King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Gangguan pagi



Pagi hari Ashley baru terbangun, demi apapun jangan ditanya bagaimana keadaan tubuhnya saat ini, remuk badan saking lelahnya atas peperangan panjang yang terjadi di antara mereka semalam. Khan memiliki terlalu banyak gairah dan hasrat, nyatanya 3 sesi sebenarnya kurang untuk laki-laki tersebut tapi Khan berusaha untuk menekan hasratnya karena dia tahu istrinya tidak mungkin melayaninya lebih dari 3 kali semalam.


Bagi laki-laki tersebut terlalu egois jika seandainya dia masih menguasai istrinya untuk melewati sisi panas mereka kembali.


Ashley menggeliat perlahan dari posisi tidurnya, namun nyatanya dari arah belakang sang suami memeluknya secara tiba-tiba, membuat perempuan tersebut langsung mengembangkan senyumannya.


"Khan?." suara Ashley terdengar begitu menggoda di pagi hari.


"Baby suara mu terdengar penuh dengan gairah dan membuatku kembali menginginkan nya." laki-laki tersebut bicara sebarin biar kamu dari tangan kokonya masuk ke dalam perut istrinya.


Mendengar apa yang diucapkan oleh sang suami membuat perempuan itu terkekeh kecil.


"Bukankah aku benar-benar memberi janjiku, Khan?."dan dia bertanya sembari membalikkan tubuhnya secara perlahan.


Kini mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya, di mana bola mata kedua orang tersebut bergelapkan bayangan masing-masing ke dalam lingkaran bola mata mereka.


"Kamu pasti menginginkanku pagi, siang, sore dan malam." suara perempuan itu terdengar begitu hangat, persis seperti seduhan kopi di pagi hari yang membuat Khan ingin sekali menyesapnya dan menikmatinya dalam sajian penuh disertai roti sandwich lengkap dengan isinya.


"Yeah kamu menepati janji nya." Khan mengulum senyumannya, dia merapatkan wajah mereka secara perlahan, laki-laki tersebut menyambar lembut bibir istrinya.


Dan pagi ini laki-laki tersebut mempersembahkan ciuman penuh hasrat dan gairah dalam ucapan selamat pagi yang tidak terkira, Ashley cukup terkejut mendapatkan siraman penuh cinta dari laki-laki tersebut untuk dirinya.


Cukup lama laki-laki tersebut mematik gairah dalam ciuman panas cukup intens mereka, membuat Ashley sedikit kehilangan cara bernafas nya.


"Khan aku tidak bisa bernafas." Perempuan tersebut merengek saat suaminya melepaskan ciuman nya.


"Oh shi-t bisakah kita mengulang sesi panas semalam baby?, mungkin hanya 15 atau 20 menit saja?." Laki-laki tersebut bertanya dengan tidak sabaran.


"Aku belum mandi Khan."


"Tidak mandi pun kamu tetap menggairahkan baby."


Laki-laki tersebut mematik gairah, memangut bibir istrinya bahkan tangannya dengan lincah bergerak menyusuri keindahan kulit istrinya, Ashley yang awalnya tidak mau karena belum membersihkan diri pada akhirnya terpancing oleh sentuhan demi sentuhan yang dipersembahkan oleh sang suami nya.


Mereka mulai tenggelam melebur dalam pagi yang memanas diiringi cahaya matahari yang mulai menampakkan terik nya malu-malu.


Nyatanya belum pula Khan benar-benar mampu mengeksekusi semuanya dan melampiaskan apapun yang di inginkan nya tiba-tiba sebuah gangguan pagi memecah keadaan.


Tokkkkkk.


Tokkkkkk.


Tokkkkkk.


Ketukan di pintu depan kamar benar-benar membuat dia kesal.


"Oh shi-t, tidak tahukah mereka aku sedang tanggung?." Khan terkejut dengan keadaan.


Ashley buru-buru mendorong dada Khan dengan cepat, dia mengulumkan senyumannya saat melihat Khan mengumpat.


"Bisakah kita mengabaikan nya?!."


Tokkkkkk.


Tokkkkkk.


Dan sepertinya tidak.


"Aku pikir itu penting, sayang." Bisik Ashley cepat, dia menyambar bibir Khan sejenak kemudian mencoba membenahi diri, bergerak pergi menuju ke kamar mandi sambil terkekeh kecil.


"Mari lanjutkan di malam hari baby."