
Kembali ke hari ini,
setelah Laura tertangkap bersama suami bibi nya.
Laura yang histeris langsung di bawa oleh dua laki-laki untuk keluar dari tempat tersebut saat ini dan meninggalkan kamar hotel di mana dia berada sejak semalam. sedangkan Khan dan istrinya saling melirik antara satu dengan yang lainnya untuk beberapa waktu kemudian kedua orang tersebut langsung melirik ke arah suami dari bibi Laura.
"Ke mana kamu akan membawanya?," Khan bertanya pada laki-laki tersebut sembari menaikkan ujung alisnya, dia cukup penasaran menetap ke arah laki-laki yang ada di hadapannya tersebut saat laki-laki itu membiarkan dua anak buahnya membawa Laura.
mendengar pertanyaan dari Khan, laki-laki itu hanya menaikkan ujung bibirnya.
"Ke satu tempat yang membuatnya menjauh dari dunia yang tidak seharusnya dia tempati, mungkin yang pertama kali aku harus membuatnya membuka bola mata serta memahami arti sebuah kehidupan dan tidak menjadi serakah dengan keadaan seperti ibunya," jawab laki-laki itu dengan cepat.
"Dan aku harap keputusanmu untuk bercerai dengan istrimu bukan keputusan yang akan kau sesali di kemudian hari," lanjut Khan lagi kemudian.
"Tentu saja aku tidak akan pernah menyesalinya," Lanjut laki-laki tersebut kembali.
Seolah-olah sejak awal dia telah tau resiko yang akan dia hadapi dan di mana laki-laki itu seolah-olah memang berharap untuk bercerai dengan istrinya. Dia sengaja membuat sebuah kesepakatan keuntungan bersama Ashley dan Ford, karena dia tahu pada akhirnya mereka akan meraih keuntungan secara bersamaan antara satu dengan yang lainnya dan semua telah direncanakan dengan matang oleh dirinya dan Ashley sebelumnya.
Ashley langsung menoleh ke arah laki-laki tersebut sembari dia membiarkan pandangan mereka bertemu untuk beberapa waktu.
"Aku tidak tahu jika semua akan berkembang hingga sejauh ini, dan aku cukup terkejut jika antara satu dengan yang lainnya saling terhubung sebelumnya.". perempuan itu bicara dengan cepat, bicara pada laki-laki di hadapan nya dan membuat Khan sedikit bingung atas ucapan istrinya saat ini kepada laki-laki yang ada di hadapannya.
"Sangat sulit sekali menyambung benang kusut antara satu dengan yang lainnya di mana tiba-tiba aku yang tidak pernah berlaku jahat kepada siapapun tahu-tahu dijahati oleh seseorang, apalagi aku sama sekali tidak mengenal Laura. Itu membuatku berpikir ada apa sebenarnya dan kenapa dia begitu membenciku," setelah berkata seperti itu Ashley menjeda sejenak kalimatnya kemudian dia melirik ke arah Khan.
"Awalnya aku pikir dia melakukan itu karena dia memang benar-benar mencintai Khan, hingga akhirnya ada satu alasan lain yang ada di dalam dirinya sehingga membuat Laura begitu membenciku dan ingin menghancurkan kehidupanku."
Begitu Ashley berkata begitu, Khan menatap kearah istrinya, laki-laki tersebut terlihat masih mengerutkan keningnya.
"Hingga pada akhirnya aku menyadari semuanya, ada benang merah yang terhubung antara aku, Laura dan Zoya." Lanjut Ashley lagi kemudian.
Tiba-tiba perempuan tersebut menundukkan kepalanya ke hadapan laki-laki dihadapannya tersebut.
"Aku cukup senang Paman mau bekerja sama dengan kami," Ucap Ashley pada laki-laki tersebut sembari menundukkan kepalanya dengan tulus.
"Bukankah itu terjadi karena kita harus saling menguntungkan antara satu dengan yang lainnya? selain itu aku juga senang bisa bekerja sama denganmu, keponakan." jawab laki-laki tersebut pada Ashley pada akhirnya.
Dan begitu laki-laki tersebut berkata keponakan kepada Ashley, seketika membuat Khan langsung membulatkan bola matanya.
"Apa?," Khan bertanya sambil terus mengernyitkan keningnya.