King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Dalam harapan yang mulai menipis



Zoya merasa harga dirinya salat tercabik-cabik ketika laki-laki tersebut mencoba untuk menyobek semua pakaiannya dan bahkan melepaskannya dengan paksa.


Dia berteriak sekuat tenaga dan tidak ingin laki-laki itu melakukan hal di luar batas pemikirannya, dia masih berusaha berteriak dan menendang atau bahkan memukul sosok laki-laki tersebut untuk beberapa waktu. Namun nyatanya laki-laki tersebut berhasil melumpuhkan nya dan membuka pakaiannya.


Dimulai dari jaket yang dia gunakan dilempar ke sembarang arah kemudian laki-laki tersebut mencoba untuk merobek pakaiannya dan melepaskannya dengan paksa, di tengah perjuangan gadis tersebut yang sia-sia dimana pada akhirnya laki-laki itu bahkan berusaha untuk melepaskan celana jeans yang dia gunakan.


Zoya terus berusaha berteriak histeris sejadi-jadinya, dia menangis sejadi-jadinya, dia berharap ada seorang malaikat yang membantu dirinya saat ini atau bahkan dia menemukan sebuah pistol untuk mencoba menyelamatkan diri.


Dia sama sekali tidak ingin kehilangan harga dirinya mengingat dia masih seorang gadis yang suci yang belum pernah dijamah oleh siapapun di dalam seumur hidupnya, dia tidak rela dia dijamah oleh laki-laki baji_ngan yang kini ada di atas tubuhnya.


Zoya bahkan berusaha untuk mencakar dan menggigit laki-laki tersebut, namun sekuat tenaga dia mencoba untuk membela dirinya dan melindungi dirinya sendiri, laki-laki itu dengan cara yang kasar menjambak dan memukul dirinya, bahkan menampar wajahnya berkali-kali hingga bisa dirasakan darah segar mengalir dari balik bibirnya.


"Pela_cur cilik, kau benar-benar sialan, kau ingin mencoba bisa lari hah?." Laki-laki tersebut marah dan mengumpat.


Perlawanan terakhir gadis tersebut adalah mencoba untuk menggigil laki-laki itu namun sekali lagi sebuah tamparan menghantam wajahnya.


Plakkkkkkk.


Kembali rasa sakit dan nyeri menghantam nya.


Dia masih bisa merasakan laki-laki yang ada di atasnya tersebut berusaha untuk menjelajahi tubuhnya hingga pada akhirnya tiba-tiba saja.


Brakkkkkkk.


Entahlah apakah dia salah melihat atau tidak, dimana pandangannya menetap ke arah pintu depan seorang laki-laki dengan sepatu boot dan bertubuh besar tinggi berlarian ke arah dirinya dan laki-laki ba_jingan di atas nya sembari berteriak dengan lantang.


Srrrtttttttttr.


Bugggggggg.


Masih bisa dia dengar satu sosok tersebut menarik laki-laki yang ada di atas tubuhnya kemudian dia menghantam laki-laki itu hingga tersungkur ke lantai, di detik berikutnya bisa dirasakan tubuhnya diangkat dan diselimuti dengan sesuatu yang tidak dia ketahui, dari arah pintu depan beberapa orang masuk dan mendekati laki-laki yang ingin memperkosa dirinya tadi kemudian menghajar dan menendangnya dengan sepuas hati. Dimana Zoya merasa tubuhnya diambil oleh seseorang dan dipeluk dengan erat boleh sosok hangat tersebut yang bisa dia cium aroma parfum yang terasa tidak asing di balik hidungnya.


"Bertahan lah." suara itu terdengar samar-samar di balik telinganya, suara basoka dengan intonasi tinggi yang cukup ditekan dan berat.


Zoya kemudian merasa kesadaran menghilang dan dia menutup bola matanya secara perlahan.


Rasanya hangat, seperti aroma mommy dan daddy.