
Disisi lain.
Laura terlihat bergerak dari lantai atas menuju ke lantai bawah, dimana bola matanya masih menatap kearah Khan dan Ashley yang sibuk menyambut dan bicara dengan beberapa relasi bisnis nya. Ada kilatan kecemburuan yang memenuhi hati dan bola matanya, dimana Laura pikir seharusnya di samping Khan lah posisi nya berada jika tidak ada Ashley yang datang di antara mereka.
Rencana yang dibuat untuk menjebak Ashley pada Khan bener-bener hancur berantakan tanpa sisa, dan Laura tidak menyangka jika rencana mereka akan seharusnya saat ini dan itu benar-benar membuatnya kesal serta marah, padahal mereka telah merencanakan sesuatu yang sangat luar biasa untuk membuat Ashley menjebak Khan.
Dia memanfaatkan Alex dan Ford, untuk membuat Ashley berada di Cengkraman Khan, dia sengaja mengadu domba Ford dan Khan untuk membuat Khan membenci Ford dan Ford membenci Khan. Menggunakan Ashley dan menghancurkan perempuan tersebut.
Saat Khan terprovokasi maka laki-laki tersebut bisa menghancurkan Ford, dengan begitu Alex bisa mendapat kan keinginan nya untuk menguasai Crawford. Dan setelah itu, dia bisa naik menjadi pendamping Khan dan memprovokasi Khan untuk menghancurkan Alex, dengan begitu mereka bisa menjadi penguasa dunia malam menjadi raja dan ratu sesungguhnya.
Dia ingin Khan menghancurkan Ashley juga, mendapatkan kekuasaan di keluarga Ashley hingga membuat Laura menjadi pemegang kendali kekayaan De Angelo.
Nyatanya semua rencana yang telah dia susun dengan rapi juga sempurna hancur berantakan karena perbuatan bodoh adik perempuan Ford, Clara. Seandainya perempuan sialan itu tidak tergila-gila pada Alex dan mengacaukan segalanya, dia yakin semua tidak akan mungkin hancur berkeping-keping seperti itu dan dia saat ini pasti tengah menikmati kemenangan dan kemewahan nya menjadi menantu kesayangan keluarga Gao Hillatop dan istri dari King Khan.
Laura bergerak perlahan turun kebawah, ekor matanya masih mengawasi pergerakan Ashley dan Khan, dia membiarkan kakinya menuruni satu persatu anak tangga bagaikan seorang tuan putri dengan gaun mencolok dan terbuka nya, sengaja menggunakan pakaian seperti itu untuk menggoda Khan nantinya.
Banyak pasang mata yang melirik kearah Laura, dia tahu dirinya juga memiliki kecantikan paripurna yang tidak kalah dari Ashley, banyak yang mengagumi dirinya selama ini karena kecantikan nya, Khan saja yang tidak menyadari hal tersebut dari dirinya selama mereka bersama. Gadis tersebut berjalan dengan cara yang angkuh dan anggun, bergerak mengabaikan semua pandangan yang menatap dirinya.
Begitu turun ke lantai utama acara dimana di ujung sana Khan dan Ashley berada, Laura sengaja bergerak mendekati kedua orang tersebut. Seorang pelayan yang membawa nampan minuman bergerak di depan Laura, perempuan tersebut meraih satu gelas minuman secara perlahan dari dalam nampan tersebut dan membawanya secara perlahan menuju ke arah depan. Dengan gerakan cekatan dan lincah, dari telapak tangan satunya dia meletakkan sesuatu di dalam gelas berisi wine 🍷 tersebut, menggoyang nya dengan gerakan lembut bagaikan gerakan slow motion hingga sesuatu yang dia masukkan tencampur dengan minuman nya.
"Selamat ulangtahun perusahaan Khan." Dan begitu tiba dihadapan kedua orang tersebut, Laura bicara memberikan selamat, dia menyerahkan dua gelas minuman kearah Khan kemudian kearah Ashley.
"Aku pikir kamu tidak akan datang." Ashley terlihat berbasa-basi.
"Tentu saja aku datang." Jawab Laura cepat.
"Mari bersulang." Ucap nya lagi kemudian.
Khan dan Ashley menatap kearah Laura, menerima gelas wine dari perempuan tersebut. Laura memanggil pelayan yang membawa minuman di ujung sana, meminta segelas minuman untuk dirinya sendiri.
"Untuk kejayaan Hillatop." Laura menaikkan gelas minuman nya, dengan tenang dan santai.
"Dan sebagai permintaan maaf karena membuat kamu marah pada ku Khan, dan kamu juga." Lanjut perempuan tersebut lagi kemudian.
Khan dan Ashley menaikkan gelas mereka, tanpa banyak bicara melakukan sulang'an dan menikmati minuman yang diberikan oleh Laura tanpa harus menyimpan kecurigaan didalam nya.
Dan Laura menatap licik kearah kedua orang tersebut, menaikkan ujung bibirnya dengan rasa puas saat melihat minuman yang dia berikan di habiskan oleh sepasang suami istri tersebut dihadapan nya.