
"Jangan merasa sungkan untuk meminta bantuan kepada diriku karena dalam keadaan apapun aku siap membantumu." Dan Ford berkata kembali dengan cepat.
Zoya yang masih cukup terkejut dengan senyuman yang dipersembahkan oleh Ford tadi, terlihat mematung untuk beberapa waktu dan dia masih cukup bingung harus berkata apa, membiarkan dirinya menetap ke arah laki-laki yang ada di hadapannya tersebut sejak tadi.
"sekarang kamu bisa pergi untuk beristirahat dan aku akan kembali ke kamar di samping." Ford kembali bicara ke arah gadis tersebut.
Dia menunggu jawaban dari Zoya, Ford menatap gadis tersebut dengan lekat namun sayangnya Zoya sama sekali tidak menjawab ucapan nya.
"Zoya, hei." laki-laki itu mencoba untuk tangannya di hadapan wajah gadis tersebut.
Zoya seketika terkejut saat dia mendapati laki-laki di hadapannya itu melambaikan tangannya ke arah wajahnya.
"Ya?." gadis itu pada akhirnya bertanya sembari mengedipkan bola matanya untuk beberapa waktu.
"pergilah beristirahat dan aku harus kembali ke kamarku, ah jangan lupa, bukan hanya sekedar makan tombol ini jika kamu membutuhkan pertolongan dari ku, kamu bisa juga langsung mendatangiku di kamar sebelah melalui pintu itu." Ucap Ford tiba-tiba.
Zoya jelas langsung mengernyitkan dahinya.
Kamar yang berhubungan langsung ke kamar gimana Zoya berada saat ini, dirancang khusus pada pembangunannya di mana hanya kamar utama yang bisa membuka pintu secara otomatis dan masuk ke kamar samping, sedangkan kamar samping sama sekali tidak bisa masuk ke kamar utama, karena tidak ada handle pintu atau kunci pintu yang dapat membukanya dari arah kamar sebelah. Jadi Zoya sama sekali tidak perlu khawatir jika seandainya dirinya datang tiba-tiba di malam hari, dia tahu gadis tersebut pasti merasa khawatir.
Mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut seketika membuat Zoya langsung memahaminya, dia langsung tahu maksud dari ucapan laki-laki itu. Zoya mengangguk kan kepalanya dengan cepat.
"He em, aku akan pergi beristirahat." gadis itu menjawab secara perlahan.
"aku paham dengan semuanya, paman." lanjut Zoya lagi kemudian.
Ford terlihat puas karena dia pikir gadis itu paham dengan apa maksudnya, pada akhirnya laki-laki tersebut langsung memberikan tubuhnya dan dia bergerak menuju ke arah kamar samping di mana akan dijadikannya kamar sementara untuk dirinya tinggal selama Zoya berada di sana.
Dia tidak mungkin menempatkan Zoya pada kamar yang lainnya karena dia juga takut melemparkan gadis itu di kamar ya kurang pengamanan nya.
Begitu dia bergerak menuju ke arah pintu samping kamar dengan cepat laki-laki itu membukanya kemudian secara perlahan dia menutup pintu tersebut. Bisa dilihat gini laki-laki tersebut berada di dalam sebuah kamar yang jelas sangat jauh berbeda dengan kamar di mana Zoya tinggal tadi, laki-laki itu bergerak menuju ke arah kasur mendampingi nasi berwarna putih yang ukurannya tidak terlalu besar di dalam ruangan ini juga tidak terlalu besar tersebut.