
"Mommy sudah makan?." pada akhirnya laki-laki tersebut berusaha untuk mengalihkan pembicaraan, dia tidak ingin lagi melanjutkan pembicaraan soal sekretaris dan lain sebagainya karena baginya itu hanya akan masuk dalam ranah persoalan perusahaan dan pekerjaannya.
dalam ranah keluarga dia tidak mesti membicarakan hal-hal seperti itu dan dia tidak ingin memusingkan hal seperti itu pula.
"Mommy sudah makan sebelum kemari." wanita paruh bayar lebih tersebut menjawab dengan cepat dia bicara kemudian mencoba melirik ke beberapa arah.
"Dimana menantuku?." wanita tersebut bertanya cepat, belum melihat istri Khan sama sekali sejak tadi.
"masih di lantai atas tadi dia pergi untuk mandi, mom." Khan menjawab cepat ucapan ibu nya tersebut.
Belum selesai diujung lidah laki-laki itu menjawab pertanyaan dari wanita di hadapannya tersebut seketika asli langsung merasa turun dari lantai atas bergerak dengan cepat mendekati mereka.
"Mommy?." Ashley langsung datang, menyalami ibu mertuanya dan memeluk nya dengan perasaan bahagia.
Nyoya Ayana terlihat mengembangkan senyuman nya, dia memeluk balik perempuan tersebut dengan hangat.
"Katakan pada mommy, kalian belum mendapatkan liburan bulan madu?, ini sudah cukup lama dari waktu pernikahan tapi belum juga memutuskan ingin pergi ke mana?." Wanita tersebut bertanya, dia melirik kearah Khan dan Ashley secara bergantian.
Laki-laki tersebut bergerak perlahan menyingkir dari sana dan mencoba untuk keluar dari kediaman Khan tanpa banyak bicara. Mungkin dia butuh sedikit rekreasi hari ini mengingat dia baru berhenti menjadi sekretaris tuan ribet dan akan kembali mengelola perusahaan keluarga nya sendiri setelah kelahiran keponakan pertama nya dari adik perempuan nya.
"Sebenarnya kami sudah membicarakannya kemarin mom, hanya saja kami belum sempat mengeksekusi nya." Khan menjawab ucapan dari mommy nya dengan cepat.
"Pergilah untuk berbulan madu, jika seandainya kalian memilih Swiss sampaikan salam rindu ku untuk Jessica, ohhh mommy benar-benar sangat merindukan mereka saat ini." Nyonya Ayana bicara dengan cepat kepada putranya tersebut kemudian tiba-tiba dia mengingat soal putri keduanya.
Dia cukup merindukan Jessica saat ini, dalam tahun ini putrinya nyaris tidak pernah pulang dan mudik ke rumah, anak-anak membuat Jessica cukup kesulitan untuk ke sana kemari. Ibu muda dengan beragama aktivitas anak dari yang sekolah hingga yang kecil jelas membuat putrinya tidak lagi leluasa untuk bergerak ke manapun yang Jessica inginkan. Mereka hanya bisa saling menelepon antara satu dengan yang lainnya atau melakukan video call berkata rindu atau menangis menatap wajah di dalam layar handphone.
Tidak menyangka jika pada akhirnya dia benar-benar jauh dengan anak-anak mereka, Jessica berada di Swiss, Tiffany yang terkadang berada di Paris atau Manhattan dan Khan mungkin menjadi harapan satu-satunya mau tetap tinggal di Indonesia jika laki-laki tersebut sudah cukup taubat dengan dunia gelap nya dan memilih melepaskan label mafia nya seperti generasi-generasi sebelum Hillatop.
Entahlah rasanya dia cukup sedih dengan keadaan saat ini.
"He em, mommy jangan khawatir soal apapun." Ucap Khan pelan, seakan-akan laki-laki tersebut tahu dengan kegalauan dan kesedihan mommy nya.