King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Buah keusilan Zoya



Ford terus melangkah kan kakinya menuju ke arah lantai kedua di mana Ashley dan Khan telah menyiapkan kamar mereka berdua untuk menginap malam ini. laki-laki tersebut terus menggendong Zoya yang telah terlelap, mengabaikan apapun yang ada di sekitarnya dan memastikan gadis tersebut baik-baik saja dan tidak terganggu atas apapun dalam pergerakan nya karena itu Ford mencoba membawa Zoya dengan sangat hati-hati menuju ke arah kamar di mana mereka akan tidur malam ini.


Ucapan Ashley tadi cukup mengganggu dirinya saat ini karena dia cukup terkejut saat perempuan itu memberikannya jalan untuk dirinya bersama dengan adik nya. Yah Zoya adalah adik kandung Ashley, dimana di masa lalu mereka terpisah antara satu dengan yang lainnya secara kejam oleh seseorang yang ingin menguasai harta kekayaan dari keluarga De Angelo.


Ford sebenarnya cukup terkejut dengan keadaan di mana Ashley pernah datang menemuinya dengan cara yang begitu naikkan bahkan rela bertarung nyawa untuk membongkar kedok semua orang yang mencoba untuk menghianati dirinya termasuk Alex. Dia pikir apa yang diucapkan Alex bisa dipercaya di mana laki-laki itu berkencan dengan adiknya, bahkan dia pikir Laura merupakan informasi yang sangat berarti untuk kelangsungan klan mafianya.


Namun siapa sangka, Ashley berhasil membongkar satu persatu tipu daya yang diberikan oleh kedua orang tersebut kepada dirinya di mana pada akhirnya dia tahu permusuhan antara dirinya dan Khan, sejak awal telah diatur oleh Laura dan Alex. Kemudian Ashley membawa dirinya untuk membongkar benang kusuk satu persatu di antara hubungan semua orang sehingga pada akhirnya tersambung pada tuan Antoni.


Hal Zoya adik tiri Laura adalah adik Ashley yang menghilang di masa lalu bersama ibunya.


Meskipun cukup sulit untuknya merangkai benang kusut yang terjadi, tapi Ford mencoba untuk memahami satu persatu hal-hal yang ada di sekitarnya atas keterangan yang diberikan oleh perempuan tersebut hingga membuatnya membuka bola matanya lebar-lebar tentang hal yang sebenarnya.


Semua memang benar-benar terhubung antara satu dengan yang lain dan itu membuat dirinya cukup penasaran dengan Ashley, karena perempuan itu selalu tahu tentang sesuatu yang belum terjadi, seperti cenayang yang selalu mampu terhubung dengan apapun dan bisa mengetahui soal apapun, bahkan Ashley selalu bergerak beberapa langkah lebih maju dari orang-orang di sekitarnya, dan itu cukup membuatnya meremang dan takut setiap kali berhadapan dengan perempuan itu.


Belum lagi saat Ashley berkata dan tahu jika dia tertarik pada seorang gadis yang beberapa kali pernah ditemuinya, yah dia tertarik pada Zoya, gadis muda dalam senyuman membara nya, gadis cantik yang energik dan penuh semangat.


Bahkan malam itu, Ashley yang mengatur pertemuan antara dirinya dan Zoya di sebuah kafe coffe 24 jam, membuat dia bisa bicara dengan gadis tersebut untuk pertama kalinya dan memberikan jaket musim dingin kepada baris tersebut.


Begitu tiba di depan kamar di mana mereka akan menginap secara perlahan laki-laki itu bergerak masuk membawa Zoya kedalam, dengan gerakan yang sangat hati-hati laki-laki tersebut meletakkan Zoya di atas kasur yang ada di hadapannya itu dan dia memenuhi posisi Zoya secara perlahan agar garis tersebut merasa nyaman dengan keadaan. tidak lupa dia meletakkan dan menyelimuti tubuh gadis itu agar Zoya tidak merasa kedinginan mengingat cuaca malam yang mulai meninggi dan dingin.


Sejenak laki-laki tersebut menatap wajah Zoya yang terlelap di dalam tidurnya, membiarkan bola matanya terus memperhatikan gadis itu untuk beberapa waktu. Ford terlihat diam, membiarkan dirinya tenggelam menatap wajah gadis yang ada di hadapannya itu saat ini. Dia Masih memikirkan dengan keras atas apa yang diucapkan Ashley, dia pikir bagaimana cara perempuan itu untuk meyakinkan saya agar mau menikah dengannya karena rasanya terlalu egois karena dia memaksakan peresen gadis yang ada di hadapannya tersebut saat ini.


Dia jelas tidak siap untuk dibenci oleh Zoya sama sekali jika seandainya asli memaksakan gadis itu untuk mau menikah dengannya, baginya cinta tidak mesti dipaksakan, tidak ada alasan pernikahan dalam pemaksaan, dia tidak akan pernah melakukannya jika seandainya Ashley memaksa Zoya untuk menerima dirinya.


Laki-laki tersebut membiarkan telapak tangan yang secara perlahan menyentuh lembut wajah gadis tersebut, dengan sengaja dia mengelus lembut wajah cantik dihadapan yang itu untuk beberapa waktu dan menikmati apa yang mungkin tidak bisa dia nikmati nantinya karena cepat atau lambat, saat Zoya sudah memiliki kesehatan dan kondisi fit yang baik tentang tubuhnya, seandainya Ashley gagal meyakinkan Zoya untuk menikah dengannya, pada akhirnya gadis tersebut pasti akan pergi dari kediamannya dan dia tidak mungkin lagi bisa menyentuh wajah gadis itu dan memanjakannya sel di India dengan caranya selama ini.


