I Love You, Adam

I Love You, Adam
Ceritanya Noah



Adam dan Alba sampai di rumahnya Alba dengan bergandengan tangan disertai dengan senyum bahagia.


Heni dan Noah melihat tangannya Adam dan Alba saling bertautan dengan kerutan di kening mereka.


"Kami baru saja mendaftarkan pernikahan kami" ucap Adam dengan senyum bahagia.


Heni langsung menutup mulutnya yang ternganga dan Noah langsung bertanya, "Apa.itu berarti, Noah benar-benar punya Papa dan bukan Papa Bintang lagi? Benar-benar Papa untuk Noah seorang?"


Adam melepaskan tangannya Alba lalu ia berjongkok di depannya Noah dan berkata, "Iya. Papa Bintang kamu ini adalah Papa kandung kamu. Kamu anakku, Noah. Benar-benar anakku"


Air mata menetes di atas pipi putihnya Noah lalu Noah langsung memeluk Adam. Adam membalas pelukannya Noah dan Noah berkata, "Akhirnya doa Noah dikabulkan sama Tuhan. Terima kasih banyak, Tuhan" Noah menangis terisak di dalam pelukannya Adam


Alba ikut berjongkok. Wanita berwajah lembut itu memeluk Noah dan Adam. Alba pun menangis terharu dan Adam langsung mengelus punggungnya Alba sambil menciumi pucuk kepalanya Noah dan Alba secara bergantian.


Heni yang masih berdiri di depan Noah, Adam, dan Alba, ikutan menangis terharu.


Satya berdiri tertegun di tengah halaman depan rumahnya Hana melihat Hana, Noah, dan Adam berjongkok, berpelukan dan menangis bersamaan.


Satya lalu mengalihkan pandangannya ke Mama tercintanya dan Heni tersenyum ke Satya lalu berkata, "Akhirnya mereka bersatu kembali. Apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan memang tidak akan pernah bisa diceraikan oleh manusia"


Satya menghela napas panjang dan tersenyum dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, dia masih sangat mencintai Alba, namun di satu sisi dia juga merasa bahagia melihat Alba akhirnya bisa bahagia bersatu kembali dengan suaminya dan Noah bisa memeluk papa kandungnya.


Satya menggejala napas panjang untuk lalu berkata, "Aku senang kalian akhirnya bersatu kembali. Aku akan traktir kalian semua makan di luar untuk merayakan kebahagiaan ini"


Adam melepaskan pelukannya atas Noah dan Alba. Lalu sambil berdiri dia menggendong Noah kemudian merangkul bahunya Alba lalu berbalik badan untuk menatap Satya.


"Ayok! Kok malah bengong. Ada restoran seafood di dekat sini. Alba dan Noah suka sekali makan udang goreng mentega dan kamu, Dam, kamu suka makan gulai kepala ikan dan kerang Asam manis. Mamaku suka semuanya" sahut Satya dengan senyum ceria walupun hatinya masih terasa sakit karena kecewa, cintanya untuk Alba harus ia pendam kembali dalam-dalam di dasar hatinya.


"Benarkah itu? Kita semua suka seafood?" tanya Adam.


"Itu benar" Sahut Heni.


"Ayok berangkat! Tapi, naik mobil kamu aja, ya, mobilku dipakai oleh supirku mengantarkan paket penting ke suatu tempat" ucap Satya.


Paket penting yang Satya maksud adalah laki-laki suruhannya Bella Fastro. Supir dan dua anak buahnya Satya dan juga seorang detektif kepercayaannya Satya, membawa laki-laki jahat itu ke rumah pribadinya Satya dan menjaga laki-laki itu sampai besok untuk menjalankan rencananya Satya.


Di restoran seafood yang letaknya agak jauh dari rumahnya Alba, Heni, Noah, Alba, Adam dan Satya menikmati makanan yang dipesan oleh Satya dengan obrolan santai dan dipenuhi dengan canda tawa.


