yang begitu dalam, di beberapa detik kemudian Ashley melingkarkan kedua tangannya di leher Khan, kemudian gadis itu berkata.
"aku tahu pada akhirnya kami saling menyukai antara satu dengan yang lainnya, tapi bukankah terkadang kesan perjumpaan pertama akan sangat rumit di antara para perempuan? ditambah lagi capku sebagai seorang janda mungkin akan sedikit memberatkan mommy, Khan"
dan ketika gadis tersebut berkata seperti itu dimana Ashley menyebutkan mommy Ayana dengan sebutan mommy, hal tersebut membuat Khan terlihat mencoba menaikkan ujung bibirnya.
"karena itu kamu harus mampu membuat mommy merasa terkesan, sama seperti saat kamu pertama kali mampu membuat aku terkesan dengan mu" Jawab Khan kemudian.
dan di detik berikutnya laki-laki tersebut meraih pinggang Ashley, dia membiarkan tubuh gadis tersebut merapat dan tenggelam ke dalam pelukannya, kemudian secara perlahan telapak tangan kanan Khan pipi gadis di hadapannya itu.
"aku yakin kamu mampu meluluhkan hati mommy ku" Lanjut laki-laki itu lagi, dan kemudian secara perlahan Khan membiarkan bibir mereka menyatu untuk beberapa waktu.
Alih-alih terkejut atau menolak, Ashley menerima ciuman manis tersebut, dan membalas ciuman Khan dengan cara nya sendiri.