
Keesokan harinya,
Club malam xxxxxxx,
pusat kota.
Suara dentuman musik di dalam klub malam tersebut terdengar memecah keheningan, lenggak-lenggok para pengunjung di dalam klub malam tersebut terlihat dengan jelas di mana ada lautan manusia yang berkumpul di sana saling berpasangan antara satu dengan yang lainnya.
Berbagai macam adegan terjadi di dalam ruangan besar tersebut di mana musik DJ terus berdentum tanpa henti mempersembahkan lagu yang membuat tubuh bergoyang tidak menentu di dalam efek minuman ataupun obat-obatan terlarang, berbagai pasangan anak manusia terlihat melakukan berbagai macam kegiatan di dalam sana baik dari mulai berjoget, berpelukan bahkan saling berbagi saliva.
Jangan berkata jika tepat seperti itu adalah tempat yang dilarang untuk melakukan hal-hal di luar batas norma, tempat tersebut menjadi tempat favorit dan juga candu bagi para pasangan yang terkadang bukan merupakan pasangan halal antara satu dengan yang lainnya belum lagi terkadang mereka hanyalah teman atau bahkan baru bertemu satu kali di sana. boneka bebas melakukan apapun mereka inginkan tanpa malu sedikitpun, udah depan itu menjadi tempat yang dipenuhi dengan kubangan dosa tanpa henti.
Khan bergerak melangkah melewati cukup banyak orang menuju ke sebuah ruangan yang telah dipesan mereka sejak kemarin, berkumpul bersama untuk merayakan keberhasilan atas pencapaian juga kesuksesan mereka untuk mendapatkan lukisan yang mereka inginkan dari Vander, belum lagi jebakan yang dilakukan oleh Ashley menjadi sebuah pencapaian lainnya yang membuat puas seorang Khan Hillatop. Tidak pernah dia sangka jika istrinya benar-benar telah memberikan keuntungan besar untuk dirinya sesuai dengan apa yang diucapkan oleh perempuan tersebut sebelum pernikahan mereka.
Begitu mereka masuk ke sebuah ruangan yang jelas dengan ukuran yang cukup besar, laki-laki tersebut bergerak melangkah masuk menuju ke arah salah satu kursi yang telah disediakan untuk dirinya dan istrinya. Dimana kini Khan memberikan perhatian melangkah bersama istrinya saling menggenggam tangan antara satu dengan yang lainnya.
Orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut tidak dipungkiri menatap iri ke arah sepasang suami istri itu, apalagi mereka tahu seorang Khan sangat tidak suka tunduk kepada seorang perempuan, maka melihat hal itu jelas membuat mereka terkejut saat tahu Khan pada akhirnya luluh pada perempuan yang ada di sisi kirinya tersebut.
Khan secara perlahan duduk di atas kursi yang telah disediakan untuk dirinya namun sebelum itu dia meminta istrinya untuk duduk lebih dulu kemudian dia baru meletakkan pantatnya ke sana dan duduk tepat di samping Ashley.
"Mari merayakan kemenangan." Satu suara memecah keadaan di mana seorang laki-laki bicara sembari menaikkan gelas minuman mereka, membawa semua orang untuk bersulang bersama.
"Mari bersulang untuk merayakan kemenangan tidak terduga." Laki-laki lainnya bicara dengan cepat dan penuh kesenangan.
Semua orang pada akhirnya mengangkat gelas minuman mereka dan bersulang bersama, diikuti Khan dan Ashley.
Di satu sisi Laura yang memilih duduk di bagian sudut kursi tersebut tampak diam dan menatap Khan juga istrinya dengan tatapan tidak suka, jujur saja Laura tampak cukup kesal dan marah dengan pencapaian yang didapatkan oleh istri dari Khan. Bagi nya ucapan janji yang telah dia lakukan sebelum mereka mencuri lukisan yang ada di markas Vander mau tidak mau dia tepati di mana dia harus patuh kepada perempuan yang merupakan istri dari sahabat baiknya tersebut, Khan.
Sungguh terkutuk baginya ketika dia mau tidak mau menerima pernikahan kedua orang tersebut dan mau tidak mau dia patuh pada Ashley, dia harus bersedia untuk menundukkan kepalanya pada perempuan tersebut dan mengakui Ashley adalah perempuan satu-satunya yang dimiliki oleh seorang king of khan's.
Dalam rasa marahnya, gadis tersebut secara perlahan meraih minuman yang ada di hadapannya, dan dengan perasaan kesal dia menyesap minuman yang kini telah berpindah ke tangannya tersebut sedikit demi sedikit. Menghabiskan hampir satu botol minuman seiring berjalannya waktu ketika mereka berkumpul bersama.
Bola matanya tidak lepas dari pemandangan di mana Khan memperlakukan istrinya secara istimewa sejak awal laki-laki itu datang hingga entah berapa lama mereka berkumpul bersama.