Noah pamit ke toilet dan di saat Satya hendak bangkit untuk menemani Noah ke toilet, Adam langsung bangkit berdiri dan berkata, "Papa akan temani kamu ke toilet"


Noah langsung memberikan senyum tampannya ke Adam Lalu, Adam dan Noah dengan bergandengan tangan, mereka menuju ke toilet dan Heni langsung berkata, "Dia mirip banget sama.Noah"


Alba tersenyum dan berkata, "Iya. Mama bener banget. Mas Adam dan Noah seperti bercermin kalau mereka berdiri saling berhadapan..Noah versi imutnya Mas Adam, hehehehe"


"Iya, kamu benar" Heni tersenyum lebar ke Alba.


Dan Satya hanya tersenyum sambil meneruskan aksinya menikmati lobster yang ada di depannya.


Lalu Heni menatap Satya, "Laki-laki jahat tadi, sudah kami serahkan ke pihak berwajib?"


Alba mengerutkan keningnya dan bertanya ke Heni,."Laki-laki jahat yang mana, Ma?"


"Tadi,.ada laki-laki asing hendak menculik Noah dan untungnya aku pas ada di sana. Aku dan Noah memang punya hubungan rasa yang sangat dekat walaupun aku bukan Papa kandungnya Noah, tapi setiap kali Noah terancam bahaya, aku bisa merasakannya" Satya berucap dengan santai sembari mengupas.kulit udang.


"Lalu?" Alba menatap Satya dengan wajah panik.


"Laki-laki brengsek itu udah aku amankan untuk menjalankan misiku besok. Aku akan menjebak Bella Fastro besok agar dia tidak mengganggu kehidupan kamu dan Adam lagi. Dia memang wanita tidak tahu malu. Dia sudah membuat Adam tidak meminum vitamin otak dengan harapan Adam amnesia selamanya dan sekarang ia nekat menyuruh orang untuk menculik Adam" Satya berucap sembari mengunyah udang dan menatap Alba.


"Bella juga telah membunuh Istri Papaku" Sahut Adam.


Satya dan Alba tersentak kaget dan secara bersamaan mereka.menoleh ke Adam.


"Aku sudah memberikan dia pilihan dan membebaskan dia dari kejahatannya itu, tapi ternyata dia memilih jalan lain, jalan kehancurannya sendiri. Aku juga tidak menyangka kalau dia berniat membuatku amnesia selamanya. Dasar wanita breng........."


"Mas,.jangan berkata kasar! Ada Noah" Alba langsung memotong kalimatnya Adam dan Adam langsung berkata, "Maaf"


Adam langsung menoleh ke Noah dan tersenyum senang di saat ia melihat Noah tengah asyik membuka lobster dengan bantuan Oman Heni.


"Aku akan ikut besok. Aku ingin melihat Bella terpuruk dengan mata kepalaku sendiri. Dan dengan bukti rekaman CCTV dia mendorong Istri Papaku,.aku akan membuatnya meringkuk lama di penjara agar dia sadar dengan segala perbuatan jahatnya yang sudah merugikan orang lain" Adam berucap sambil menatap Satya dengan wajah serius dan sorot mata penuh dengan kesungguhan hati.


"Aku juga ikut. Aku ingin melabraknya karena ia telah berani punya niat ingin menculik.anakku. Kalau Kakak melarangku ikut, aku akan ngambek sepanjang masa dan nggak mau ngomong lagi sama Kak Satya" Alba menatap Satya dengan wajah penuh amarah.


"Aku juga sama" Sahut Adam.


Satya langsung meraup kasar wajahnya dan setelah ia menghela napas, jaksa muda itu kemudian berucap, "Baiklah.Kalian boleh ikut, tapi harus mengikuti semua protokol keamanan yang aku terapkan"


"Siap" Sahut Adam dan Alba secara bersamaan.


Dan akhirnya, mereka akhirnya sampai di rumah dan langsung membersihkan badan dan menuju ke kamar untuk segera mengistirahatkan badan mereka masing-masing.


Noah langsung mendelik ke Mamanya dan berkata, "Mama, jangan tidur sekarang!"


