
Disisi lain,
Keesokan malam nya,
H-1 sebelum ulang tahun perusahaan,
Apartemen Zoya.
Setelah kembali dari kampusnya gadis tersebut memilih untuk kembali ke apartemennya dengan cepat, dia pikir dia memilih untuk membersihkan diri kemudian keluar sejenak untuk mencari makan nanti.
Begitu tiba di apartemennya gadis tersebut buru-buru langsung membersihkan dirinya tanpa berpikir dua tiga kali, menghilangkan segala macam rasa lelah yang ada di dalam tubuhnya saat ini di mana dia berkutat dengan berbagai macam kegiatan kuliah di semester akhirnya. Zoya pikir dia hanya perlu bertahan sejenak lagi untuk bisa menyelesaikan kuliahnya setelah itu saat dia telah mendapatkan gelar sarjananya dengan nilai terbaik yang dia harapkan mungkin dia bisa masuk ke dalam perusahaan di mana yang dia inginkan saat ini dan dengan begitu dia bisa bebas dari cengkraman Laura.
Sedikit lagi dan tidak lama lagi, setelah misi selesai membantu Laura dan dia mendapatkan imbalan yang setara dengan apa yang dia inginkan untuk menebus sesuatu pada Laura. Setelah itu dia akan keluar 100% dari kehidupan saudara tirinya tersebut tanpa berpikir dua tiga kali dan memerdekakan dirinya.
Zoya bergegas bergerak menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, menghilangkan segala rasa yang ada di dalam dirinya untuk beberapa waktu sembari menikmati musik yang melalui syahdu dari balik handphone nya. dia membiarkan air terus mengguyur tubuhnya secara perlahan di mana hal tersebut membuat dia merasa begitu segar.
Cukup lama dia berkutat di dalam kamar mandi di mana tanpa dia sadari seseorang terlihat hilir mode di depan pintu kamar apartemennya, satu sosok laki-laki yang menggunakan pakaian serba tertutup, jaket mendominasi berwarna hitam yang menutupi kepalanya dengan topinya juga terdapat masker serta syal yang melilit di lehernya.
Namun karena dia tidak pernah menyadari hal tersebut di mana sebuah ancaman terlihat mendekati dirinya, gadis tersebut memilih untuk keluar mencari makan setelah dia menyelesaikan sesi mandinya.
Begitu dia selesai membersihkan dirinya gadis tersebut langsung keluar dari arah kamar mandi menuju ke kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan cepat, memastikan seluruh penampilannya dengan baik dan tidak berlebihan hingga mampu memicu taraf kejahatan kepada dirinya. gadis itu sejenak terpaku menatap jaket mendominasi berwarna hitam yang dia pakai semalam, dia ingat pada laki-laki pemilik jaket tersebut dan juga pesan yang diberikan oleh perempuan yang bekerja di cafe 24 jam di mana dia kunjungi malam itu.
Ford bukan laki-laki yang buruk.
Hah... cihhh.
Apa dia akan percaya begitu saja dengan ucapan perempuan itu?, tentu saja tidak. Zoya terlalu lama berkutat dengan dunia orang-orang hitam karena Laura dia bahkan pernah hadir dijual oleh saudara tirinya tersebut andaikan saja dia tidak patuh terhadap Laura dan dia tahu betul tidak ada satu orang baik pun yang telah terjun ke dunia malam atau dunia hitam. baginya laki-laki tetaplah laki-laki yang sama, mereka baik karena mereka menginginkan sesuatu di dalam diri perempuan atau gadis yang mereka kenal.
Zoya menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian dia menyambar jaket tersebut secara refleks dan memilih untuk mungkin mengembalikan jaket tersebut pada sang pemiliknya jika seandainya dia kembali bertemu dengan laki-laki itu nanti.
gadis itu bergerak dengan cepat secara perlahan untuk keluar dari apartemennya tanpa berpikir dua tiga kali dan tidak pernah menyangka atau menyadari jika kejahatan saat ini tengah mengintainya.