
Masih di mansion utama Ford.
Laki-laki tersebut terlihat sudah siap sejak tadi, dia sudah menggunakan setelan jas rapi mendominasi berwarna putih, menambah kesan mendalam di balik wajah tampan yang sudah cukup dewasa dengan rambut sedikit panjang yang diikat kebelakang. Meskipun wajah nya tidak pernah terlihat bersahabat dihadapan orang lain tapi nyatanya tidak ada perempuan yang tidak tertarik kepada laki-laki tersebut karena Ford memiliki pesonanya tersendiri yang jelas membuat beberapa perempuan berdecak kagum secara diam-diam di belakang laki-laki tersebut tapi nyatanya tidak ada yang mampu mendekati laki-laki itu karena Ford bukan tipe laki-laki yang suka bergonta-ganti pasangan, dia tipe orang yang cukup konsisten dengan pilihan nya.
"Mobil tuan sudah siap di depan." suara seorang laki-laki terdengar memecah keheningan, dia menundukkan kepalanya di depan tuannya kemudian menyerahkan sebuah kunci mobil pada laki-laki tersebut.
Ford sama sekali tidak menjawab, hanya menerima kunci mobil dari laki-laki paruh baya di hadapannya itu kemudian dia memilih untuk membalikkan tubuhnya dan berpikir hendak beranjak pergi dari sana, namun tiba-tiba suara seseorang memecah keadaan.
"Sayang, bisa kamu bantu bidadari bersayap kita turun?," suara laki-laki gemulai terdengar memecah keadaan.
dia bicara menggoda ke arah font dari atas tangga sembari mencoba untuk memegang Zoya, gadis disampingnya terlihat sedikit kesulitan untuk turun ke arah tangga menggunakan tongkatnya sedangkan kursi roda ada di bagian lantai bawah di mana Ford berada.
Dan ketika laki-laki tersebut mendengar suara sang laki-laki gemulai, Ford langsung mendengarkan kepalanya dan menetap ke arah tangga atas gimana bisa dia lihat sang laki-laki gemulai memegang erat tangan Zoya dan menghentikan langkahnya di ujung tangga berharap membantu dirinya untuk mengangkat tubuh Zoya saat ini juga agar turun dari sana.
Bagaimana mengungkapkannya, rasanya terlalu sulit karena penampilan Zoya begitu istimewa dan spesial malam ini. Ford secara perlahan melangkahkan kakinya menaiki anak tangga satu persatu, tidak ingin melepaskan pandangannya pada gadis di ujung tangga tersebut. hingga pada akhirnya dia berhenti tepat dihadapan Zoya dan tidak melepaskan tatapannya pada sosok indah yang mempesona.
Zoya terlihat cukup malu saat laki-laki gemulai tadi menyebutnya dengan kata bidadari bersayap, terdengar begitu lebay tapi mampu berbuat dia cukup terkejut hingga akhirnya tersipu malu..
Dan Zoya tanpa sengaja menatap sosok Ford sejak laki-laki tersebut berada di bawah tangga hingga pada akhirnya menaiki satu persatu dan mendekati dirinya. ini kali pertama dia melihat laki-laki itu menggunakan pakaian jas rapi berdominasi berwarna putih dengan rambut yang terikat rapi dan wajah ramah tanpa sisi garang dan juga seramnya.
Dia tidak paham apakah dia menyukainya atau mengaguminya atau sekedar memuji di dalam hatinya tapi dia pikir dia melihat sisi berbeda pada diri laki-laki yang ada di hadapan tersebut. Dan di detik berikutnya satu hal tidak terduga membuat Zoya cukup terkejut ketika laki-laki itu tahu-tahu mengangkat tubuhnya dan mengendong nya tanpa malu ala bridal style.
"Akhhhhhh." gadis tersebut memekik kecil, cukup terkejut saat tubuhnya diangkat tiba-tiba oleh laki-laki tersebut.