
Alba dan Adam kembali ke hotel tempat mereka menginap setelah menyelesaikan makan siang mereka. Tepat saat pasangan suami istri itu melangkah masuk ke dalam kamar, Adam meringis,megang kepalanya dengan kedua tangannya lalu mendesis.
"Dam!" Alba langsung merangkul bahunya Adam dan memapah Adam sampai ke ranjang. Alba merebahkan Adam dengan pelan di atas kasur lalu bertanya, "Kau bawa obat anti nyeri dari Dokter Felix?"
Adam yang masih memejamkan kedua mata, mendesis dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya, mengangguk pelan dan berkata lirih, "Ada di dalam tas punggungku"
Alba langsung mengambil obat anti nyeri dari tas punggungnya Adam dan segera meminumkan obat anti nyeri itu ke Adam.
Alba lalu duduk di tepi ranjang, meletakkan kepalanya Adam di atas pangkuannya dan memijit pelan kepalanya Adam sembari menyanyikan lagu kesukaannya Adam sampai Adam tertidur lelap.
Dua jam kemudian, tepat di jam tiga sore, Adam terbangun dan melihat Alba tertidur lelap dengan bersandar di ranjang. Adam lalu mengangkat kepalanya dari atas pangkuannya Alba untuk mengambil kamera digitalnya. Dia selfie dengan posisi yang sama, kepalanya terletak di atas pangkuannya Alba dan Alba dengan posisi tidur bersandar di ranjang . Pengacara tampan itu, kemudian bangun, meletakkan kembali kameranya di atas nakas, lalu memegang belakang kepalanya Alba untuk merebahkan Alba dengan sangat hati-hati di atas kasur.
Adam lalu tidur miring sambil memandangi wajah manis istrinya. Adam merapikan rambut Alba, mengusap alis Alba dengan ibu jarinya, mengusap pipinya Alba dengan punggung tangannya, lalu bibirnya maju secara perlahan untuk mencium bibirnya Alba.
Ciuman Adam yang lembut dan hangat itu, membangunkan Alba dari tidurnya. Alba membuka kedua kelopak matanya dan langsung menarik tengkuknya Adam untuk memperdalam ciumannya Adam.
Adam terkejut, namun laki-laki tampan itu langsung menyeringai dan berucap, "Aku akan menuruti kemauan kamu, Sayang" Adam mulai menggerakkan lidahnya di antara kedua bibirnya Alba, memaksanya membuka dan mengajak lidahnya Alba menari-nari indah dengan lidahnya.
Ciuman itu menggetarkan jiwa dan raga pasangan pengantin baru itu dan membuat keduanya menjadi tidak bisa mengendalikan diri mereka lagi untuk menuntut lebih dan lebih lagi hingga akhirnya mereka menyatukan raga mereka.
Satu jam kemudian, pasangan pengantin baru itu berpelukan di dalam selimut dalam keadaan polos.
Tanpa sepengetahuannya Adam dan Alba, Satya mengikuti bulan madunya Adam dan Alba Karena, Satya ingin menjaga Adam dan Alba dari kejauhan. Kalau terjadi sesuatu yang buruk, dia bisa segera bertindak untuk membantu Adam dan Alba.
Adam terbangun tepat di jam enam sore dalam keadaan perut lapar, ia merasa kasurnya dan tidak menemukan Alba. Adam langsung menegakkan tubuhnya dan tersenyum lega saat ia menangkap sosok Aba tengah berdiri di depan balkon menikmati indahnya pantai di sore hari.
Adam bangun, memakai celana kolornya dan dengan bertelanjang dada, ia melangkah menghampiri Alba, lalu memeluk Alba dari belakang. Pengacara tampan itu meletakkan dagunya di atas pundaknya Alba dan bertanya di sana, "Hmm! Aku kehilangan momen melihat sunset denganmu" Adam mengerucutkan bibirnya.
Alba mengusap pipinya Adam, "Besok kan masih bisa"
Adam mencium pipinya Alba, lalu bertanya,
"Kau tidak lapar?"
