
Khan seketika mematung saat dirinya sadar siapa yang datang dan bicara saat ini.
"Mom?." Laki-laki tersebut menyambut ibunya, cukup tidak percaya wanita tersebut sudah ada didalam kediamannya.
"Setelah menikah bahkan tidak mengunjungiku?, seperti nya terlalu sibuk dengan kehidupan baru dan lupa pada orang tua sendiri." Keluh wanita tersebut cepat, dia mendekati Khan dimana laki-laki tersebut secara perlahan memeluk dirinya.
"Bukan seperti itu mom, ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan, agak rumit dan sulit jadi cukup menyita banyak waktu." Khan bicara dengan penuh penyesalan merasa tidak enak karena dia belum berkunjung ke rumah orang tuanya setelah pernikahan mereka tempo hari.
"Aku benar-benar minta maaf padahal Ashley beberapa kali memperingatiku untuk pulang." lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.
"Hmmm anak-anak selalu punya alasan untuk menghindari kemarahan orang tua."
Itu adalah nyonya Ayana, dia datang dan sedikit mengeluh, menatap putranya untuk beberapa waktu, ingin melepaskan kerinduan yang membuncah beberapa waktu ini.
Pernikahan para anak-anak membuat dia cukup sedih dan merasa kehilangan, dulu pertama kali Jessica menghilang karena kesalahpahaman, kemudian Tiffany menikah disusul Jessica juga. Seiring tahun berlalu akhirnya Khan juga menikah, baginya rumah sekarang jauh lebih sepi daripada di kuburan.
Tidak menyangka pada akhirnya anak-anak dewasa dengan cepat dan pergi meninggalkan dia dan suaminya dalam kehidupan mereka masing-masing. Bohong jika dia tidak bersedih dan terkadang tidak menangis sendirian, semua terasa luar biasa apalagi saat Gao memilih pergi ke perusahaan. Rumah besar nya benar-benar tidak terdengar suara sama sekali.
Benar kata ibu-ibu nya dulu, jangan terlalu besar membangun rumah, saat tua rasanya hampa. Rumah sebesar itu serasa tidak ada kehidupan nya.
"Bukan seperti itu mom." Khan mencoba untuk tidak membuat mommy nya salah paham.
"Aku terkejut untie datang kemari." Nick bicara setelah menyalami wanita paruh baya lebih tersebut, dia memeluk nyonya Ayana dengan cara yang hangat.
"kau pasti bukan terkejut tapi pasti berpikir kenapa wanita tua ini tiba-tiba datang."
"Aiyaaa kenapa berpikir seburuk itu untie?." Nick mengerucutkan bibirnya, dia
"Mana mungkin laki-laki tampan ini berpikir seperti itu aku tidak pernah berpikir hingga sejauh itu untie." laki-laki tersebut lagi dengan cepat.
secara perlahan Khan membawa tubuh mommy nya menunju ke ada kursi sofa yang ada di bagian sisi kanan dimana mereka berada, dia membiarkan wanita tersebut untuk duduk di sana.
"So, jangan pernah menggunakan sekretaris perempuan setelah menikah, cukup pilih sekretaris seorang laki-laki yang jujur serta bisa dipercaya." Mommy Ayana kembali bicara soal hal yang dia dengar tadi dengan cepat ke arah putranya tersebut.
"Perempuan jangan di biarkan masuk ke dalam kehidupan kita meskipun dia hanya seorang pegawai Apalagi seorang sekretaris Khan, mereka satu hari nanti akan bisa jadi bumerang, apalagi kau dan Laura berteman cukup lama, itu sangat tidak baik untuk pernikahan kamu dan istrimu." Lanjut wanita tersebut panjang lebar.
"Itu nasehat seorang ibu untuk putra mereka hmmm, jadi jangan pernah masukkan Laura atau perempuan manapun untuk kamu bisa membuat cela di antara pernikahan kalian berdua."
Dan mendengar ucapan mommy nya seketika membuat Khan terdiam.