King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Pencapaian luar biasa




"Wowwwwwww."


"Bombastis friend's."


"Oh shi..t, kalian lihat?, kita berhasil breng_sek"


Teriakan demi teriakan terdengar memecah keadaan dan keheningan malam, semua orang terlihat berteriak bahagia di dalam mobil masing-masing. Bayangkan bagaimana pesan semua orang saat ini ketika mereka berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan. Seperti mendapat kan jackpot besar yang tidak terduga.


Mendapatkan lukisan berharga, sedikit mencuri barang milik Vander dan menjebak Alex and tim.


"Yakkkkk ini benar-benar gila." Kembali terdengar suara seseorang yang berteriak tidak percaya atas pencapaian mereka pada malam hari ini menjelang pagi.


Khan yang berada di mobil berbeda terlihat melirik ke arah Ashley untuk beberapa waktu, di mana bisa dia lihat sang istrinya tanpa sibuk memainkan handphonenya dan tidak mempedulikan dirinya. Laki-laki tersebut membiarkan bola matanya menatap para istrinya untuk beberapa waktu kemudian dia kembali mau fokuskan pandangannya pada arah jalanan.


"Aku cukup terkejut dengan apa yang kamu berikan pada kami malam ini." Khan membuka suaranya dengan cepat sembari membiarkan satu tangannya naik kebagian pintu kaca mobil yang terbuka, dia menggosok bagian bawah bibir yang secara perlahan sembari tatapannya terus fokus ke arah depan.


Mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya, Ashley langsung menoleh ke arah laki-laki tersebut sembari mengulum senyumannya.


"bukankah aku sudah bilang aku akan menepati janjiku?." ucap perempuan tersebut dengan cepat, kemudian dia membuang pandangannya.


"Dan aku menepati janjiku tersebut satu persatu tanpa terkecuali." Lanjut Ashley lagi.


Mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya membuatkan sejenak menoleh ke arah perempuan tersebut.


"kau selalu bergerak di luar ekspektasi ku, Ashley."


Kalimat tersebut lebih persis sebuah pujian untuk sang istrinya namun dia tidak tahu apakah istrinya menganggap itu sebagai sebuah pujian atau sebuah kalimat yang mempertanyakan banyak hal di dalamnya.


"terkadang aku berpikir kenapa kamu selalu tahu beberapa langkah lebih jauh daripada apa yang aku pikirkan dan orang-orang kupikirkan, meskipun sebenarnya aku bahagia dengan hal-hal yang kamu berikan sebagai bentuk keuntungan atas perjanjian pernikahan yang pernah kamu janjikan tapi tidak dipungkiri terkadang aku takut dengan apa yang kamu berikan padaku suatu hari membuatmu menghianatiku atau meninggalkanku." begitu terus terang laki-laki tersebut berkata kepada Ashley.


Yah terkadang timbul ketakutan tersendiri dalam hatinya siapa tahu kedepannya Ashley mungkin akan menghianati dirinya atau meninggalkan dirinya.


"aku tidak akan pernah menghianatimu jadi jangan berpikir soal hal seperti itu hingga sejauh itu, Khan." ucapan perempuan tersebut kemudian.


kemudian keheningan terjadi di antara mereka di mana pada akhirnya Tuhan lebih memilih untuk terus mengendarai mobilnya melaju ke arah depan memecah keheningan malam.


Di sisi lain di mobil yang berbeda Laura terlihat menatap kesal ke arah depan jalanan sembari mencoba untuk mengeram dan mengeratkan genggamannya, tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan oleh perempuan tersebut saat ini namun yang jelas perasaannya saat ini tidak dalam keadaan baik-baik saja.


,