
Apa yang ada dibalik bola mata istrinya?!. Ashley seolah-olah menyimpan sebuah rahasia paling terdalam ingin mengungkapkannya kepada Khan soal sesuatu, tapi Khan tahu perempuan tersebut seolah sengaja untuk menahan diri untuk tidak bercerita tentang segala sesuatu tersebut kepada dirinya, seolah-olah jika dia bercerita maka ada mara bahaya yang akan mengancamnya.
Terlalu sulit baginya menyelami perempuan tersebut, meskipun dia akui Ashley selalu mengekspresikan cinta kepada dirinya dengan baik dan hangat, tapi Ashley seolah-olah mencoba untuk terus memperingatkan dirinya agar dia tidak balik mencintai Ashley melebihi apa yang dilakukan manusia pada umumnya.
"Biarkan aku yang mencintaimu jauh lebih banyak." Itu yang selalu diucapkan Ashley pada dirinya setiap kali mereka bersama.
"Kamu bisa mempercayainya atau tidak sama sekali," Dan Ashley menjawab dengan cepat, dia membuang pandangannya dari Khan, memilih menatap ke arah depan dan memperhatikan jalanan.
Khan pada akhirnya memilih untuk diam, laki-laki tersebut seolah-olah memikirkan ucapan yang dikatakan oleh istrinya kepada dirinya. Bohong jika dia tidak terkejut dengan pernyataan yang diberikan oleh perempuan tersebut di mana rupanya Alex merencanakan untuk melenyapkan dirinya, dia memang memiliki permusuhan begitu besar terhadap laki-laki tersebut tapi tidak berpikir jika laki-laki itu ingin memanfaatkan istrinya sendiri untuk mendekati dirinya dan melenyapkan dirinya.
"Aku cukup terkejut dengan apa yang kamu katakan dan hal itu cukup membuatku juga kehilangan kata-kata, Ashley," Khan pada akhirnya membuka suaranya tapi dia lebih memilih untuk memfokuskan pandangannya ke depan sembari pikirannya cukup berkelana kemanapun yang bisa dia lakukan.
Satu tangannya naik ke bagian pintu mobil di mana laki-laki tersebut tanpa mengelus bagian bawah bibirnya untuk beberapa waktu, seakan-akan Ada hal berat yang tengah dipikirkan oleh laki-laki tersebut saat ini tapi dia tidak menampakkannya sama sekali di hadapan Ashley.
"kau pikir ketika seseorang bermusuhan adalah satu dengan yang lainnya mereka tidak akan menggunakan cara yang licik untuk melenyapkan lawan mereka, Khan?," perempuan itu bertanya pada suaminya dengan cara yang begitu serius berharap Khan memikirkan ucapan yang dilontarkan dengan baik.
Perempuan tersebut terlihat menyunggingkan senyumannya di mana fokus bola matanya terus terarah menetap ke arah depan.
"Kamu akan tiba pada titik lelah mu untuk tidak berlaku curang melenyapkan dirinya cepat atau lambat." Dan setelah berkata seperti itu Ashley kembali melirik ke arah suaminya, membiarkan tatapannya menelisik wajah Khan.
"Satu hari karena keinginan untuk menguasai segalanya pada akhirnya kau, alax dan semua orang yang ingin memperebutkan kekuasaan akan saling menyerang dan membunuh antara satu dengan yang lainnya, bukan?." setelah berkata seperti itu perempuan tersebut menghalau pelan nafasya kemudian dia membiarkan gimana-gimana indahnya bermain di bagian dashboard mobil.
Khan sama sekali tidak menjawab ucapan istrinya, pikirannya berkelana jauh entah ke mana mencoba untuk mengartikan setiap apa yang dilontarkan oleh Ashley kepada dirinya. sedikit banyak apa yang diucapkan oleh perempuan tersebut jelas benar adanya, bohong jika dia tidak ingin menanyakan satu persatu musuh-musuhnya yang dianggap sebagai satu tantangan besar dalam keinginan dirinya mencapai puncak kejayaan untuk menguasai bagian kegelapan.
Dia merencanakan sesuatu untuk melenyapkan orang-orang yang menjadi ancaman untuknya, jadi wajar saja jika orang lain juga pasti akan memikirkan hal yang sama termasuk Alex sekalipun.
"Lalu katakan padaku apa kau pernah mencintai Alex sebelumnya?." dan Khan bertanya, sengaja melontarkan pertanyaan itu kepada istrinya, ingin tahu apakah Ashley pernah mencintai Alex sebelum istri nya kemarin menceraikan laki-laki itu.