
Rumah sakit xxxxxxx,
Ruang rawat VVIP Zoya,
Pusat kota.
Di ruangan rumah sakit mendominasi berwarna putih bisa dilihat Zoya tanpa berbaring di atas ranjang rumah sakit dengan sebuah selang infus yang menempel di lengannya disertai beberapa luka yang dibalut perban terlihat menghiasi beberapa bagian tubuhnya. Dia masih terlelap di dalam tidurnya dan tenggelam di bawah alam sadarnya. Kondisi gadis tersebut tidak bisa dibilang baik-baik saja karena keadaannya jelas terlihat cukup buruk.
Di samping kanan dimana Zoya berada, Ford tampak bicara dengan seorang dokter laki-laki yang usianya hampir menyentuh kepala lima, mereka terlihat serius bicara sejak tadi dan mendiskusikan keadaan Zoya.
"Luka-luka nya cukup buruk, kami sudah menyuntikkan obat penghilang rasa nyeri, tuan harus rutin memberikan obat pada luka luar nya untuk mengurangi luka basah akibat pecutan dan seretan yang terjadi di aspal." Seorang dokter bicara sembari menatap kearah Ford untuk beberapa waktu, dia baru saja menyuntikkan obat ke bagian infus yang terhubung langsung ke tubuh Zoya.
"Luka ditubuh bisa di obati dengan cepat, hanya saja luka trauma mungkin agak sulit di hilangkan, jadi harus ada yang terus berada di sisi nya untuk menghibur nya, bahkan kita harus melihat perkembangan pasien terlebih dahulu apakah pasien butuh dokter khusus untuk mengurangi rasa trauma atau tidak." Lanjut dokter tersebut lagi.
Ford terlihat diam, dia sama sekali tidak menjawab ucapan dokter dihadapan nya. Memilih melirik kearah Zoya untuk beberapa waktu.
"Tentu saja kita bisa memindahkannya, hanya saja tugas anda akan semakin berat, tuan." laki-laki itu sepertinya kenal baik dengan Ford, dia cukup ragu jika font bisa menjaga gadis tersebut atau bahkan merawatnya dengan baik hingga luka-luka yang mengering karena mengingat semua luka yang ada di tubuh luarnya masih basah dan juga cukup meresahkan, belum lagi ditambah beberapa luka lebam termasuk di lengan dan juga wajah gadis cantik tersebut.
"Jika di rumah aku bisa menjaganya dengan jauh lebih baik dan detail, jika di sini aku akan cukup kesulitan untuk hilir mudik kesana kemari, aku tidak bisa mempercayai sembarang orang untuk menjaganya saat ini, tidak ada satu orang pun yang bisa dipercaya untuk menjaga seorang gadis yang tidak berdosa." Ford bicara cepat, kali ini dia kembali menatap kearah dokter dihadapan nya, memilih untuk memijat-mijat sejenak kening nya.
Beberapa hari ini dia cukup kurang tidur, PR yang dia miliki saat ini terlalu banyak termasuk soal Kematian Teddy, orang kepercayaan nya yang di sinyalir di bunuh oleh Khan tapi melibatkan nama Ashley, hanya saja kenapa Teddy meninggal di club malam xxxxxxx dan mencoba untuk menemui salah satu orang Vander. Ford tidak bisa menyambung benang kusut yang dia inginkan dengan baik saat ini.
Saat ini semua orang membuat dia cukup curiga, Alex bahkan tidak lagi ingin dia percaya, laki-laki tersebut belakangan bersikap aneh, sering menghilang begitu saja tanpa sepengetahuan nya.
"Jadi tuan ingin memindahkan nya sekarang juga?," Dokter tersebut bertanya pada Ford untuk memastikan.
"Biarkan hingga dia sadar dan aku menunggu seseorang untuk menyakinkan dia jika dia memang seharusnya berada di tangan dibawah perlindungan ku, aku tidak mungkin memaksakan diri sendiri untuk menyakinkan gadis ini, dia pasti tidak akan mau tinggal bersama ku." Jawab Ford kemudian.
mendengar dia menunggu seseorang, membuat dokter tersebut mengernyitkan keningnya.