
Zoya melangkah kan kakinya keluar dari Cafe tersebut secara perlahan di mana dia menjinjing makanan di bagian kiri dan kanan tangannya tersebut, wajah cantik berbalut keceriaan tersebut melangkah dengan pasti menuju ke arah sisi kirinya dan dia pikir dia akan bergerak langsung untuk pulang ke apartemennya tanpa berpikir 23 kali dan sejenak Zoya seolah-olah menyadari tentang sesuatu sepertinya dia lupa untuk membawa handphonenya di mana dia berusaha menghentikan langkahnya sejenak untuk menggabungkan makanannya ke tangan kiri dan membiarkan tangan kanannya untuk merogoh kantongnya secara perlahan dimana dia mencoba untuk mencari handphonenya.
"Oh god." Zoya terlihat mengeluh pelan.
"Bagaimana aku bisa melupakan nya?." dia bicara sembari mengehela kasar nafasnya di mana pada akhirnya dia mengembalikan posisi makanannya di tangan kiri dan kanannya saat ini.
Padahal tadi dia pikir dia seharusnya ingin menghubungi asli tapi nyatanya dia lupa membawa handphonenya tersebut.
"Aku benar-benar ceroboh." dia mengomel kecil nyaris seperti sebuah gumaman kemudian mencoba untuk melangkahkan kakinya kembali ke arah depan dan tidak menghiraukan orang-orang di sekitarnya. Jalanan masih terlihat tidak begitu sepi ada beberapa orang yang berlalu lalang atau bahkan pasangan yang terlihat sibuk saling bermesraan di pinggir jalan.
Gadis tersebut sama sekali tidak heran sedikitpun dengan para pasangan yang tidak malu bermesraan di pinggiran jalan karena hal itu bukan lagi hal yang tabu di dunia barat seperti tempat tinggalnya tersebut, bahkan dia pikir yang dia lihat bukan hanya seperti itu selama ini. Di tempat kediaman Laura yang dia lihat jelas lebih daripada itu dan itu bahkan lebih menjijikkan menurut dirinya untuk saja dia tidak benar-benar melihat sesi percintaan kedua makhluk paling menjijikan di dunia tersebut.
Kembali mengingat soal Laura, dia pikir bagaimana seorang Khan akan menyukai perempuan seperti itu pikirnya di mana perempuan itu kenyataannya begitu menjijikan di belakang laki-laki tersebut. Laura memiliki laki-laki simpanan yang tidak akan pernah Khan sangka siapa sebelumnya dan percayalah Zoya telah mengatakannya pada Ashley. Dan yang cukup mengejutkan Ashley pun sudah mengetahuinya sejak lama siapa laki-laki simpanan daripada kakak tiri nya tersebut.
Sangat menjijikkan.
Gadis tersebut kembali meneruskan langkah kakinya secara perlahan menuju lurus ke arah depan di mana apartemennya tempat dia tinggal tersebut tidak terlalu jauh di belakang sana dan dia pikir berjalan kaki bukanlah pilihan yang buruk mengingat hari juga belum terlalu larut.
Dia melanjutkan perjalanan nya tidak terlalu santai juga tidak terlalu tergesa-gesa sembari dia terus menenteng makanan yang ada di tangan kiri dan kanannya, gadis tersebut seolah-olah tidak menyimpan sedikitpun kecurigaan saat ini di mana tanpa dia sadari seorang laki-laki terus mengikuti langkahnya sejak tadi di ujung sana secara perlahan namun begitu pasti, melangkahkan kakinya menuju ke arah depan mengikuti langkahnya tersebut.
Yah awalnya Zoya sama sekali tidak menyadarinya hingga pada akhirnya begitu dia melewati lorong menuju ke arah apartemennya yang ada di belakang sana dia baru menyadari jika ada yang mengikutinya di belakang sana, awalnya dia pikir ke jalan kaki lainnya namun saat beberapa kali dia melihat ke arah belakang tiba-tiba saja tubuhnya menjadi meremang dan ketika dia mencoba mempercepat langkahnya sosok tersebut ikut mempercepat langkahnya begitu pula sebaliknya.
Dan kali ini jantung Zoya merasa tidak baik-baik saja saat dia menyadari tidak ada siapapun di jalanan sepi tersebut kecuali dirinya dan sosok tersebut, gadis itu mempercepat langkah kakinya dan bisa dia pastikan sosok di belakang sana ikut mempercepat langkah kakinya dan Hal itu membuat Zoya jelas saja kerjakan dan dia berusaha untuk berlarian saat ini dan siapa menyangka sosok tersebut juga kini berlarian mencoba untuk mengejar dirinya.
"No.... Akhhhhhhhh." dan satu teriakan melengking memenuhi tempat tersebut saat sosok dibelakang nya berhasil menggapai nya dan mencengkeram dirinya.
Makanan di tangan Zoya berhamburan ke lantai dimana Zoya sadar jika saat ini laki-laki tersebut bukan hanya ingin mencelakai nya tapi ingin menodainya dan dia tahu siapa laki-laki tersebut.
"Kau.... akhhhhhhhh."