"Lho, kenapa?" Alba langsung bangun dan duduk di tepi ranjang.


Adam menatap Noah dengan wajah bingung dan bertanya, "Iya Noah, kenapa Mama nggak boleh tidur sekarang?"


"Noah pengen ngobrol panjang dengan Papa sepanjang malam ini. Obrolan antara laki-laki" Noah mengulas senyum polos di wajah tampannya.


Alba tersenyum konyol dan sambil berdiri ia berkata, "Oke. Milikilah Papa kamu sepanjang malam ini. Mama akan tidur di pondok tamu" Alba melangkah pergi dan melirik sekilas ke Adam dengan senyum konyolnya.


Adam terkekeh geli melihat senyum konyolnya Alba itu.


Noah langsung menoleh ke Adam dengan senyum lebar dan mata berbinar-binar. Adam tertawa lebar dan memeluk Noah sambil berkata, "Oke, kita mau ngobrol apa nih? Obrolan antara laki-laki" Adam lalu mencium keningnya Noah


Noah langsung menceritakan isi doanya di sepanjang malam ke papanya, "Noah selalu berdoa, Tuhan, tolong kirim turun Papa Bintangnya Noah ke bumi"


"Apa Mama yang bilang kalau Papa ada di langit menjadi bintang?" Tanya Adam.


"Iya. Untuk itulah Noah ingin punya teropong bintang"


"Papa akan belikan besok" sahut Adam.


"Mama sudah membelikannya. Noah tahu harganya sangat mahal.dam Noah tahu Mama butuh waktu untuk mengumpulkan uang makanya Mama bilang ke Noah kalau Noah harus mengumpulkan nilai Math in English sebanyak lima kali dan nilainya harus seratus terus. Padahal, tes Math in English diadakan sebulan sekali. Alhasil, Mama baru bisa membelikan Noah teropong bintang setelah lima bulan menabung. Bahkan Mama mengambil.lerja sambilan menjadi pemain piano di malam hari. Untuk itulah Noah bahagia banget hari ini bisa memiliki Papa yang bener-bener Papa. Papa nggak akan balik lagi ke langit, kan?"


Adam menatap Noah dengan wajah sendu dan berkata, "Maafkan Papa. Papa terlambat datang di kehidupan kalian dan Papa nggak akan balik lagi ke langit. Papa akan terus berada di samping Noah dan Mama. Terima kasih ya, Nak, kamu udah menjaga Mama dengan baik selama.Papa.nggak ada dan kamu sudah tumbuh menjadi anak cerdas, berbudi luhur dan baik hati., Papa sangat berterima kasih padamu, Noah" Adam memeluk erat tubuhnya Noah dan menciumi wajahnya Noah.


"Mama selalu bernyanyi untuk Noah sampai Noah tidur. Papa mau bernyanyi untuk Noah?"


Adam tertawa lalu berkata, "Daripada kuping kamu sakit mendengarkan suara Papa pas bernyanyi, Papa akan menceritakan sebuah dongeng aja gimana?"


"Boleh" Noah tersenyum ke Papanya dengan penuh cinta dan Adam pun langsung menceritakan sebuah dongeng fabel tentang kelinci dan kura-kura yang berlomba berlari dengan sangat baik sehingga mampu membuat Noah tertidur pulas sebelum Adam menyelesaikan dongengnya.


Adam lalu menyelimuti Noah dan mencium Noah dengan pelan dan berjingkat keluar dari dalam kamar lalu berlari menuju ke pondok tamu. Ia melihat Alba masih terjaga di kamar tidur. Adam langsung membopong Alba menuju ke rumah utama sambil berlari dan Alba langsung memekik, "Mas, jangan berlari! Aku bisa jatuh. Dan kenapa harus berlari?"


"Aku nggak ingin meninggalkan Noah sendirian di kamar terlalu lama dan aku juga nggak ingin meninggalkan kamu sendirian di pondok tamu" Adam lalu menurunkan Alba di lantai kamar dan langsung mengajak Alba berciuman dengan liar dan panas.........