King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Pertemuan mengerikan



Dia jelas saja terkejut setengah mati saat dia menyadari siapa yang kini bergerak mendekat ke arah dirinya.


Crawford, laki-laki mengerikan yang merupakan musuh sejati dari Khan, laki-laki yang akan dimanfaatkan oleh saudara tirinya Laura untuk dijadikan pion utama dalam menarik kekuasaan untuk Khan.


Zoya pikir rencana Laura cukup bagus, menjatuhkan Ford untuk Khan. Menguasai dunia malam dan mafia menjadi king Khan dan Queen Laura tapi mengorbankan banyak orang didalam nya.


Ashley, Nyx, diri nya bisa jadi, Nick, orang-orang di bawah naungan Khan, orang-orang Ford, tuan Pablo, tuan De Angelo dan keluarga nya, dan entahlah Zoya enggan untuk menghitung kembali siapa-siapa saja orang-orang yang akan dihancurkan oleh Laura.


Ambisi perempuan itu sangat luar biasa menurutnya, untuk menguasai apa yang dia inginkan dia bisa membunuh dan mematikan siapapun yang menjadi lawannya, bahkan siapa tahu manusia sekelas Laura bisa membunuh ayah nya sendiri diam-diam untuk bisa mewarisi harta kekayaan keluarga mereka yang sebenarnya tidak seberapa.


Zoya buru-buru menutup laptopnya, sepertinya dia salah memilih cafe untuk bersantai saat ini, seharusnya bukan kafe dengan menu kopi dan coklat panas, cukup menikmati kopi mocca atau kopi standar saja. Nyata nya belum sempat Zoya beranjak dari sana, tiba-tiba seorang pelayan sudah membawakan pesanannya secara perlahan dan meletakkannya kertas meja di mana dia masih duduk saat ini.



Seketika Zoya mematung menatap kopi coklat pesanan nya.


"Bos look, ada gadis cantik di sini tidakkah kau bisa melihatnya?," dan sebuah suara memecah keheningan di mana tiba-tiba seorang laki-laki dengan gaya yang sama mengerikan di mana pakaiannya terlihat cukup berandalan bicara ke arah Ford sambil menyeringai mengerikan menatap kearah Zoya.


"Dia baru akan menikmati kopi coklat panas seorang diri tanpa temannya, bukankah kita bisa menemani dia jika dia mau?." laki-laki tersebut kembali bicara sembari menatap ke arah asli dengan tatapan yang cukup liar dan penuh gairah.


Mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut Ford langsung menoleh ke arah sosok gadis yang dimaksud oleh anak buahnya, pandangan mengerikan Ford dengan bola mata tajam dan wajah tidak ramah nya bertemu dengan Ashley begitu saja.


"Bukankah dia cantik?, lumanyan bisa untuk hiburan malam ini bukan?." laki-laki yang tadi kembali bicara sembari terkekeh kecil.


"Anak kuliahan yang pasti menawarkan dagangannya di waktu tidak normal, bukankah kita bisa menggarap ladang nya secara bergantian dengan harga yang cukup mahal?." Satu sahutan lain terdengar, kembali laki-laki lain yang usianya cukup tua bicara, mungkin menyentuh kepala 4 menjelang 5.


Zoya seketika langsung mengernyit kan dahinya saat mendengar hinaan yang terakhir tapi dia juga takut mendengar nya, sungguh sial dan mengerikan berada ditempat yang salah dan bertemu dengan para mafia yang salah.


Zoya benar-benar ingin pergi dari sana, sejak tadi tangan kanan nya menggenggam handphone nya, dia mencoba untuk menghubungi Ashley, nyatanya dia sama sekali tidak bisa lagi menghubungi perempuan tersebut karena handphone Ashley telah dimatikan mungkin setelah panggilan yang dia lakukan tadi.


Yang terlihat hanya panggilan yang terus gagal untuk dilakukan.


Ford sama sekali tidak menjawab, laki-laki tersebut melangkah maju mendekati Zoya, dia menatap gadis tersebut tanpa memperlihatkan wajah ramahnya, dan laki-laki tersebut kemudian duduk tepat di hadapan Zoya. Dan seketika hal tersebut membuat Zoya menelan salivanya.


No.


Dia mencengkeram handphone nya dengan erat.