King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Perdebatan kecil



Khan masih diam mematung untuk beberapa waktu mendengar ucapan dari Nyx tadi. Dia pikir apakah mungkin?. Laura mencintai nya?.


Tidak mungkin bukan?.


Baginya tidak ada yang aneh dari sifat gadis tersebut hingga sejauh ini, semua tampak berjalan dengan normal bahkan Laura tidak pernah menampilkan sifat yang mengharapkan untuk mencintai dirinya atau sebaliknya. gadis tersebut cukup berlaku sopan, bercanda bersamanya bahkan mereka melewati banyak hari bersama baik suka maupun duka dan dia tidak pernah menampilkan sedikitpun sisi jatuh cinta nya pada Khan.


Mereka berteman sejak kecil, sering jalan berduaan, sangat tidak mengherankan di mana mereka berbagi suka maupun duka bahkan Laura benar-benar teman terbaik baginya. Terkadang jika mereka tidak terlibat dalam pekerjaan atau mafia-mafia'an gadis tersebut menunjukkan sikap manja layaknya adik dan berlaku hangat pada dirinya, Tiffany adik nya juga Jessica. Gadis tersebut acapkali berkunjung ke rumah mereka karena memang cukup akrab dengan kedua adiknya dan seringkali dulu melakukan banyak hal bersama di kediaman Hillatop.


Hanya saja setelah Tiffany dan Jessica menikah dulu, Laura mengurangi aktifitas nya untuk berkunjung, namun di tahun berikutnya dia sering memberikan mommy nya oleh-oleh atau benda apapun untuk nya. Khan tidak sedikitpun menaruh kecurigaan atau pemikiran jika Laura menyukai dirinya.


Lalu bagaimana bisa Laura menyukainya.


"Apa kau bercanda?." Khan Masih sempat berteriak mengeluarkan suaranya bicara kak ramai saya mulai menjauh dari dirinya.


Alih-alih menjawab, Nyx lebih suka menaikkan tangan kanan nya ke atas menandakan agar Khan memikirkan sendiri ucapan nya.


"Dia bercanda bukan?." Khan melirik kearah Nick.


"Ckckckck jika iya juga bukan masalah, seorang teman terkadang memang suka jatuh cinta pada teman yang lain, aku pun seperti itu dalam beberapa teman-temanku, setelah itu kita bisa bersenang-senang tidur bersama, having fun bersama, melewati malam panas atau apapun itu kemudian kita bebas melepaskan mereka." Si brengsek Nick bicara seenaknya.


Laki-laki tersebut benar-benar seorang Casanova. Padahal ayah nya seorang pemegang prinsip setia,. menyentuh satu perempuan dalam seumur hidupnya. Khan terkadang berpikir kenapa keturunan Ahem Hillatop yang laki-laki nya seperti grandpa All zigra semua?!.


"Sialan kau." Umpat Khan.


"Aku patut bersyukur diberikan tuhan penyakit orientasi seksual sangat buruk kemarin, jika tidak pasti sangat mengerikan sekali berpetualang dari satu perempuan menuju ke perempuan yang lainnya seperti kau dan Nyx." Oceh Khan kemudian.


"Ckckckck kau tidak tahu bagaimana rasanya berpetualang Khan, sangat spektakuler dan menyenangkan, begitu luar biasa nikmat membuat mu berpikir ini adalah kehidupan mu yang sebenarnya."


"Yeah pantas kau tidak kunjung laku hingga seusia ini, aku tidak terkejut, perempuan cukup takut membuat komitmen dengan mu." Khan mendengus mendengar ucapan Nick.


"Oh shi-t kenapa mulut mu seperti Amarilis (Adik Nick/Nyx).!" Seru Nick kesal.


"Itu realita, tidak ada satu perempuan pun yang mau membuat komitmen dengan laki-laki sepertimu, aku yakin mereka takut membuat komitmen denganmu karena mereka pikir penyakit seperti itu akan terus terjadi hingga hari tua, pernikahan yang dipikirkan bukan hanya sekedar uang, meskipun sebenarnya tanpa uang kita mati kekeringan."


Yeah pernikahan bukan sekedar uang, jika harta berlimpah dan memiliki segalanya tapi punya pasangan tukang main serong bukan pilihan yang bijak, tapi tanpa uang juga siapa yang sudi?, semua perempuan pasti membutuhkan nya.


"Oh mulut sialan mu, aku tidak berpikir untuk berselingkuh di hari tua."


"Menurut mu iya, tapi kebiasaan sukar di buang bukan?."


"Aku hanya belum bertemu dengan yang tepat saja." Dan Nick mencoba untuk membela diri nya sendiri m


Khan terlihat mencibir.


"Kali ini berhenti bicara soal aku, sekarang katakan padaku kau ingin sekertarismu laki-laki atau perempuan?." Nick pada akhirnya bertanya, meraih gelas minuman nya kemudian menaikkan ujung alisnya bertanya serius pada Khan.


"Berikan dia sekretaris laki-laki." Tiba-tiba suara seseorang memecah keadaan.


membuat kedua orang tersebut langsung menoleh dengan cepat.