
Masih di club malam xxxxxxx.
Pusat kota.
Suara sirine mobil polisi dan ambulans masih terus terdengar memecah keheningan malam menjelang pagi, beberapa polisi terlihat hilir mudik berjaga di depan dan juga ada yang masuk ke dalam untuk melihat siapa yang telah tewas di dalam klub malam xxxxxxx pusat kota Paris tersebut.
berbagai macam flash lampu kamera dari wartawan terus berusaha untuk memotret bagian depan tempat kejadian, mereka masih dilarang untuk masuk ke dalam sana karena ada banyak peraturan yang dibuat oleh pihak kepolisian. Hanya diperbolehkan 1 atau 2 orang khusus yang boleh masuk ke dalam sana, seperti bagian daripada tim penyidik juga forensik.
Seorang polisi terlihat menjongkokkan tubuhnya untuk beberapa waktu, membiarkan diri untuk duduk diantara dua kakinya di mana bola mata polisi laki-laki terus meneliti mayat laki-laki yang berada di atas lantai tersebut.
seorang petugas kepolisian perempuan muda terlihat ikut memperhatikan beberapa bagian tubuh korban laki-laki yang tewas, menggunakan sarung tangan hitam dia melihat beberapa bagian dari leher, wajah dan juga beberapa sisi lainnya sang korban.
"Aku pikir kematian nya tidak normal." Perempuan tersebut bicara cepat, melirik kearah laki-laki yang usianya masih di bawah 35 tahunan.
"Bola mata yang hampir keluar, tangan yang berusaha memegangi kerah pakaian dan leher, bagian pori-pori wajah dan kulit yang membesar, urat-urat leher yang dipaksa keluar." Lanjut perempuan itu lagi.
Laki-laki tersebut menggesekkan jemari-jemari nya ke bawah bibir nya untuk beberapa waktu.
"Perhatikan setiap barang yang dia bawa, jadikan barang bukti dan ambil sampel air liurnya." hanya itu yang diucapkan oleh laki-laki tersebut di mana bola matanya sama sekali tidak berpindah menetap korban yang meninggal dunia dalam keadaan yang jelas tidak normal.
Mendengar perintah laki-laki tersebut perempuan itu terlihat diam untuk beberapa waktu dia kembali menatap ke arah sang korban yang dalam posisi tersungkur dan tengkurap, memperhatikan setiap pembagian daripada tubuhnya dan juga kondisi dimana ekspresi wajah sang korban yang terlihat sangat kesulitan dan kesakitan sebelum kematiannya.
Laki-laki tersebut beranjak dari posisinya secara perlahan dia kemudian bergerak sembari merayu rokok yang ada di kantong celananya. Dia mulai bergerak menyalurkan api dari pamatik yang ada di tangan kanannya secara perlahan, memperlihatkan nyala api yang menyambar rokok berwarna putih yang kini telah berpindah bibirnya tersebut.
"Kasus kematian misterius, ini sudah beberapa kali nya?." Tiba-tiba suara seseorang menyeruak masuk dari arah belakang laki-laki tersebut.
Dia menoleh menatap kearah sisi kanan nya untuk melihat siapa yang bicara.
"Pertama kali menimpa keluarga dari Ashley De Angelo." Lanjut orang itu lagi. Laki-laki Hampir paruh baya, mungkin usianya baru sekitar 45 tahunan bicara sambil memasukkan kedua tangannya kedalam jaket kepolisian nya.
"Tuan De Angelo, meninggal dengan cara yang sama dan menyeret nama putri nya sebagai sosok yang terlibat dalam kematian ayah nya, apakah dia benar-benar akan dijadikan tersangka tetap setelah kasus ke sekian kali nya?." Tanya laki-laki tersebut lagi kemudian.
Laki-laki muda yang ditanya terlihat diam, dia masih berusaha untuk menikmati rokok yang ada didalam mulutnya.