King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Seseorang yang menemui nya



Kembali ke malam tadi,


Hotel xxxxxxx,


pusat kota.


Ketika Khan membuka pintu kamar hotelnya di tengah perasaan yang berkecamuk menjadi satu dan rasa mual yang menghantam dirinya seketika laki-laki itu menaikkan ujung alisnya saat dia menyadari siapa yang berdiri di depan kamar hotelnya tersebut.


"Kau?," laki-laki itu cukup menyesal karena dia tidak membawa senjata sama sekali, Khan langsung membulatkan bola matanya saat menyadari jika Ford berdiri tepat di hadapannya.


"Apa kau ingin membunuhku secara langsung tanpa aba-aba?," dia meleset kan tanya dengan cara yang begitu waspada, berpikir jika laki-laki dihadapannya tersebut mengeluarkan pistol dan menembaknya maka Khan akan membanting pintu kamar hotel tersebut dan dia akan membuat sebuah planning B untuk menyelamatkan dirinya.


Nyatanya Ford sama sekali tidak mengeluarkan senjata dari balik punggungnya atau dari tangannya, laki-laki itu malah berkata.


"Mari bicara serius empat mata," ucap laki-laki tersebut kemudian dengan tatapan wajah yang begitu serius.


Khan jelas saja mengerutkan keningnya.


"Ini tentang apa?," tanya Khan lagi kemudian.


"Aku pikir kau pasti tertarik, ini cukup penting, ini tentang kau dan Ashley juga orang yang ingin menghancurkan hubungan pernikahan kalian," kembali Ford bicara dengan serius ke arah laki-laki di hadapannya tersebut.


Dan percayalah saat dia mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki di hadapannya tersebut, Khan jelas aja semakin mengernyitkan dahinya.


"Bagaimana bisa aku mempercayai setiap ucapanmu saat ini? sedangkan kamu dan aku jelas merupakan musuh paling bebuyutan antara satu dengan yang lain selama bertahun-tahun," Khan terlihat tidak mampu mempercayai laki-laki yang ada di hadapannya tersebut karena dia pikir mungkin bisa jadi membohongi dirinya saat ini.


"Apa kau sedang merencanakan untuk membawaku pergi menjauh dengan cara kebohonganmu?," tertanam kecurigaan besar di dalam dirinya tentang laki-laki yang ada di hadapannya itu.


"Aku tidak begitu tertarik untuk menculikmu sama sekali, kau sudah cukup tua untuk diculik dan cukup tidak laku untuk di perjual belikan." Ejek Ford kemudian.


Mendengar ucapan dari laki-laki tersebut seketika membuat Khan mengumpat.


"Oh shi-t, kau benar-benar sialan" umpat Khan.


Alih-alih marah dengan Ford malah berkata,


"Aku tidak dalam keadaan bermain-main khan, saat ini waktu kita benar-benar terjepit sebab saat ini seseorang sedang bergerak kemari untuk membuat jebakan untuk dirimu. Jika kamu tidak mendengarkanku maka kamu sendiri yang akan merugi Khan." Ford menatap tajam bola mata Khan.


"Dan lagi aku melakukan ini atas permintaan istrimu," Ford pada akhirnya bicara panjang lebar


Dan seketika ketika laki-laki itu berkata soal Ashley, Khan jelas saja langsung membulatkan bola matanya karena terkejut saat mendengar Ford berkata jika ini adalah permintaan dari istrinya.


"Kau bilang apa?," jelas saja laki-laki itu bertanya sembari mengerutkan keningnya, menatap ke arah Ford sembari membelalakkan bola matanya.


"Jika kamu tidak percaya, kamu bisa menghubungi istrimu dan bertanya secara langsung saat ini." Lanjut Ford lagi kemudian kepada laki-laki itu.


Khan ingin menjawab ucapan dari laki-laki di hadapannya tersebut namun belum sempat dia menjawab ucapan Ford, tiba-tiba saja dari arah depan di ujung sana bisa dia lihat seorang laki-laki bergerak berjalan mendekati mereka berdua, Khan langsung menatap ke arah laki-laki tersebut dengan ekspresi yang cukup rumit.


"Kau?,"


Itu adalah suami dari bibi Laura.