King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Obat dan candu



Khan terlihat langsung mematikan handphone nya dengan cepat, laki-laki tersebut sama sekali tidak mengeluarkan suaranya, membiarkan diri tenggelam dalam pemikirannya sendiri. Ucapan Nyx membuat dia mengeratkan rahangnya berkali-kali.


Laki-laki tersebut diam untuk beberapa waktu,. menatap dirinya kearah cermin sejenak, seolah-olah berpikir dengan keras apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Sejenak laki-laki tersebut diam hingga pada akhirnya dia kembali meraih handphonenya dan mencoba mengertik sesuatu disana, tidak butuh terlalu lama waktu hingga akhirnya dia mengirim pesan pada seseorang, di detik berikutnya Khan meletakkan handphonenya di atas lemari hias.


Khan kembali membenahi kameja nya dan berniat menggunakan jas nya namun dia menghentikan gerakan tangannya saat dia mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.


"Sayang.'' Ashley bicara sambil mendekati dirinya.


Sang istri terlihat hanya menggunakan handuk mandi nya saja.


"Hmm?." Khan hanya ber'hmm ria, menatap kearah istrinya yang bergerak mendekati dirinya.


"Aku baru ingat, aku menghubungi mommy Ayana tadi dan bicara soal kondisi kamu, Khan. Mommy bilang saat mual mungkin karena kamu terlalu lelah dan hormon sedang tidak baik, jahe hangat, jus apel atau lemon cukup baik untuk mengatasi mual," Ashley pada akhirnya bicara, dia menatap dalam wajah suaminya dimana kini dia sudah berdiri tepat dihadapan Khan.


"Sari jeruk lemon atau bahkan kacang-kacangan juga baik.". Tambah Ashley lagi.


Khan terlihat diam untuk beberapa waktu.


"Aku pikir mungkin kacang atau sari lemon terdengar baik, kita bisa membelinya atau membuat nya besok baby, untuk malam ini rasanya cukup tidak mungkin." Khan menjawab perkataan istrinya, dia dengan cepat bicara, menyakinkan diri jika mereka tidak mungkin mencari kacang-kacangan atau Sari lemon malam ini mengingat acara ulang tahun perusahaan tidak lama lagi akan dimulai dan mereka harus tiba di tempat tersebut dengan cepat.


Gedung hotel xxxxxxx menjadi pilihan mereka untuk membuat acara pesta perayaan ulang tahun, dan Khan beserta para staf relasi mengundang banyak orang-orang yang menjadi relasi bisnis pada malam ini pastikan mulai berdatangan sejak tadi. Jadi dia pikir memilihnya untuk mencari atau membelinya keesokan hari.


Ashley yang mendengar ucapan suaminya pada akhirnya menganggukkan kepalanya secara perlahan, dia memilih untuk bergerak menuju ke arah lemari walk in closet namun tiba-tiba Khan menarik cepat tangan nya dan memeluk istrinya dari belakang. Hal tersebut membuat Ashley cukup terkejut.


"Hmmmm, aku suka aroma mu baby," Khan bicara, memeluk erat istrinya dan menenggelamkan wajahnya ke tengkuk istrinya.


Setiap kali mencium aroma istrinya, rasa mual langsung menghilang begitu saja, dia benar-benar menyukainya. Seolah-olah rasa mual nya menghilang begitu saja saat Ashley terus berada di dekat nya.


"Rasa mual nya jadi hilang." Lanjut Khan lagi kemudian.


Ashley mengulum senyumannya saat mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya dan melihat tingkah dari Khan. Dia membalikkan tubuhnya secara perlahan.


"Bisa seperti itu? aku jadi seperti obat untuk suami ku hmmm?." Ashley menggoda Khan, merapatkan dirinya dan membiarkan kedua tangannya naik ke leher Khan, sengaja mengalungkan tangannya dan membiarkan wajahnya semakin merapat ke wajah Khan hingga membuat hidung mereka saling bertemu antara satu dengan yang lainnya.


"Bukankah dia keren?," itu yang selalu Khan ucapkan didalam hati nya.


Ashley yang agresif membuat dia benar-benar jatuh cinta pada perempuan tersebut. Meskipun agresif tapi caranya sangat berkelas, bukan seperti kebanyakan perempuan yang dikenal nya diluaran sana. Ashley seolah-olah tahu bagaimana membuat dia selalu menginginkan nya.


"Yeah, you know baby? apa persamaan kamu dan obat?." Khan bertanya, membiarkan hidung mereka terus bertemu dimana dia menikmati diri dalam pelukan penuh cinta yang diberikan istrinya.


"Apa?."


"Sama-sama membuat ku candu." Dan didetik berikutnya laki-laki tersebut menyambar bibir istrinya secara perlahan, menautkan diri dan membiarkan ciuman tersebut terus menghangat di waktu malam yang kian meningkat.