"Lapar banget" Sahut Alba.
"Kita mandi, yuk! Terus kita makan di bawah"
Adam kembali mencium pipinya Alba dengan gemas.
"Aku sudah mandi, Dam. Kamu mandi sana! Aku akan tunggu di .........ah! Dam! kenapa membopongku? Kau mau bawa aku ke mana?"
Alba hanya bisa pasrah menuruti kemauan suaminya.
Pasangan pengantin baru itu menikmati kebersamaan mereka di dalam bathtub. Saling menggosok punggung dengan bercanda ria di sana. Dan saat mereka akhirnya berhadapan, Adam tidak bisa menahan kembali hasrat yang timbul untuk menyatu kembali dengan istri manisnya.
Setelah memekikkan kepuasan mereka secara bersamaan, Adam lalu membopong Alba dan berkata, "Aku terpaksa mengakhiri penyatuan raga kita satu ronde aja karena, udah laper banget"
Alba menepuk dada bidangnya Adam saat Adam membantunya memakai dress, lalu berucap, "Satu ronde tapi lama banget, dasar! Aku udah hampir pingsan kelaparan nih!"
Adam mencium keningnya Alba lalu menggandeng tangannya Alba untuk ia ajak makan malam sambil terkekh geli dan berucap, "Maaf. Habisnya kamu juga sih, bikin nagih terus"
Alba menepuk bahunya Adam dengan tersipu malu.
Alba menoleh ke Adam, "Kamu nggak lupa sama kamera kamu, ya?"
"Nggak dong. Ini wajib kubawa ke manapun aku pergi bersama denganmu. Karena, aku ingin setiap momen kebersamaan kita berdua, aku abadikan dengan kamera ini"
Alba menatap Adam dengan mata sendu dan senyum manis. Ada rasa haru terselip di hatinya Alba, namun harus ia tahan engan sekitar tenaga rasa haru itu agar tidak meleleh menjadi butiran air mata.
Adam berjalan menuju ke restoran yang ada di hotel tempat mereka menginap dengan sesekali mencium keningnya Alba.
"Kamu ingin makan apa?" Tanya Adam.
"Emm, sama.kayak kamu aja deh. Aku terlalu lelah untuk berpikir dan itu gara-gara kamu"
Adam terkekh geli. Lalu laki-laki tampan bermata biru jernih itu memilih dua nasi goreng seafood, dua puding mangga, dan dua lemon tea hangat.
Beberapa kali, Adam mengajak Alba berswafoto dan berpuluh-puluh kali, Adam menjepret wajah manisnya Alba pas makan.
Setelah menyelesaikan makan malam, mereka berdua memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di tepi pantai. Adam meminta tolong salah satu OB di hotel itu untuk menjepret momen kebersamannya dengan Alba dalam berbagai pose.
OB tersebut menyerahkan kembali kamera digital mahal miliknya Adam ke Adam setelah Adam berkata cukup. Adam mengucapkan terima kasih dan memberikan tips cukup banyak ke Ob tersebut.
Satya juga berada di pantai itu,mengawasi Adam dan Alba dari kejauhan. Ada kecemburuan yang sangat besar kala ia melihat kemesraannya Adam dan Alba, namun demi rasa sayangnya pada Adam dan Alba, ia mengabaikan rasa cemburunya.
Adam mengejar Alba dan di saat Alba berlari sambil sesekali menoleh ke belakang, Adam berteriak, "Kamu terlihat sangat manis saat kami tertawa lepas seperi itu, Sayang!" Dan jepret! Adam tidak lupa mengabadikan pose manisnya Alba itu dengan kameranya.
Pasangan pengantin baru itu kemudian masuk kembali ke dalam kamar mereka, dan kelelahan fisik yang ada tidak mampu mengalahkan desakan gairah pengantin baru itu. Adam kembali menyerang Alba dengan sejuta belaian dan ciuman sensual dan kembali menyatukan raga dengan istri manisnya.
Adam dan Alba kemudian jatuh tertidur karena kelelahan dan mereka jatuh ke alam mimpi dengan senyum indah.