Yah dia sengaja memberikan perhatian yang banyak dan memanjakannya karena laki-laki itu tahu karena terkadang kesempatan tidak datang dua kali, dia memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan tidak ingin kehilangan momen berharga dalam kebersamaan mereka karena itu dia ingin menciptakan satu kenangan tersendiri di antara mereka selama saya tinggal bersamanya memberikan satu pesan yang baik jika inilah dirinya apa adanya belum bukan dirinya yang pernah saya lihat di luar sana gimana gadis itu pernah melihatnya dengan rasa takut yang begitu atas tindakan kejamnya pada orang-orang di luar sana sebelumnya.


Ford menghela nafas nya secara perlahan di mana dia melepaskan tangan nya pada wajah cantik dihadapan tersebut, pada akhirnya laki-laki tersebut berisi pergi dari sana secara perlahan dan bergerak menuju ke arah kursi sofa yang letaknya tidak terlalu jauh dari posisi Zoya berada. Dia butuh istirahat sejenak hingga esok pagi, karena dia cukup memiliki banyak aktivitas yang dia harus lakukan hingga menunggu weekend yang nanti untuk pergi berlibur bersama dengan gadis yang kini terlelap di atas kasur di kamar besar tersebut.


laki-laki tersebut secara perlahan naik ke atas kursi sofa menyadarkan tubuhnya kemudian memberikannya di sana di mana kedua tangannya terlipat tepat di depan dadanya secara perlahan. Ford pada akhirnya membiarkan bola matanya terpejam dan dia berusaha untuk menenggelamkan dirinya ke alam mimpi hingga esok pagi


********


Masih di mansion utama Khan dan Ashley,


keesokan paginya.


Zoya terlihat mengembangkan senyumannya, menatap kearah Ford yang masih terlelap di atas kursi sofa, dia baru saja menyelesaikan sesi mandinya dan sudah berganti pakaian rapi, rambut basah yang tergerai indah masih menyisakan tetesan air di sekitar rambutnya tersebut, biasanya Ford sedikit banyak membantu nya untuk bergerak menuju ke arah kamar mandi tapi kali ini dia mampu melakukannya sendiri karena dia pikir beberapa bagian tubuhnya telah berhasil untuk digerakkan dan sudah bisa disiram dengan baik. Bagian rambut cukup bisa di basahi meskipun agak sulit.


Gadis tersebut kini bergerak menyeret kursi rodanya, dia berpikir sedikit usil, ingin mencoba untuk mendekati Ford, mencoba untuk membangunkan laki-laki tersebut dengan kejahilan nya.


Gadis itu bergerak mendekati Ford, mencoba untuk menyentuh pipi laki-laki tersebut yang terlelap entah sejak kapan. Dia mengulum senyumannya, membiarkan jari telunjuk nya menyentuh lesung pipi laki-laki tersebut.


"Paman....ssstttt paman," Zoya berbisik pelan, berharap Ford terjaga, jika prediksi nya tepat, saat Ford menoleh ke sisi kanan nya maka jemarinya bakal tenggelam ke dalam lesung pipi indah laki-laki tersebut.


Yah lesung pipi indah.


"Hmmm indah?," Zoya sejenak bergumam, menatap wajah Ford untuk beberapa waktu.


Dia sejenak terkesima, menatap dalam wajah Ford untuk beberapa waktu. Yah laki-laki tersebut memang memiliki wajah indah bagaikan pahatan patung dewa Yunani, begitu tampan tapi memiliki kesan sangar dan buas secara bersamaan. Laki-laki dewasa dengan karismatiknya sendiri di mana dia yakin ada banyak orang yang pasti menyukainya.


Rambut yang gondrong yang selalu di ikat ke belakang dimana sengaja dicat berwarna putih keemasan tersebut semakin menambah kesan tampan sang pemilik nya, apalagi sisa goresan luka di balik pipi nya yang menambah kesan berbeda dari sosok laki-laki dewasa tersebut.


Awalnya mungkin benar Zoya takut, tapi semakin mereka saling mengenal antara satu dengan yang lainnya, semakin dia tahu bagaimana sisi baiknya laki-laki tersebut. Ford tidak seburuk apa yang terlihat, begitu memanusiakan manusia yang tahu dengan baik adab nya. Laki-laki tersebut tahu bagaimana cara menghargai perempuan dan memperlakukan ibu atau anak-anak dengan sangat baik.


Itu yang membuat Zoya menyukainya.


Tunggu, menyukainya?. Zoya mengernyitkan keningnya.


"Apa yang aku pikirkan?," dia menggelengkan kepalanya dengan cepat, mencoba untuk bergerak tapi ternyata tanpa sadar Ford terjaga, menoleh ke arah sisi kanannya dan seketika terkejut karena jemari Zoya masuk ke dalam pipi kanan nya.


Refleks karena selalu bersikap waspada langsung menarik lengan Zoya dan,


Buggggggg.


"Akhhhhhhhh,"


Laki-laki tersebut meraih tubuh Zoya, menghempas kan nya ke atas kursi dan mengunci tubuh nya. Dia benar-benar tidak sadar melakukan nya, membuat Zoya berteriak karena terkejut. Gadis itu seketika langsung meringis kesakitan dan seketika air matanya keluar.


"Oh shi-t," Ford jelas saja terkejut saat menyadari siapa yang ada di bawah tubuh nya saat ini.


"Oh God, baby are you okay?," laki-laki tersebut kembali refleks bicara, secepat kilat langsung melepaskan cengkraman nya dari Zoya, dia panik, menyentuh wajah Zoya dan bertanya dengan jutaan rasa bersalah.


Zoya mengeluarkan air matanya, merasakan rasa sakit di sisa luka tubuh nya karena terhempas ke dalam kursi sofa oleh laki-laki tersebut.


"Hiksss ini sakit."