King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Mengambil waktu liburan dan bulan madu



"Jadi katakan pada ku, kemana kita akan pergi untuk merayakan kemenangan?." Khan bertanya kepada istrinya, mereka duduk saling berhadapan antara satu dengan yang lainnya, dimana Khan membiarkan tubuh Ashley bersandar pada lengan kiri nya dan tangan kanan nya memainkan ujung rambut istri.


Dia mengabaikan banyak pasang mata yang melirik dan menatap iri ke arah mereka.


Ashley menatap dalam wajah suaminya, menaikkan ujung alisnya untuk beberapa waktu sembari dia membiarkan tangan kanan nya menahan bagian kanan pelipisnya.


"Apa ini tawaran hadiah atas keberhasilan ku?." Ashley bertanya, enggan melepaskan pandangannya dari laki-laki dihadapan nya tersebut, membiarkan netra mereka saling bertemu, dalam that desirehasrat yang sebenarnya menggebu.


"Mungkin itu termasuk, ditambah kita belum lewati bulan madu bersama sejak kita menikah." Laki-laki tersebut kembali bicara mencoba untuk mengingatkan jika mereka sama sekali belum mendapatkan bulan madu setelah pernikahan mereka.


"Bagaimana jika permintaanku sedikit sulit dan berat?." pada akhirnya Ashley bertanya pada Khan.


"aku tidak merasa sesuatu menjadi berat ketika seseorang meminta kepadaku, kecuali jangan meminta nyawaku sebagai gantinya karena aku pikir aku belum siap berkunjung ke neraka saat ini. Kalau hanya sekedar liburan atau beberapa hal yang masih dapat aku berikan itu bukan persoalannya rumit menurut ku." laki-laki itu menjawab dengan cepat sembari menaikkan ujung bibirnya masih menetap keharusan istrinya sembari dia terus memainkan ujung rambut Ashley.


Mendengar kata berkunjung ke neraka membuat Ashley terkekeh kecil, dia berdecih kemudian berkata.


"Itu terdengar sedikit berlebihan." Ucap wanita tersebut pada akhirnya.


"jangan bicara tentang kematian atau berkunjung ke neraka, aku tidak suka mendengarnya Khan." Ucap Ashley dengan cepat, meskipun berdecih dan tapi dia cukup terkejut dengan apa yang diucapkan oleh suaminya dan dia tidak suka Khan mengatakan hal seperti itu.


"Aku hanya bercanda jangan terlalu dibawa serius." Ucap laki-laki tersebut dengan cepat.


"jadi katakan padaku kamu ingin pergi ke mana untuk menikmati liburan kita?." laki-laki itu bertanya dengan serius menetap dalam bola mata istrinya dan menunggu jawaban dari Ashley sejak tadi.


Perempuan itu terlihat diam untuk beberapa waktu mencoba untuk berpikir ke mana mereka akan pergi untuk melewati kemenangan dan juga sesi bulan madu mereka. Dia berusaha untuk berpikir dan menimbang keputusan yang akan dia ucapkan kepada Khan.


"Come on baby, katakan saja ke mana kamu ingin pergi, jangan merasa takut atau terbebani dengan keadaan, aku ingin membawamu untuk menikmati destinasi bulan madu kita." Khan kembali bertanya dengan perasaan tidak sabaran, dia melepaskan jemarinya dari ujung rambut istrinya kemudian dia mencoba untuk meraih tangan kiri istrinya secara perlahan dan mengelusnya dalam penuh cinta.


Ashley terlihat untuk berpikir beberapa waktu hingga pada akhirnya perempuan tersebut berkata.


"Apakah ini tidak akan masalah dengan pekerjaanmu Khan, jika kita mengambil bulan madu?." dia bertanya sembari menatap dalam bola mata suaminya.


"Ada banyak orang yang bisa aku percaya untuk melakukannya, Mari fokus untuk mendapatkan liburan bersama dan mungkin untuk kita mencetak anak-anak yang kita inginkan juga." sungguh laki-laki tersebut mempertanyakan hal seperti itu pada istrinya, dia pikir memikirkan tentang anak-anak juga bukan hal yang buruk.


Mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya seketika membuat Ashley sedikit tersipu malu, hingga pada akhirnya dia berkata.


"Bagaimana jika-," Ucap perempuan tersebut kepada suaminya kemudian dia memajukan bibirnya secara perlahan menuju ke arah balik telinga Khan.